
Di hotel ,tempat Sebastian menginap. Dia masih menyimpan kartu nama wanita tadi. Nama yang tertera disana adalah *****Jasmin*****. "Wanita itu begitu mirip dengan Rosse. Hanya saja dia bisa melihat dan Rosse tidak." batin Sebastian.
Sebastian berbaring ditempat tidur dan ditangan nya memegang ponsel dan kartu nama itu. Dia ingin sekali berjumpa kembali dengan wanita itu. Tapi dia berfikir,apa alasan nya.
Sebastian terus mencari alasan,dan akhirnya dia dapat ide untuk berpura-pura sakit. Seperti yang diucapkan oleh wanita itu. Hubungi dia,kalau Sebastian merasa ada yang sakit.
Sebastian menekan nomor ponsel dan menyimpan nomor yang tertulis di kartu itu. Tanpa ragu lagi,dia pun menghubungi nya "Tut...tut...tut...!" suara panggilan di telepon.
"Hallo..!" suara wanita dari seberang telepon. Suara itu terasa seperti milik Rosse.
"Hallo..Saya yang menyelamatkan anak mu kemarin..!" jelas Sebastian.
"Iya tuan...Apa tuan baik-baik saja..?" tanya Jasmin.
"Saya menghubungi anda,karena saya merasa tidak enak badan. Bagian bahu saya seperti nya sakit.," alasan Sebastian.
__ADS_1
"Tuan..Anda tinggal dimana? tanya Jasmin " Biar saya kesana dan kita sama-sama kerumah sakit..!" ajak nya.
"Saya menginap di hotel Y.." jawab Sebastian.
"Baiklah tuan,saya yang akan kesana.Tuan tunggu saya di luar hotel.." ucap Jasmin.
Jasmin menutup telepon nya,dan bersiap-siap untuk pergi. Ketika akan melangkah keluar pintu. Anak nya menghampiri "Mama,Ikut..!" ucap anak itu manja.
Jasmin menghentikan langkahnya "Elsa dirumah saja ya. Mama mau pergi berobat sayang." jawab Jasmin.
"Elsa janji mama..!" jawab Elsa.
Elsa mengulurkan jari kelingking nya ,sang mama pun menyambutnya dengan salam kelingking.
Didepan pintu kamar,terlihat sosok anak lelaki hanya diam melihat kedua perempuan itu.Jasmin menoleh "Adam ikut mama juga..?" tanya Jasmin.
__ADS_1
"Tidak ma,Adam dirumah saja..!" jawab Adam.
"Baiklah,jangan buat susah kakak Joan ya..!" perintah ibu nya.
"Iya ma." jawab anak kecil yang terlihat dingin dan tanpa basa basi.
Jasmin dan Elsa pun pergi menemui Sebastian yang sudah menunggu di luar hotel.
Setelah perjalanan lebih kurang sepuluh menit,Jasmin dan Elsa tiba di depan hotel. Tidak melihat sosok Sebastian,Jasmin mengambil ponsel dari dalam tas dan menghubungi Sebastian.
"Hallo..Anda dimana. Saya sudah berada didepan hotel...!" ucap Jasmin.
"Baiklah,saya akan berjalan kesana.." jawab Sebastian. Setelah percakapan mereka berakhir. Sebastian berjalan menuju kedepan hotel. Jasmin keluar dari mobil. Agar Sebastian mengenali mobil nya. Melihat ke sekeliling,Sebastian berada di seberang jalan. Jasmin melambaikan tangan kanan nya,agar Sebastian bisa mengenalinya .
Merasa Sebastian tidak memperhatikan nya,Jasmin membuka kaca mata yang dia kenakan. Dan kembali melambaikan tangan nya. Kali ini Sebastian mengenalinya,dari jauh pandangan Sebastian tak berkedip sedikit pun melihat wajah Jasmin dari kejauhan. Ketika menyeberang jalan,dia tidak memperhatikan. Sebuah mobil dengan kecepatan tinggi datang dari sebelah kiri nya.Dan menabrak tubuh Sebastian. Melihat pemandangan itu,Jasmin sontak menjerit. Dia mata dengan kedua tangannya. Tak sanggup melihat kejadian didepannya. Setelah suara tabrakan tidak terdengar,Jasmin kembali membuka matanya. Tubuh Sebastian terpental jauh dari posisi dia berdiri sebelum nya. Beberapa orang sudah mendekat ke arah Sebastian. Jasmin yang masih shock,berjalan dengan perlahan. Dia mendekati tubuh Sebastian yang sudah tak sadarkan diri. "Tolong panggilkan ambulans..!" pinta Jasmin pada orang yang melihat kecelakaan itu.
__ADS_1
Seseorang terdengar menghubungi ambulans. Jasmin mengangkat kepala Sebastian dan meletakkan nya di pangkuan nya.