
Pagi menjelang, Sebastian terbangun oleh cahaya yang menyilaukan. Dia bergegas bangkit dan menuju kamar mandi. Hari ini dia merasa akan ada sebuah pertunjukan. Karena hari ini dimana berakhirnya kehidupan Roberto.
Mengingat Roberto kemarin saja sudah membuat dia puas, apalagi hari ini.
Setelah membersihkan tubuhnya, Sebastian tak lupa untuk menyemprotkan parfum keseluruhan tubuhnya . Dia memilih beberapa pakaian yang mana yang ingin dia kenakan.
Setelah merasa pilihannya tepat, Sebastian mulai membenahi rambut dan juga jam tangan andalan, menambah wibawa nya yang mempesona.
Dia keluar dari kamar, berjalan menyusuri tangga. Hari ini Rico belum terlihat batang hidungnya . Tapi Sebastian tidak memikirkan itu , masih banyak waktu untuknya.Sebastian sudah ada di meja makan. Para pelayanan terkejut dengan kehadirannya yang tiba-tiba, sementara makanan belum selesai di hidang.
"Maaf tuan, hidangannya belum selesai. A.. a.. apakah tuan berkenan menunggu? " Jelas Asisten rumah tangga nya.
Sebastian hanya tersenyum " Hari ini saya akan makan diluar. Kalian tidak usah repot. Kalian boleh makan semuanya, " Ucap Sebastian sembari melemparkan senyuman yang membuat semua pelayan merasa gemetaran.
Dia pun berjalan menuju ruang kerja nya. Disana dia memeriksa ponselnya. Terlihat sebuah pesan dari Viola. Dia buka pesan itu yang berisi "Tuan Sebastian kapan datang, saya rindu dengan tuan. " Sebastian semakin jijik memikirkan wanita la**r itu.
Dia menghapus pesan itu kemudian memblok nya . Sebastian kemudian menghubungi Rico "Kamu dimana? " Tanya Sebastian.
" Maaf tuan, saya masih dijalan. Sebentar lagi saya akan sampai," jelas Rico.
Sebastian menutup teleponnya. Rico merasa ketakutan. Tidak ada kata-kata dari Sebastian, hanya menutup teleponnya. Dia melirik jam ditangannya , masih jam 7.20 pagi " Kenapa hari ini dia cepat bangun. Biasanya juga saya yang menunggu, " Rico bercerita sendiri.
Dia terus melajukan mobil nya. Tidak menghiraukan orang- orang yang disekitarnya. Karena dj hatinya ingin segera sampai sebelum tuannya marah.
__ADS_1
Akhirnya Rico pun sampai di kediaman Sebastian. Dia keluar dari mobil dan menghampiri Sebastian "Maaf tuan, saya terlambat karena jalanan ramai, " Ucap Rico.
Sebastian tak bergeming.Dia hanya berdiri dan berjalan menuju luar. Rico yang masih bingung hanya menurut saja. Dia buka pintu mobil dan Sebastian pun masuk. Rico bergegas masuk dan melakukan mobil.
Di kediaman Roberto ,dia baru terbangun setelah mabuk yang melanda. Kepala nya terasa pusing dan sekujur tubuhnya bau alkohol. Dia bangkit dengan segenap tenaga yang belum terkumpul. Berjalan menyusuri dinding menuju kamar mandi . Dia membasahi kepala hingga tubuhnya dengan air hangat. Dia merasakan semua kejadian kemarin seperti mimpi. Ditinggalkan oleh istri dan anak, serta di tolak oleh pacar.
Dia menyapu kepalanya yang masih ada buih sampo. Setelah merasa cukup, dia pun mengambil handuk dan menuju pemilihan pakaian. Roberto sudah rapi dengan setelan jas abu-abu serta dasi yang hampir berwarna senada.
Dia mulai menuruni tangga. Terlihat dimeja makan sepi. Dia kembali teringat kejadian kemarin.Ternyata semua bukan lah mimpi. Dia melanjutkan langkahnya menuju garasi. Dia melewatkan sarapan paginya.
Roberto berangkat ke perusahaan, karena ada pertemuan pagi ini.
Roberto pun sampai di depan perusahaan, bersamaan dengan Sebastian.
Sebastian tidak menoleh sedikit pun kepada nya. Roberto berjalan dengan langkah yakin. Dia menaiki lift khusus karyawan. Dan Sebastian selalu menaiki lift yang berbeda. Mereka berdua pun akhirnya tiba diruang meeting. Sebastian masuk dan duduk di kursi nya sebagai CEO. Roberto memilih kursi lain, berjarak empat kursi.
Semua yang hadir jadi tanda tanya "Hal penting itu adalah, saya ingin Roberto keluar dari perusahaan saya hari ini juga, " Tegas Sebastian.
Mata Roberto seketika terbelalak "Atas dasar apa kamu mau memecat saya? " Tanya Roberto meninggikan suaranya.
Sebastian melemparkan beberapa kertas ke atas meja. Rico memberikan kertas itu satu persatu pada setiap orang.
"Kalian bisa lihat, sudah jelas bahwa dia menggunakan uang perusahaan untuk keperluan pribadi. Dan masalah ini bukan kali ini saja, " Jekas Sebastian.
__ADS_1
Roberto meremas kertas yang ada di hadapannya. Semua orang mengalihkan pandangan ke arahnya, membuat jantung Roberto serasa bergetar. Dia berdiri dari duduknya dan menendang kursi berjalan keluar ruangan. Semua terperanjat dengan sikap Roberto.
Sebastian tidak meneruskan pembicaraannya. Dia tersenyum puas , setelah bertahun menahan segala emosinya. Sekarang dengan mudah dia bisa menyingkirkan paman nya yang seperti ular.
Bagi Sebastian , tanpa saudara itu jauh lebih baik dari pada memiliki saudara tapi tidak ada rasa menyayangi.
Sebastian berjalan meninggalkan ruang rapat. Setelah dia dan Rico pergi, semua orang diruangan itu membicarakan paman dan ponakan itu. Mereka tidak menyangka. Sebastian yang selama ini diam, tak pernah mengusik apalagi menyentuh pamannya. Bisa berbuat setega itu. Mereka juga menyalahkan sifat Roberto yang rakus dan menyalah gunakan kepercayaan bos perusahaan.
Sebastian sekarang berada di ruang kerja nya. Diana jadi tanda tanya, rapat tidak sampai satu jam sudah berakhir. Ingin rasanya bertanya, tapi dengan siapa. Orang-orang di kantor itu tidak semudah yang terlihat. Mereka memandang rendah pada mereka yang pangkat nya dj bawah.
Bertanya pada Rico, sama saja membangunkan singa tidur.
Diana hanya bisa mengurungkan niatnya. Sedikit mengetahui berarti selamat. Karena dia masih ingin bekerja di perusahaan itu.
Sebastian merasa puas setelah menghancurkan Roberto. Ditinggal oleh istri dan anak serta di pecat secara tak hormat dari perusahaan.
Bagi Sebastian ini adalah kemenangan , setelah menahan beberapa tahun.
Dia mengambil ponsel dan menghubungi Rico " Hari ini kamu pulang lah sendiri. Saya akan menyetir sendiri, " Ucap Sebastian.
Rico yang berada di ruang lain merasa kegirangan. Dia berencana ingin pulang lebih cepat dan beristirahat. Hari ini jarang sekali terjadi. Setelah dia mendapatkan ijin dari Sebastian, Rico bergegas meninggalkan perusahaan.
Dia membawa mobil yang biasanya dia gunakan , ketika Sebastian memerintahkan nya diluar. Sedang kan mobil yang biasa dia pakai bersama bosnya, akan di pakai oleh Sebastian nanti.
__ADS_1
Bagi Rico, bekerja bersama bos nya adalah suatu keuntungan, tapi juga suatu masalah. Karena buka hanya urusan perusahaan saja yang dia tangani. Termasuk urusan kotor lainnya.
Disebalik ketampanan Sebastian, tersimpan sebuah rahasia besar. Dia tidak hanya bergelut didunia bisnis, tapi juga dunia perdagangan gelap. Dan selalu berhubungan dengan nyawa dan darah. Rico adalah orang terpilih yang berada di sampingnya. Segala hal yang menyangkut Sebastian, Rico lah orang yang satu-satu nya lebih tahu di banding siapa pun. Dia juga tak mudah untuk mengambil kepercayaan tuan besarnya tersebut.Semua butuh pengorbanan dan tekat.