BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 87.


__ADS_3

Pesawat sudah mendarat dinegara X. Sebastian sudah ditunggu oleh supir yang biasa membawa Oma.


Tak perlu menunggu lama,mereka terus menuju rumah. Di jalan,Sebastian sudah tak sabar ingin melihat kondisi Rosse.Kepulangan nya kali ini tidak diketahui oleh orang dirumah. Hanya supir yang menjemputnya saja.


Mobil tiba di halaman depan. Sebastian segera keluar. Dia mencari keberadaan Rosse di kamar atas,tapi tidak ada. Dia kembali kelantai bawah,dan membuka pintu kamar tamu. Disana juga tidak ada. Sebastian mencari Pak Seno "Pak Seno..!" panggil Sebastian.


Dari belakang Pak Seno muncul "Tuan sudah pulang..!" ucap pak Seno.


"Kemana istri saya..?" tanya Sebastian.


"Nona sekarang berada di rumah sakit. Dia dirawat disana,setelan nona tak sadarkan diri.!" jawab Pak Seno


Sebastian kembali berjalan keluar "Pak,ayo kita kerumah sakit..!" ajak nya pada pak supir.


Supir yang tadi nya masih membersihkan mobil,langsung meninggalkan pekerjaan nya. Mereka bergegas kerumah sakit.


Hati Sebastian tak karuan,dia semakin di landa rasa bersalah. Pak bisa cepat sedikit..!" pinta nya oada supir.


Supir itu pun segera memacu kecepatan.Akhirnya mereka sampai dengan waktu tempuh hanya sepuluh menit lebih. Sebastian keluar dari mobil menghambur ke dalam rumah sakit. Dengan wajah panik,dia terus berjalan menuju kamar yang biasa keluarganya gunakan.

__ADS_1


Ketika sampai didepan kamar.Dengan ragu,dia membuka pintu . Terdengar suara pintu terbuka. Semua orang tertuju kepada pintu,Sebastian pun masuk. "Kamu sudah kembali..? " tanya Oma.


Sebastian mendekat ke arah Rosse yang sedang tertidur "Dia kenapa Oma,sampai terlihat kurus seperti ini..?" tanya Sebastian.


"Seminggu kepergianmu,dia jarang keluar kamar.Tidak memiliki selera makan..!" jawab Oma.


Sebastian membelai rambut Rosse yang terlihat kusut.Dia kecup keningnya,dan memandangi wajah pucat itu.


Sebastian keluar dari kamar.Dia mencari keberadaan dokter Johan. Sebastian menuju ruang an dokter Johan.Dia masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Didalam,ada dokter Johan yang sedang mengerjakan beberapa kertas penting.


Melihat seseorang membuka pintu,dokter Johan menghentikan pekerjaan nya. "Kamu sudah kembali,apa kamu sudah melihat istri mu..?" tanya Dokter Johan.


"Dia baik-baik saja.Saya sudah melakukan pemeriksaan,dan saya memang menunggu kepulanganmu untuk memberitahukan kabar dari hasil pemeriksaanya. .!" ujar Dokter Johan.


Sebastian merasa bingung "Kenapa harus menunggu saya kembali. Kamu bisa memberi tahu melalui telepon..!" jawab Sebastian.


"Tidak semudah itu. " dokter Johan memberikan sebuah kertas dari hasil pemeriksaan kepada Sebastian.


Sebastian mengambil kertas itu "Apa ini..?" tanya nya.

__ADS_1


"Kami baca saja.." suruh dokter Johan.


Sebastian membuka lipatan kertas itu,dia baca dari atas sampai bawah. Seketika senyum terpancar dari wajah Sebastian. "Apa hasil sudah pasti..?" tanya nya tak percaya.


"Ya,kamu bisa lihat sendiri. Istri mu hamil,sudah memasuki usia 13 minggu. " jelas Johan.


"Apa sakitnya Rosse ada hubungan nya dengan ini..?" tanya Sebastian.


"Ya,kandungan tampak sehat..!" jelas Johan.


Sebastian bangkit dari duduk nya,berjalan kepintu. Sebelum keluar dia kembali menoleh kepada dokter Johan "Apa ada yang tahu tentang kehamilannya..?" tanya Sebastian.


"Tidak..!" jawab Dokter.


Sebastian pun keluar dari ruangan dokter Johan, kembali menuju kamar Rosse. Dijalan,Sebastian merasa senang. Karena segera akan memiliki anak.


Dia sampai di kamar Rosse. Dia tidak memberitahukan kabar gembira itu kepada Oma dan yang lainnya. Dia tidak ingin kabar ini diketahui orang banyak termasuk Oma. Dia ingin memberi kejutan nanti nya,ketika perut Rosse sudah terlihat besar.


Rencana Sebastian yang sebelumnya ingin memberikan kejutan pada Rosse harus di tunda. Karena kondisi nya yang tidak sehat.Malah Rosse lebih dulu yang memberi dia kejutan.

__ADS_1


__ADS_2