BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 25.


__ADS_3

Mendengar suara Sebastian, membuat Rosse keluar dari dalam kamar.


Rico yang berada di ruang tamu, memperhatikan gadis cantik yang baru keluar dari kamar tersebut.


" Apakah ini wanita tempo hari yang makan bersama tuan?" Fikir nya. Dia terus memperhatikan Rosse yang berjalan sangat berhati-hati.


" Sonya, " panggil Rosse.


" Nona, tuan tidak menemukan alat yang nona tuliskan di kertas tersebut." Ucap nya.


Rosse sedikit kecewa " Tidak apa-apa, kalau tidak ada. Tuan tidak perlu repot -repot untuk mencarinya. Saya sendiri nanti yang membelinya. ”


Sebastian sedikit tidak percaya dengan kata-kata Rosse. Tapi dia tidak berani bertanya.


" Tuan, bolehkan besok Sonya cuti satu hari.? " tanya Rosse.


" Untuk apa? " Tanya Sebastian.


"Saya ingin mengajaknya mencari alat-alat itu, " jawab Rosse.


"Baiklah," jawab Sebastian.


Sonya merasa senang, karena diberi ijin untuk cuti besok.


Dia menggenggam tangan Rosse .


Sebastian yang terlanjur pulang kerumah ingin makan siang dirumah saja.


"Pak Seno, siapkan makan siang." pinta Sebastian.


Pak Seno buru-buru kebelakang. Dan menyiapkan beberapa masakan untuk tuannya. Setelah selesai, makanan sudah tersaji dimeja.


Sebastian makan dan tak lupa Rosse pun ikut serta.


Rico yang hanya melihat tidak diikut sertakan " Tuan sekarang sudah berubah. Biasanya paling tidak suka ada orang asing yang satu meja dengan nya, " fikirnya.


Setelah selesai makan, Sebastian kembali ke kantor.


" Ayo berangkat, " Ajak Sebastian.


Rico hanya mengangguk dan mengikuti langkah Sebastian.


Di mobil " Tuan," Panggil Rico.


" Heeh, " Gumam Sebastian.


"Bagaimana cara nona Rosse pergi berbelanja besok? " Tanya Rico.


"Kamu yang antarkan dia besok. "


"Baik tuan."


Mobil pun tiba di kantor, Sebastian masuk lebih dulu. Rico pergi berjumpa dengan seorang teman lama di sebuah restoran.

__ADS_1


Dia adalah salah satu anak buah Rico. Yang selalu menyampaikan laporan-laporan penting pada Rico.


Selamat hampir satu jam mereka berbincang-bincang. Mereka pun berpisah.


Rico kembali keperusahaan. Di perjalanan telepon nya berdering " Ya tuan, " Jawab nya.


" Saya sudah didepan," Itu adalah Sebastian.


"Baik tuan. Saya segera sampai. "


Rico melajukan mobil nya. Dan tidak butuh waktu lama, dia pun sampai perusaan.


Rico bergegas keluar mobil dan membuka pintu. Sebastian pun masuk kedalam.


Mereka berjalan menuju ruangan. Sebastian lebih dulu masuk, ketika melewati meja kerja Diana, dia melihat bunga yang sebelum nya dia letakkan di atas meja.


Diana menoleh , mata mereka bertemu. Diana tersenyum ke arah nya, Rico menanggapi nya biasa saja. Menyembunyikan rasa penasaran nya kemudian masuk kedalam . Ketika didalam pun, Rico melihat ke atas meja. Dia tak melihat bunga itu lagi ditempatnya.


Sebastian yang melihat gelagat Rico yang tidak biasa pun berkata “Kamu mencari bunga tadi? ”


Rico mengalihkan pandangan nya “Tidak.” Dia duduk di sofa tersebut. Sebastian memberikan kartu kredit ke pada Rico “Besok, temani Rosse membeli keperluannya. ”


Rico menerima kartu itu "Apa ada tugas lain tuan? " dia bertanya.


"Tidak ada. "


Rico segera pergi meninggalkan ruangan Sebastian. Ketika melewati meja Diana, dia melihat kembali marah itu. Dia pun mendekat, Diana menjadi salah tingkah m.


Dengan menyunggingkan senyuman " Tuan yang memberikan nya! "


Rico menghela nafas nya. Tidak ada kata lain yang ingin dia ucapkan lagi. Akhirnya dia pun pergi.


Rico masuk keruangan nya, dia duduk di kursi dan memutar-mutar kursi nya.


Menjelang sore, sudah saat nya untuk Rico siap-siap. Dia pun meninggalkan pekerjaan nya yang belum selesai. Beberapa kertas yang diberikan oleh Sebastian.


Dia berjalan kembali menuju ruangan tuannya . Diana kembali tersenyum melihat kehadiran Rico "Diana jadi salah faham dengan bunga itu , " fikir Rico.


Dia pun masuk kedalam "Tuan, mobil sudah siap. "


Sebastian menutup laptop nya "Baik lah, ayo pulang sekarang."


Sebastian melangkah lebih dulu, Rico tak lupa mengambil tas milik tuannya dan keluar.


Setelah melihat tuannya keluar. Diana pun mulai berkemas.


Di jalan pulang kerumah " Tuan, " panggil Rico.


" Ya," jawab Sebastian.


"Tentang bunga itu, seperti nya Diana salah faham dengan saya tuan." keluh Rico.


Sebastian tersenyum mendengar keluhan asisten nya itu "Apa salahnya dengan bunga itu. Saya berikan pada nya dari mu." Ucap Sebastian geli.

__ADS_1


" Itu salahnya tuan, dia beranggapan bahwa saya betul-betul memberikan bunga itu untuk dia." Ujar Rico.


"Tidak apa-apa, jangan terlalu tegang seperti itu. Kamu harus menikmati sedikit rasa humor." bujuk Sebastian.


Rico hanya menarik nafas panjang " Tuan memang semena-mena, " Batin Rico.


Akhirnya mereka sampai dirumah. Rico membukakan pintu. Sebastian pun keluar " Jangan lupa, besok kamu temani Rosse belanja keperluan nya, "Ucap Sebastian.


" Apa harus saya tuan, besok saya ada urusan lain yang harus dikerjakan? " Tanya Rico.


"Kamu bisa suruh anak buah mu untuk menggantikan mu, " pinta Sebastian.


Rico sedikit mendapat pencerahan, dengan senyum di bibirnya. Dia pun pergi meninggalkan kediaman Sebastian.


Dia melajukan mobil menuju pulang ke apartemen. Sebastian pun masuk, ketika akan melewati kamar Rosse. Dia mencium sebuah harum yang tak biasa. Dia mencari dan mendekat ke pintu kamar Rosse. Harum itu berasal dari kamar itu. Dia merasa hanyut dalam aroma nya. Pak Seno datang tanpa bersuara "Tuan sedang apa disini? " Tanya Pak Seno.


Sontak Sebastian kaget dan salah tingkah "Tidak apa-apa, " Dengan wajah malu, Sebastian pun berjalan menaiki tangga.


Pak Seno merasa heran dengan kelakuannya tuan nya tadi. Dia mendekat ke arah pintu, dan dia menyadari apa yang membuat majikan nya bertingkah aneh. Pak Seno pun akhirnya pergi.


Sebastian yang berada didalam kamarnya, merileks kan tubuh di bathtub. Merendamkan seluruh tubuh atletis nya.


Dia merasakan kesegaran, setelah aktifitas yang padat. Setelah selesai berendam dia menuju lantai bawah. Sebastian menuju taman bagian depan "Suruh pak Seno membuat kan saya minuman, " Pinta nya pada pelayan yang tengah membersihkan halaman.


"Baik tuan, " Pelayan pun bergegas mencari pak Seno.


"Pak Seno, tuan minta dibuatkan minuman, " Ucap pelayan tadi.


Pak Seno ingat dengan teh pemberian Rosse yang masih dia simpan. Kemudian dia membuat secangkir untuk tuan nya.


Sebastian yang duduk sendiri hanya ditemani ponsel nya. Setelah beberapa menit, pak Seno pun datang membawa secangkir minuman.


"Ini tuan teh nya, " Ucap Pak Seno.


"Letakkan disitu, " sambil menunjuk meja.


Setelah Pak Seno meletakkan cangkir itu, dia pun pergi.


Sebastian mengangkat cangkir nya.Ketika mendekati hidung, dia mencium aroma seperti yang dia inginkan. Merasa penasaran dia kembali memanggil Pak Seno.


Pak Seno pun datang " Ada apa tuan? "


"Ini teh dari mana? " Tanya Sebastian.


" Apa ada yang salah dengan minuman nya tuan? " tanya pak Seno.


" Tidak, ini adalah teh yang saya cari itu. "


Pak Seno tersenyum "Itu adalah teh pemberian nona Rosse. "


Sebastian pun terdiam. "Ada lagi yang tuan inginkan? " tanya Pak Seno.


Sebastian hanya mengangkat tangannya, dan pak Seno pun mengerti. Dan kembali menuju belakang.

__ADS_1


__ADS_2