
Sonya telah selesai dengan pekerjaan nya ,dan kembali kepada Rosse yang telah menunggu.
" Nona,saya sudah selesai. Kita mau kemana?" tanya Sonya.
"Temani saya dirumah kaca,saya merasa sunyi tidak ada teman bicara." Keluh Rosse.
"Baiklah." Sonya mengulurkan tangannya kepada Rosse,dan Rosse berpegangan pada Sonya. Mereka menuju rumah kaca. Dalam hati Rosse,dia masih trauma dengan kejadian sebelum nya. Tapi labih tidak ingin berakhir seperti patung pancuran. Diam tanpa bisa berbuat apa.
Mereka sudah berada didepan pintu . Sonya membuka pintu itu. Ini yang pertama kali ,semenjak rumah itu diperbaiki. " Ayo nona..!" ajak Sonya.
Rosse melangkah kan kaki nya sedikit ragu. Karena adanya Sonya,membuat dia sedikit yakin. " Apa rumah ini tidak akan menimpa aku lagi?" Ucap Rosse mengeluarkan unek-uneknya.
" Tidak nona,ini sudah lebih baik dari sebelumnya. " Jawab Sonya.
Rosse memberanikan diri masuk kedalam. " Jangan tutup pintunya. Biar saja terbuka," pinta Rosse.
"Baik nona..!" Sonya pun membuka penuh pintu itu,agar tidak menutup.
__ADS_1
Rosse merasakan beberapa bau bunga didalam rumah kaca tersebut. Beberapa jenis bunga yang dia tanam telah berbunga. Selama Rosse tidak kesana. Bunga-bunga itu tersiram secara otomatis dengan memakai sprinkler. Tidak perlu untuk disiram lagi. Rosse menjadi senang,karena bunga-bunganya tidak kekurangan air.
"Bunga mawar favorit nona, kini terlihat mekar. Kelopak nya berlapis-lapis indah." ucap Sonya .
Rosse tersenyum " Mana..?" .
Sonya mendekatkan tangan Rosse ke kepolak mawar tersebut. Rosse meraba bunga tersebut dan senyum nya semakin melebar. " Keindahan bunga ini tidak bisa ku nikmati. Hanya bisa menikmati dengan aroma nya." keluh Rosse.
Sonya mendekap pundak Rosse dan menepuknya dengan lembut. "Semoga suatu saat nanti,nona bisa kembali melihat. " hibur Sonya.
" Terima kasih Sonya sudah menghiburku." ujar Rosse.
Sampai lah saat nya makan siang. Oma yang sudah menghadap meja makan,tidak melihat Rosse.
"Pak Seno,panggil Rosse agar makan sama," pinta Oma.
" Baik nyonya," Pak Seno pun pergi ketaman samping menuju rumah kaca.
__ADS_1
Pak Seno masuk " Tokk..tokk..tok..!" siara ketuka dipintu.
Sonya menoleh ke arah pintu "Ada apa pak?" tanya Sonya.
" Oma menunggu nona untuk makan siang..!" ucap pak Seno.
"Baiklah pak. Sebentar lagi saya akan kesana," jawab Rosse.
Pak Seno pun pergi meninggalkan mereka berdua. "Sonya,hari ini sampai disini saja.Terima kasih sudah mau menemani ku. " tutur Rosse.
"Itu sudah menjadi kewajiban saya nona.Lagian tuan juga sudah pernah bicara sama saya. Dia ingin saya membantu nona sebagai pendamping. " jelas Sonya.
Rosse tersenyum.Mereka pun pergi meninggalkan rumah kaca tersebut. Berjalan bergandengan menuju kedalam rumah. Ketika diruang makan "Mari makan nak," ajak Oma.
" Iya Oma. Maaf ya Oma sudah menunggu lama," ucap Rosse.
"Tidak apa-apa,Oma belum terlalu lapar tadi," jawab Oma.
__ADS_1
" Mari kita makan Oma," ajak Rosse. Mereka pun makan bersama. Menikmati setiap hidangan lezat yang dimasak oleh pak Seno.
Selesai makan,Oma mengajak Rosse untuk mengobrol di halaman depan. Rosse hanya mengikuti saja.