
Sudah empat hari berlalu,pasca Sebastian kecelakaan. Jasmin masih terlihat sibuk,antara anak,toko dan menjenguk Sebastian.
Edrik pun mulai mengetahui apa yang membuat Jasmin semakin sibuk. Selama ini dia berfikir,Jasmin sibuk menyangkut pelanggannya. Suatu hari Edrik mengikuti nya secara diam-diam,dan ternyata dia menuju rumah sakit "Siapa yang dia lihat disini?.." fikir Edrik. Setelah mengetahui kemana Jasmin pergi,Edrik pun berangkat ke kantor.
Di kantor,Edrik hanya memegang pena yang ada di tangan nya dengan mengetuk-ngetukkan nya ke meja. Angan nya terbang ntah kemana dan memikirkan apa,sambil memutar-mutar kursi yang dia duduki.
Tak puas hanya dengan mengikuti Jasmin. Edrik memutuskan ingin mengetahui,ada siapa dirumah sakit itu. Edrik bangkit dari duduk nya dan berjalan keluar.
Dia pergi menuju toko Jasmin,Edrik sengaja berhenti di sudut yang agan jauh dari toko. Agar Jasmin tidak menandai mobil nya. Menunggu lama,membuat Edrik merasa lapar. Didalam mobil,makanan dan minum pun tidak ada. Dia masih menahan rasa lapar itu.
Dan setelah penantian,Jasmin pun keluar dari dari toko. Dia membawa bekalan yang di bungkus kain. Jasmin masuk kedalam mobil nya dan mulai bergerak.
__ADS_1
Edrik mulai mengikuti,tapi jarak nya agak sedikit jauh dari mobil Jasmin. Edrik pun tahu ,kemana Jasmin akan pergi. Dia kembali lagi kerumah sakit itu.
Mobil nya terus mengikuti dan akhirnya mereka sampai di depan rumah sakit. Jasmin memparkirkan mobilnya. Sementara Edrik,meletakkan mobil nya di parkiran cafe.
Edrik turun dari mobil. Berjalan menuruti Jasmin.Dia pun sampai disebuah kamar rawat VIP . Jasmin masuk kedalam,sementara Edrik mencoba mencari celah untuk melihat kedalam. Tapi tidak ada celah sedikit pun . Kaca pintu itu tidak menembus kedalam. Karena rasa penasaran dan cemburu,Edrik berusaha membuka pintu itu perlahan. Dia mengintip sedikit melalui pintu yang sedikit terbuka. Dan alangkah terkejut dengan apa yang dia lihat. Ternyata orang itu adalag Sebastian. Edrik yang tadi nya,hanya merasa cemburu sekarang berubah menjadi rasa takut. Tubuh nya sedikit gemetar dan keringat dingin. Tak sengaja pintu terbuka oleh Edrik. Jasmin dan Sebastian sama-sama melihat ke arah pintu "Edrik...?" ucap Sebastian.
Jasmin memandang ke arah Sebastian. Dia menunjuk ke arah Sebastian dan berganti ke arah Edrik "Kalian saling kenal...?" tanya Jasmin.
Edrik berusaha bangkit dengan senyum cengengesan. "Sa-saya tak sengaja lihat kamu tadi,makanya saya mampir..!" alasan Edrik.
Edrik berjalan menuju Sebastian yang wajah nya menyiratkan seribu pertanyaan .Tapi dia menahan itu semua. Dia takut membuat Jasmin merasa tak nyaman.
__ADS_1
Sebastian hanya senyum terpaksa didepan Jasmin "Kenapa kamu bisa ada disini,bukan nya kamu lagi di kantor.?" tanya Jasmin. Yang membuat Sebastian mengetahui sebaik apa mereka saling mengenal.
"Baiklah tuan Sebastian,saya sudah menyelesaikan semua kebutuhan tuan. Sekarang saya ingin ke toko dulu. Karena ada beberapa pesanan yang harus saya kerjakan. " jelas Jasmin.
"Terima kasih atas bantuan nya..!" ucap Sebastian.
Jasmin pun pergi melangkah keluar. Ketika Edrik ingin mengikuti nya. Dengan cepat,tangan Sebastian menahan tangan Edrik. Seketika langkah Edrik pun terhenti. Dia menoleh ke arah Sebastian yang semakin terlihat lebih mirip pencabut nyawa. "Ada yang ingin kamu jelaskan..?" tanya Sebastian.
Edrik tidak berani menatap langsung kemata Sebastian yang setelah tadi berubah drastis. "Tidak ada yang bisa saya jelaskan...!" ucap Edrik.
"Kamu pasti tahu sesuatu. Kenapa bisa Jasmin sangat mirip dengan Rosse istri ku. Apakah semua ini kebetulan takdir atau memang kamu yang membaut takdir mu..?" ucap Sebastian.
__ADS_1