BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 117.


__ADS_3

Pesawat Sebastian sudah sampai dinegara S. Disana teman nya Frederick sudah menunggu.Mereka pun akhirnya meninggalkan lapangan terbang. "Kemana tujuan mu saat ini?" tanya Frederick.


"Saya ingin berjumpa dengan anak-anak dan istri ku..!" jawab Sebastian biasa.


Frederick terkejut mendengar jawaban Sebastian,seakan-akan terdengar seperti candaan di antara lelaki. "Candaan mu terlalu tinggi Tian..!" ucap Frederick sambil tertawa.


Sebastian menoleh pada Frederick "Ah..Aku lupa memberitahu mu," ucap Sebastian.


"Maksud mu..? " tanya Frederick.


"Sebelum nya saya sudah menikah. Dan istri saya hilang sekitar 5 tahun tahun lalu. Saya mencari nya bertahun-tahun. Tapi tidak membuahkan hasil. Dan ketika kunjungan saya kesini sebelum nya. Tanpa sengaja,saya bertemu dengan nya. Dan yang paling membuat saya bahagia adalah,dia memiliki anak kembar." jelas Sebastian.


"Waahhh...Kamu seperti kejatuhan rejeki di negeri orang..!" ungkap Frederick.


"Saya merasa orang paling beruntung didunia..!" ujar Sebastian.


"Dimana alamat istri mu. Aku akan ke sana. " ucap Frederick.

__ADS_1


"Saya tidak akan kerumah nya. Aku mau ke toko saja. Dia pasti berada disana." jelas Sebastian.


Mereka pun akhirnya tiba di depan toko Jasmin.


Jasmin yang berada didalam,melihat sebuah mobil berhenti tepat di depan toko nya. Sangkaan nya hanya pelanggan yang ingin memesan bunga. Pintu sebelah setir terbuka dan Frederick pun keluar. Setelah pintu yang satu nya terbuka dan Sebastian pun keluar. Alangkah terkejutnya Jasmin,karena yang keluar dari mobil itu adalah orang yang sudah dia kenal.


Dia berdiri dan berjalan menuju pintu,Sebastian melemparkan senyuman pada Jasmin. Dia pun menyambut dengan senyum biasa. Karena dia belum terbiasa dengan kehadiran Sebastian yang tiba-tiba.


"Apa kabar mu..?" tanya Sebastian.


"Aku baik-baik saja..!" jawab Jasmin.


Frederick yang berdiri di samping Jasmin hanya menatap. "Ini istri mu..?" tanya Frederick.


"Iya,anak-anak mungkin saat ini sedang belajar." jawab Sebastian."Kenal kan ini teman ku Frederick ," ucap Sebastian pada Jasmin.


Frederick mengulurkan tangan nya dan Jasmin pun menyambut. "Frederick...!" ucap nya.

__ADS_1


"Saya Jasmin..! " balas Jasmin.


"Baiklah Frederick,bagaimana selanjutnya. Apa kita keluar dulu untuk minum..!" ajak Sebastian.


"Baiklah,sekalian saja dengan Jasmin..! " ucap Frederick.


"Maaf,saya harus menjaga toko. Asisten saya sedang tidak masuk hari ini. Hanya saya sendiri yang menjaga toko..! " jelas Jasmin.


"Baiklah kalau kamu tak bisa. Nanti saya akan kesini lagi,untuk berjumpa anak-anak.! " ucap Sebastian.


Mereka pun pergi menuju sebuah cafe untuk sekedar berbicara.


Jasmin kembali merasakan keresahan dihatinya,dia belum bisa menerima Sebastian sepenuhnya. Walau Edrik sudah menjelaskan semua secara jelas. Di hati Jasmin,dia hanya merasakan ketakutan.


Takut berpisah dari anak-anaknya,apabila dia menolak untuk ikut bersama Sebastian. Dia merasa sayang jika meninggalkan toko yang dia rintis beberapa tahun ini.


Jasmin terduduk lemas di kursi depan toko. Melihat sekeliling tokonya "Pasti aku akan merindukan suasana ini..!" batin nya.

__ADS_1


Hari sudah hampir sore,Jasmin tersadar saat nya menjemput anak-anak nya ditempat belajar. Dia bergegas menutup toko,dan mengambil tas dan pergi menuju mobil.


Setelah sampai di tempat belajar,dia mendapati anaknya bersama dengan Sebastian dan temannya tadi.Jasmin masih lagi berada didalam mobil. Dia hanya melihat dari balik kaca yang terlihat gelap dari luar. Melihat anak-anak nya tertawa bahagia,Jasmin merasa senang,dia lebih memilih kebahagian anak nya dari pada kepentingannya sendiri.


__ADS_2