
Malam itu,Edrik ikut serta makan bersama Oma dan Sebastian. Selesai makan,mereka berbicara tentang kehidupan Edrik yang bertahundl-tahun tidak berjumpa. "Apakah kamu akan tinggal dinegara X untuk selama nya..? " tanya Sebastian.
"Saya tidak tahu. Kalau ada wanita yang pas di hati,mungkin saya akan bertahan disini..!" canda Edrik.
Semua orang tertawa mendengar candaan Edrik."Apakah kamu tidak memiliki pacar?" tanya Sebastian.
"Tidak,saya tidak terlalu memikirkan masa itu untuk saat ini."
"Malam ini,tidur lah disini. Sebagai keluarga sudah lama tidak bertemu..!" ucap Sebastian.
"Ya..Oma juga masih rindu dengan mu." celetuk Oma.
Edrik tersenyum "Baiklah."
Oma dan Sebastian terlihat senang dengan keputusan Edrik.
Hari sudah malam,Rosse yang sedari tadi menahan untuk tidak menguap sudah mulai merasa kantuk. Rosse berdiri "Maaf semua nya,saya pamit dulu ingin ke kamar..!"
Semua melihat ke arah Rosse "Pergi lah tidur lebih dulu." ucap Sebastian.
__ADS_1
"Selamat malam sayang.." ucap Oma.
"Selamat malam Oma." balas Rosse dan pergi begitu saja tanpa memperdulikan Sebastian.
Dia berjalan menuju kamar dengan keadaan lelah. Dia tidak bisa menahan ingin tidur nya. Tidak seperti biasanya,Rosse masih sanggup untuk mengerjakan apapun walau dalam keadaan mengantuk. Begitu sampai didalam kamar,Rosse berbaring dan menarik selimut. Dalam sekejap,matanya sudah mulai meredup dan tertidur.
Sementara dibawah Oma,Sebastian dan Edrik masih berbincang-bincang.
Susan yang berada di samping Oma melirik jam diponsel nya "Oma,waktunya untuk istirahat. Tidak baik untuk jantung Oma.." susan mengingatkan.
"Baiklah,sepertinya Oma harus masuk kekamar. Kalian Oma tinggal dulu."
Oma dibantu oleh susah berjalan kekamar. Sebastian terlihat asik berbicara dengan Edrik,sampai mereka tidak ingat waktu.Jam menunjukka pukul dua belas lebih. Sebastian pun mulai menguap "Baiklah Edrik,kita bicara lagi besok. Sekarang waktunya tidur. " ucap Sebastian.
" Baiklah,selamat malam." ucap Edrik
Sebastian melambaikan tangannya sambil berjalan membelakangi Edrik.
Malam ini Edrik tidur dikamar tamu. Yang sebelumnya dipakai oleh Rosse ,sebelum menjadi istri Sebastian. Dia masuk kedalam kamar itu dan hal pertama yang dia rasakan adalah kamar itu terasa harum. Dia berfikir itu hanya parfum biasa untuk ruangan. Edrik yang sudah dari tadi menahan kantuk langsung tarik selimut.
__ADS_1
Sebastian yang baru masuk kekamar,dengan sangat pelan-pelan ketika akan menutul pintu. Tidak ingin menganggu Rosse yang sudah tertidur.
Seperti biasa,Sebastian tidur disofa.Malam ini dia begitu merindukan tidur di tempat tidurnya. Di ambil bantal dan selimut yang ada di sofa. Dengan pelan-pelan dia naik ketempat tidur,meletakkan bantalnya dan berbaring di samping Rosse.
Rosse sama sekali tidak menyadari gerakan yang dilakukan oleh Sebastian yang sudah tidur pulas disamping nya.
Pagi nya,Sebastian terlambat untuk bangun.Rosse tidak menyadari keberadaan Sebastian disamping nya. Dia menyangka Sebastian sudah pergi kebawah. Rosse berdiri dan berjalan kekamar mandi. Suara guyuran air terdengar sayup di telinga Sebastian. Pelan-pelan dia buka mata,dia tahu saat ini Rosse sedang berada dikamar mandi. Sebastian menunggu Rosse selesai mandi dulu. Dia duduk ditempat tidur dengan posisi bersandar.
Air di kamar mandi sudah tidak terdengar lagi. Rosse keluar dari dalam,berjalan menuju lemari dengan memakai handuk yang panjang nya sampai lutut. Sebastian hanya diam tanpa suara sama sekali. Dia tak ingin membuat Rosse semakin menjauh dari nya .
Setelah Rosse selesai memakai pakaian,dia pun turun. Sebastian segera masuk kekamar mandi untuk bersiap-siap ke perusahaan.
Dibawah Rosse sudah duduk dimeja makan "Oma sudah makan?" tanya Rosse.
"Sebastian belum turun.." jawab Oma.
Rosse terdiam mendengar ucapan Oma. "Berarti Sebastian masih ada didalam kamar..!" batinnya.
Dia pun terdiam tanpa bertanya lagi.
__ADS_1