
Istri Roberto merasa sakit hati dengan penghianatan suaminya. Dia berniat meninggalkan suaminya dan membawa anaknya pergi ke luar negri.Sebastian akan menanggung penghidupan mereka selama disana. Bagi Sebastian walau Roberto adalah paman nya. Tapi yang baik padanya hanyalah istri dan juga anak Roberto.
Setelah pertemuan siang itu. Sebastian kembali ke kantor. Istri Roberto dan anaknya akan meninggalkan negara X.
Sebastian merasa senang, setelah berhasil membujuk istri Roberto.
Di perusahaan Roberto terlihat duduk manis di meja kerjanya. Dia sama sekali tidak tahu atas masalah yang terjadi. Dia terus bermain-main dengan ponselnya. Dia berusaha menghubungi Viola, wanita simpanannya. Tapi tidak kunjung di angkat. Dia beranjak dari tempat duduknya. Melangkah keluar, dia menuju alamat Viola, rumah yang dia berikan "Viola, kamu didalam? " Panggil Roberto.
Tidak ada jawaban sama sekali. Terdengar suara langkah kaki dari dalam "Roberto, " Gumam Viola.
"Viola sayang, buka pintu. Saya mau masuk, " Pinta Roberto.
"Maaf Roberto, kita sudahi saja hubungan ini, " Ucap Viola dari balik pintu pembatas.
Roberto terperanjat "Apa yang kamu maksud?" Tanya nya masih belum mengerti.
"Saya sudah mendapatkan pengganti mu. Yang lebih kaya dan masih muda, " Jawab Viola.
Wajah Roberto seketika memerah mendengar penjelasan Viola "Berarti selama ini, kamu sengaja memanfaatkan saya, " Roberto memukul pintu.
Viola berlalu meninggalkan Roberto yang masih berada diluar. "Viola, buka pintu. Saya yang memberikan kamu rumah ini. Kenapa kamu setega itu, " bentak Roberto.
Tapi Viola tetap tak menghiraukan ucapannya.
Merasa putus asa, Roberto kembali kedalam mobil "Perempuan pe****r. Dasar mu****n, " Roberto menggila sendiri.
Dia menghidupkan mesinnya dan menuju perusahaan. Dengan hati yang panas, dia hempaskan tubuh nya ke kursi yang didepan meja kerjanya.
"Dasar wanita s**l, tidak bisa diberi hati, " kutuk Roberto.
Sebastian mengetahui apa yang terjadi pada Roberto. Anak buahnya selalu mengikuti kemana Roberto pergi dan memberitahu tahu apa yang terjadi.
Dia tertawa puas dengan rencananya "Ini masih permulaan paman, masih ada besok, " Ujar Sebastian dengan guratan senyum membunuh.
Hari beranjak petang, semua pekerja mulai bergegas meninggalkan pekerjaan nya masing-masing.
__ADS_1
Roberto yang masih dalam keadaan panas, berjalan terhoyong menuju parkir. Dia melajukan mobil nya menuju kediamannya . Dia hanya disambut oleh seorang penjaga rumah. Dia heran, karena tidak ada anak dan istrinya yang menyambut seperti biasa "Mana nyonya? " tanya Roberto pada penjaga.
"Nyonya pergi bersama nona muda tuan, " Jawab penjaga.
Tanpa bertanya lagi, dia berjalan menuju kamar. Disana terlihat sepi , tapi Roberto tidak merasa kan sesuatu yang berubah.
Dia menyandarkan tubuh nya di kepala ranjang, mata nya terpejam seketika dan akhirnya terlelap.
Ketika Roberto bangun, dia melirik jam yang berada di tangannya, sudah jam tujuh malam. Dia bergegas ke kamar mandi. Dia mengguyur kan air keseluruhan tubuh dan membasahi rambutnya.
Setelah selesai, dia pun mengambil handuk dan mengeringkan rambut dan tubuh nya. Dia menuju lemari pakaian. Ketika ingin mengambil baju dia merasa ada yang berbeda. Dia perhatikan dan membuka pintu demi pintu. Dia terbelalak, pakaian istrinya hanya tinggal sedikit dan lainnya sudah dibawa. Roberto pun panik. Dia segera memakai pakaiannya dan berjalan menuju kamar anaknya. Dia membuka lemari pakaian, ternyata pakaian anaknya juga telah berkurang. Hanya tertinggal beberapa baju sehari-hari dan baju tidur.
"Bruukkk....., " Dia membanting pintu lemari.
"Kemana mereka pergi? " gumam Roberto.
Dia berjalan menuju lantai bawah. Disana para pelayan sudah menyiapkan makanan untuk nya.
"Kalian ada yang tahu kemana nyonya pergi? " tanya Roberto.
"Nyonya bilang kemana dia pergi? " tanya Roberto.
"Nyonya tidak bilang apa pun tuan, " Jawab Pelayan.
Dia pun duduk di kursi. Mengambil nasi dan meletakkan lauk pauk dipiringnya dan menyantap makanannya. Sedari tadi dia merasa lapar setelah terbangun dari tidur nya.Difikiran nya bertanya- tanya kemana istri dan anaknya pergi.
Roberto selesai dengan makannya.Kemudian dia bergegas ke ruang kerja. Dia mencoba menghubungi ponsel istrinya, tapi tidak menerima jawaban sama sekali. Dia juga mencoba menghubungi ponsel anaknya, tidak ada jawaban. Dia semakin frustasi dan menendang meja yang ada di hadapannya "Ada masalah apa sampai mereka pergi tanpa memberi tahu? " Bertanya pada diri sendiri.
Saat ini Roberto merasakan kesepian. Viola sudah menolak kehadiran nnya, bahkan melarang masuk kerumah yang dia beli dengan uang nya sendiri. Dia memutuskan pergi club tempat Viola biasa bekerja.
Ketika Roberto ingin masuk, dia ditahan oleh penjaga pintu disana "Apa-apa an ini. Kenapa saya tidak diperbolehkan masuk? " Tanya Roberto dengan nada jengkel.
"Maaf tuan, anda tidak diperbolehkan masuk ke dalam. Silahkan pergi dari sini, " Ucap Penjaga.
Roberto merasa kepala ingin meledak. Dia pun bergegas meninggalkan club tersebut. Dia menuju ke mobil dan menghubungi seorang wanita "Kenapa saya tidak boleh masuk kedalam? " tanya Roberto di telepon.
__ADS_1
"Maaf tuan, Anda sudah tidak di ijinkan masuk oleh pemilik club ini, " Jawab wanita seorang g"r*o.
Roberto belum mengerti, biasanya tidak ada pengecualian untuk nya selama ini "Apa salah saya? " Tanya nya semakin berang.
"Maaf, saya masih banyak urusan, " Ucap wanita tersebut dan menutup teleponnya.
"Tunggu, sa... " Belum habis Roberto bicara, sambungan telepon terputus.
Dia coba kembali menghubungi, sekarang panggilannya sudah di blokir.
Roberto semakin tak karuan "Hari ini begitu sial. Kenapa semua terjadi secara bersamaan? " Ujar Roberto.
"Deerrttt.... deerrttt , " Sebuah getaran ponsel.
Dia buka dan laporan untuk besok untuk sebuah meeting.
Roberto menghidupkan mesinnya. Dan pergi ke sebuah bar. Dia memesan minuman beralkohol dan menikmatinya sendiri. Setelah beberapa jam duduk disana. Dia sudah sempoyongan, jalan tak beraturan. Sebelumnya,dia sudah memesan supir pengganti.
Supir pengganti telah tiba "Tuan, saya sebagai supir pengganti yang tuan pesan, " Ucap Laki-laki muda tersebut.
Roberto menyerahkan kunci mobil kepada supir tersbeut. Lalu berjalan menuju mobil. Si supir hanya menuruti dari belakang. Setelah sampai di depan mobil, si supir membukakan pintu belakang dan Roberto pun masuk.
Si supir pun dengan segera menghidupkan mesin nya dan menuju alamat yang sudah tertera di pesan. Roberto tak sadarkan diri di kursi belakang.
Ketika mobil sampai didepan gerbang utama,penjaga menghampiri "Sampai sini saja. Nanti saya yang akan bawa tuan kedalam, "Ucap penjaga.
Si supir pun keluar dari mobil " Tapi pak, saya belum dibayar, " Ujar Si supir.
Si penjaga menggaruk kepalanya "Tidak mungkin saya yang bayar," Ungkap Penjaga.
Dengan berani si penjaga merogoh kocek tuannya dan mengambil dompet. Dia melihat isi dompet, adakah uang untuk membayar supir tersebut.
Ternyata ada beberapa lembar uang kecil dan juga uang besar "Berapa? " Tanya penjaga pada si supir.
"Hanya 20 dollar, " jawab si supir.
__ADS_1
Si penjaga pun memberikan uang kecil berjumlah 20 dolar. Si supir langsung pergi dari kediaman Roberto.