
Ambulans tiba dengan segera. Para petugas memasukkan tubuh Sebastian kedalam ambulans. Celana yang dikenakan oleh Jasmin terkena darah dari Sebastian. Dia masuk kedalam mobil nya. Dan mengikuti ambulans itu dari belakang.
Setelah sampai dirumah sakit,beberapa perawat dan dokter dengan sigap memberi pertolongan dan membawa nya keruangan IGD.Jasmin dan Elsa menunggu di depan pintu IGD.
Seorang dokter keluar dari ruangan IGD "Maaf,anda ini siapa nya pasien?" tanya dokter.
Jasmin bingung mau jawab apa. Dia hanya orang yang baru dia kenal beberapa hari lalu. "Saya kenalan nya dokter...!" jawab Jasmin.
"Keadaan pasien sedikit kritis. Kita harus melakukan beberapa oprasi kecil..!" ucap Dokter.
Jasmin merasa ragu untuk menjamin keselamatan Sebastian.Dia takut orang itu berakhir dimeja oprasi. Dan pasti dia sebagai orang yang mewakili akan bertanggung jawab.
"Bagaimana Nyonya,saya harap anda segera menandatangi surat. Agar oprasi segera dilakukan..!" ucap Dokter.
"Baiklah dok,saya akan menandatangi nya..!" ujar Jasmin.
Dengan terpaksa,dia harus menjadi wali bagi Sebastian. Dan para dokter segera melakukan oprasi penyelamatan.
__ADS_1
Didalam,para dokter melakukan beberapa prosedur sebagai penanganan untuk keselamatan pasien. Menunggu dua jam lebih,seorang dokter pun keluar dari dalam ruangan. Jasmin dengan rasa takut dan gemetar berdiri menghadap dokter tersebut "Bagaimana laki-laki itu dokter..?" tanya Jasmin cemas.
"Dia sudah melewati masa kritis. Hanya menunggu dia bangun dan kita lihat perkembangan selanjutnya..!" jawab Dokter dan berlalu pergi meninggalkan Jasmin.
Elsa yang ikut menunggu,mulai merasakan bosan. Dia meminta pada mama nya untuk segera pergi dari sana. "Mama,kita sudah lama disini,Elsa bosan..!" ucap Elsa dengan rengekan.
Jasmin memandang ke arah anak nya dan berjongkok "Sebentar lagi sayang,kita menunggu paman tadi dipindahkan lebih dahulu..!" jawab Jasmin.
"Apa masih lama lagi ma..? " tanya Elsa.
"Sebentar lagi,Elsa harus sabar ya..!" rayu Jasmin.
Disana,Sebastian masih belum sadarkan diri dari pengaruh anestesi.Jasmin masih menunggu sampai Sebastian terbangun.
Setelah dua jam,Sebastian mulai menggerakkan tangannya.Jasmin merasa senang dan pergi keluar memanggil dokter.
Masuk lah seorang dokter yang diikuti oleh Jasmin. Dokter memeriksa kondisi Sebastian secara keseluruhan "Kondisinya stabil,dan kita masih harus terus memantau nya.." ucap dokter.
__ADS_1
Setelah itu,dokter pun pergi meninggalkan mereka.
Sebastian sudah membuka mata sepenuhnya,hal pertama yang paling dia rasakan adalah aroma tubuh Jasmin yang duduk di samping nya. "Rosse..!" Sebastian terbawa kerinduan akan istrinya yang sudah lama hilang.
Mendengar Sebastian memanggil nama seorang wanita,Jasmin lebih mendekat lagi kesamping Sebastian "Apa istri kamu berada disini...?" tanya Jasmin.
Sebastian hanya memandangi wajah wanita yang ada dihadapannya itu.
"Tuan...!" panggil Jasmin lagi.
Seketika lamunan Sebastian pecah "Maaf,saya teringat istri saya.." ucap Sebastian mengenang.
"Dimana istri anda sekarang...?" tanya Jasmin.
"Dia menghilang...! " jawab Sebastian.
Jasmin menjadi terharu mendengar penjelasan Sebastian. "Kata dokter,kondisi tuan masih harus dipantau. Jadi untuk beberapa hari ini,tuan masih harus berada dirumah sakit ini...!"
__ADS_1
"Apa...?" tanya Sebastian.
"Tuan tenang saja. Saya akan sering kesini untuk menjenguk tuan sampai dokter memperbolehkan pulang.!" jawab Jasmin.