BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 46.


__ADS_3

Hari pernikahan sudah ditentukan. Acara itu akan digelar di kediaman Sebastian. Karena pernikahan ini hanya disaksikan oleh orang-orang terdekat dan juga semua pelayan dirumah Sebastian. Sebastian sudah memberitahukan , bahwa sesiapa pun dirumah itu tidak boleh mempublikasikan hubungan ini. Kalau ada yang berani mempublikasikan , maka Sebastian tidak akan segan-segan mengambil tindakan. Selain untuk menjaga privasi Rosse, juga untuk menjaga keamanannya dari musuh-musuh Sebastian diluar sana.


Sebastian meminta Rosse untuk menemui nya di halaman depan. Rosse segera menghampiri "Ada apa tuan..? " tanya Rosse.


"Apa kamu sudah siap untuk sebuah ikatan yang terlihat seperti kekanak-kanakan? " tanya Sebastian.


"Saya biasa saja tuan, yang penting Oma merasa senang. " Jawan Rosse. "Tapi apa mungkin tuan sebaliknya? " Tanya Rosse balik.


"Saya... saya tidak merasa keberatan. Saya hanya ingin melihat Oma sehat dan bahagia di akhir tuanya, " Jawab Sebastian dengan gugup.


"Saya mengerti maksud tuan. Bila suatu saat nanti tuan sudah menemukan jodoh yang tepat. Saya akan dengan senang hati mengakhiri semua sandiwara ini, " ucap Rosse.


Mendengar pernyataan Rosse,membuat Sebastian merasa bahwa di hati Rosse tidak merasakan apapun padanya. Hanya karena merasa kasihan terhadap Oma.


"Baiklah kalau begitu mau mu, " Jawab Sebastian.


Hati Rosse merasa dipermainkan oleh perasaan nya sendiri " Kenapa aku merasa sakit. , ketika tuan Sebastian setuju akan putusan ku tadi, " Fikir nya.


Hampir saja jatuh air matanya, tapi dia tahan sekuat tenaga. Tidak ingin menunjukkan sisi lemahnya .


Tiga hari menjelang pernikahan, mereka belum melakukan fitting gaun pengantin. Oma merasa hal itu adalah hal penting. Ketika Sebastian berada diruang kerjanya, sebuah ketukan di pintu membuyarkan fokusnya "Tok.. tok... tok...! "


"Siapa.. ? " tanya Sebastian.


"Ini saya tuan, pak Seno..! " jawab pak Seno.


"Ada apa Pak..? "


"Di panggil nyonya besar.! " ujar pak Seno.


"Baiklah, sebentar lagi saya turun. "


Pak Seno pun turun kembali dan mengerjakan tugasnya yang tertunda.


Sebastian menutup laptop kerjanya, dan pergi menuju kamar Oma.


"Tok... tok... tok... " Suara ketukan.


"Masuk lah," Suara Oma dari dalam kamar.


Sebastian masuk dan duduk di sofa bersebelahan dengan Oma "Ada apa Oma? " Tanya Sebastian.


" Apa kamu sudah memberikan baju pengantin untuk Rosse? " Tanya Oma.


" Itu... belum Oma..! " Jawab Sebastian.


" Besok, kamu harus membawa dia memilih gaun yang indah. Walau pernikahan ini kecil-kecilan. Oma mau tetap berkesan." Pinta Oma.

__ADS_1


"Baik lah Oma, besok siang akan Tuan bawa memilih baju pengantin, " Jawan Sebastian.


" Ya sudah, Oma hanya ingin mengingatkan itu saja."


Sebastian pun kembali keluar, berjalan menghampiri kamar rosse " Tok... tok... tok... Rosse...!"Panggil Sebastian.


"Ya tuan, " jawab Rosse. Dia berjalan perlahan menuju pintu dan membuka nya. " Ada apa tuan? " Tanya Rosse.


" Besok siang, kamu siap-siap. Kita akan pergi memilih baju pengantin, " Pintar Sebastian.


" Apa itu tak terlalu merepotkan tuan? " keluh Rosse.


" Oma yang meminta," Ujar Sebastian.


" Baiklah, "Jawab Rosse.


Sebastian pun pergi , kembali menuju tangga. Setelah langkah kaki Sebastian terdengar semakin jauh, Rosse menutup pintunya la kembali.


Keesokan harinya.


Sebastian meninggal pekerjaannya dan kembali kerumah. Dia masuk kedalam rumah untuk memanggil Rosse. Ternyata Rosse sudah siap sedari tadi. " Apa kamu sudah siap?" Tanya Sebastian.


" Sudah tuan, " Jawab Rosse yang duduk berdampingan dengan Oma.


"Ayo kita pergi..! " ajak Sebastian.


Sebastian menoleh ke arah Oma, dengan isyarat Oma menjerengkan matanya pada Rosse. Hanya sekali pandang, Sebastian tahu apa maksud Oma nya tersebut. Sebastian kembali mundur dan menyentuh tangan Rosse.


Sentuhan itu membuat Rosse merasa grogi dan malu. Mereka berjalan menuju mobil dan berangkat. Oma tertawa puas telah mempermainkan cucu nya yang berhati dingin. Hanya Oma lah orang satu-satu nya yang bisa membuat hati Sebastian menjadi manusia. Karena didunia Sebastian, tidak ada kata teman atau saudara.


Mobil sampai di butik, tempat mereka sebelumnya membeli baju untuk melihat orkestra. Mereka masuk dan disambut ramah oleh pramuniaga .


"Selamat datang tuan dan nona." Sambut nya ramah.


Sebastian memegang erat tangan Rosse. Pramuniaga hanya bisa melihat kemesraan yang dia tidak ketahui disebaliknya. " Tunjukkan beberapa gaun untuk pengantin, "Pinta Sebastian.


" Siapa yang memakai tuan? " Tanya Pramuniaga.


" Dia, " Jawa Sebastian sambil menunjukkan ke arah Rosse.


" Mari Nona ikut saya ,"Pinta Pramuniaga.


Rosse menjadi bingung, bagaimana cara dia ingin mengikuti pramuniaga itu.Sementara dia buta. Sebastian melihat itu dan kembali membimbing jalan yang di tunjuk oleh pelayan tadi.


" Maafkan saya tuan. Saya tidak mengetahuinya, " Ucap Pramuniaga.


Sebastian hanya mengangkat tangannya, tanda pramuniaga itu berhenti meminta maaf. Sebastian tidak ingin membuat Rosse tersinggung.

__ADS_1


Setelah memilih-milih pakaian, akhirnya gaun berwarna putih terlihat indah dipakai oleh Rosse. Menyatukan bersama putih kulit Rosse yang seperti awan. Sebastian merasa terkesima dengan pemandangan yang ada didepan nya.


"Baiklah, kami memilih gaun yang ini, " Ucap Sebastian.


Tak lupa Sebastian juga memilih pakaian,untuk dia kenakan di hari pernikahan nya nanti.


Setelah semua lengkap mereka akhirnya memutuskan pulang kerumah. Diperjalanan Sebastian mengingat hal yang paling banyak digunakan oleh kaum hawa, yaitu set makeup.


"Rico, kita belum membeli makeup untuk dipakai oleh Rosse. " Ucap Sebastian.


" Baik tuan."Jawab Rico. Mereka singgah ke sebuah mall besar dan ketika akan turun dari mobil. Rosse menolak untuk turun. " Ada apa? " Tanya Sebastian.


" Saya tidak ingin turun tuan. Saya akan menunggu di mobil saja. "jelas Rosse.


Sebastian mengerti dan tidak memaksa nya untuk turun. " Rico, kamu saja yang masuk kedalam. Dan pilih alat makeup yang paling bagus" Perintah Sebastian.


Rico pun berjalan sendiri dengan perasaan emosi.Merasa harga dirinya teraniaya, melakukan hal yang bisa membuat harga dirinya jatuh. Dia pun tidak mengerti dengan yang namanya per makeup an. Seketika dia teringat dengan Diana "Dia kan suka makeup. Baik saya tanya dia, " Rico pun mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi Diana.


"derrttt.... deerrrtt...... d deerrrtt...! " Getaran Ponsel Diana. Dia ucap layar ponsel nya.


"Hallo.. siapa ini? " Tanya Diana.


" I... I... ini saya, " Jawab Rico.


"Saya..! " Tanpa penjelasan.


"Kalau tidak ada kepentingan, saya akan tutup teleponnya." Ancam Diana dengan nada marah.


"Saya Rico, " Jawabnya cepat sebelum telepon di tutup.


Diana merasa seperti salah pendengaran " Siapa ini..? " Tanya nya lagi untuk memastikan.


Rico menjadi jengkel karena harus menjawab berulang " Saya Rico."Jawan nya.


Diana kegirangan mendengar suara Rico ditelepon "Ada apa tuan? " Tanya nya dengan nada manja.


" Eee... itu. Produk kosmetik yang paling bagus itu apa? " Tanya Rico.


Diana berfikir sejenak "Oh Tuhan, untuk apa Tuan Rico bertanya tentang kosmetik? " batin nya .


" Produk ******* tuan, " jelas Diana.


" Biasa nya... (terhenti ) saat wanita memakai kosmetik apa saja yang dibutuhkan? " Tanya Rico.


"Tuan dengan baik-baik, moisturizer atau suncscreen, primer, foundation, concealer, bedak jangan lupa ada yang padat atau bubu......" Belum selesai Diana berbicara "Tunggu... tunggu. Kamu tuliskan saja. Kirim ke nomor ini, " Potong Rico dan menutup teleponnya.


Diana jadi bingung dengan Rico yang serba salah "Dasar orang sin**ng, dia yang bertanya malah di tutup, " Diana ngedumel sendiri.

__ADS_1


Akhirnya Diana hanya menuliskan nama alat-alat yang di butuhkan melului pesan.


__ADS_2