
Hari berlalu, hari ini Sebastian berencana ingin mengisi rumah kaca tersebut dengan semua barang yang dibutuhkan . Sebastian memerintahkan Sonya untuk bertanya pada Rosse. Apa saja yang dia butuh kan.
Sonya menuruti perintah tuannya. Dia berjalan kekamar Rosse.
"Tok... tok... tok, " Suara ketukan pintu.
"Masuk, " Suara dari dalam.
Sonya membuka pintu dan masuk "Nona tuan memerintahkan saya. Apa saja yang nona butuhkan? " tanya Sonya.
Rosse bingung " Maksudnya? " Tanya nya balik.
" Tuan ingin tahu, apa saja yang dibutuhkan untuk keperluan meracik minyak tersebut? " Sonya mengulang pertanyaan nya.
" Sebentar," Rosse mengeluarkan sebuah kertas yang sudah berisi catatan semua yang dia butuhkan. "Ini semua yang saya butuhkan, " Rosse menyerahkan kertas itu pada Sonya.
Sonya menerimanya dan membacanya, " Apa semua ini yang nona butuhkan ? " tanya Sonya.
"Iya, semua bahan nya hanya dijual di pasar tradisional, " Jelas Rosse sembari senyum.
Sonya merasa ragu dengan itu " Baiklah, saya akan memberi tahu tuan, " Sonya pun pergi menuju tuannya.
Sebelum Sebastian masuk kemobil "Tuan... tuan. " panggil Sonya.
Sebastian menahan pintu mobil sebelum di tutup oleh Rico "Ada apa? " tanya nya.
"Ini catatan dari nona Rosse, " Ucap Sonya.
Sebastian menerima kertas itu, Rico pun menutup pintu. Dalam diam nya, Rico menangkap sebuah nama "Nama wanita itu Rosse," Fikir nya.
Mobil pun jalan meninggalkan halaman, Sonya berbalik badan dan seketika dia ingat perkataan Rosse, bahwa semua alat itu hanya dijual di pasar tradisional. Dia kembali berlari mendekati mobil, tapi terlambat.Mereka sudah jauh dan dipanggil juga tak ada guna.
Di dalam mobil, Sebastian membaca satu persatu nama alat yang tertulis dikertas. Dari semua yang dia baca, satu pun dia tak mengerti alat seperti apa itu.
Dia melipat kertas itu dan menyimpan di saku celananya. Hampir 20 menit diperjakanant. Mobil akhirnya tiba di depan perusahaan. Penjaga membuka pintu dan Sebastian pun keluar. Rico menyerahkan kunci pada penjaga agar memarkirkan nya.
Mereka berdua berjalan menuju ruangan Sebastian. Didalam ruangan nya, Sebastian kembali mengeluarkan kertas dari saku nya. Dia kembali membaca nya " Barang seperti apa ini? " Tanya Sebastian pada Rico.
Rico hanya memandang tak mengerti. Sebastian menyerahkan kertas itu pada Rico "Coba kamu baca. Apa kamu tahu nama-nama alat itu? " tanya Sebastian.
Rico membaca satu per satu, dia pun sama tak mengerti nya dengan Sebastian.
__ADS_1
" Kamu coba cari alat-alat ini di toko bunga atau dimana lah, " Perintah Sebastian.
" Siap tuan, " Jawab Rico dan pergi.
Dia perjalanan Rico mendatangi sebuah toko bunga. Dia bertanya tentang alat-alat yang ada di tulisan tersebut. Tapi tidak ada satu toko pun yang mengetahui alat2 tersebut.
Dia keluar dari toko bunga, Rico merasa malu. Dan menutupi rasa malunya. Dia membeli satu buket bunga mawar. Dia pun hanya melihat bunga itu tanpa tahu mau diberikan pada siapa.
Dia kembali kemobil, sambil berkeliling dia terus berfikir. Dia mengingat satu buah toko yang menjual benda-benda antik. Rico menancap gas pergi ketempat itu. Berkeliling mencari tapi dia tak mengerti. Dan akhirnya menyerah, dia bertanya pada penjaga toko menunjukkan tulisan dikertas. Penjaga toko membaca satu persatu.
" Mata tuan, saya tidak mengetahui ala-alat ini, " Jawab penjaga toko.
Rico pun putus asa, kembali kemobil dan berkeliling di sepanjang jalan yang dia lalui. Tak mendapat petunjuk, dengan putus asa dia kembali ke perusahaan. Ketika akan keluar, dia hampir terlupa mawar yang dia beli tadi. Rico membawa masuk mawar tersebut. Orang- orang memperhatikan Rico dengan buket mawar. Dia pun merasa pandangan orang tertuju pada nya. Tapi dia tetap mengacuhkan semua itu. Ketika dia berjalan menghampiri pintu ruangan Sebastian, Diana melihat Rico dengan buket bunga. Dia berfikir untuk siapa bunga itu. Tapi tidak mempertanyakan nya.
Rico pun masuk keruangan Sebastian dengan membawa bunga. Melihat itu Sebastian merasa itu adalah hal yang aneh. Karena Rico tidak memiliki kekasih.
" Untuk apa bunga itu? " Tanya Sebastian.
Rico melirik bunga itu " Ini ... tadi saya beli ditoko, " Jawab Rico.
"Untuk siapa? " tanya Sebastian semakin curiga.
" Saya juga tidak tahu. Tadi dijalan sewaktu bertanya kepada penjaga toko. Wajahnya berubah ketika saya bilang hanya ingin bertanya. Saya pun membeli nya." Jawab Rico.
Wajah Rico seketika memerah.
"Kenapa karena itu kamu merasa malu
Kamu laki-laki, " Ucap Sebastian semakin memprovokasi perasaan Rico yang sudah buruk.
"Yang saya perintahkan bagaimana? " Tanya sebastian.
"Saya sudah mencari nya, tapi tidak menemukan nya. Bahkan saya pergi ke toko penjual barang antik. Mereka juga tidak mengetahui nya." Jawab Rico.
Rico meletakkan bunga itu di meja depan sofa. Dia keluar dari ruangan Sebastian. Diana melihat ada perubahan pada wajah Rico " Apa dia baru dimarahi si bos, " fikirnya.
Rico masuk keruangan nya, dia merasa kepala nya sakit. Karena lelah berkeliling tapi hasilnya nihil. Dia meletakkan kepala dimeja dan memijit-mijit kepalanya. Setelah sejam berada didalam. Sebastian menelepon "Kamu dimana? " Tanya Sebastian.
"Saya diruangan tuan, " Jawab nya.
"Saya mau keluar, " pinta Sebastian dan menutup telepon nya.
__ADS_1
Rico pun keluar dari ruangan yang menuju Sebastian.
" tok.. tok... tok., " Suara ketukan pintu.Dia pun masuk.
" Saya ingin kembali ke rumah," Ucap Sebastian.
" Baik tuan, "Jawab Rico.
Sebastian mengenakan jas nya kembali. Rico keluar dari dalam lebih dulu untuk mengambil mobil.
Sebelum keluar Sebastian mengambil buket bunga tadi. Dia pun keluar, ketika melewati meja Diana. Sebastian berhenti, dan menyerahkan buket itu pada nya " Ini dari Rico, "ucap Sebastian.
Diana kaget , dia menerima bunga itu dengan senang hati " Terima kasih tuan, "Ucap Diana.
Sebastian berjalan meninggalkan meja Diana.
Diana senyum sendiri, tak percaya dengan apa yang terjadi tadi. Dia memang mengetahui Rico membawa bunga, tapi tak pernah terfikir bahwa itu untuk dia.
Sebastian sengaja melakukan itu, menguji asisten nya itu.
Sebastian sudah berada dimobil. Di perjalanan Sebastian terlihat sesekali tersenyum mengingat apa yang dia lakukan tadi.
Rico melirik dari kaca depan. Tapi tidak berani bertanya.
Mobil sampai didepan rumah. Sebastian masuk kedalam rumah. Dia tidak melihat Sonya " Pak Seno," panggil Sebastian.
Pak Seno muncul dari belakang "Ada apa tuan?"
"Sonya dimana? " tanya Sebastian.
"Dia berada di belakang, " Jawab Pak Seno.
" Panggil dia kesini, " pinta Sebastian.
"Baik tuan, " pak Seno pun berjalan mundur perlahan menuju belakang.
"Sonya, dipanggil sama tuan, " panggil Pak Seno.
Sonya pun buru-buru menghampiri " Ada apa tuan? " tanya Sonya.
" Barang-barang yang dia perlukan tidak kami dapatkan." Ucap Sebastian.
__ADS_1
Sonya terdiam "Saya akan beritahu nona, bahwa benda yang dia butuh kan tidak ada," Ucap Sonya.