BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 135.


__ADS_3

Para dokter berjuang selama tiga jam di dalam ruangan IGD,akhirnya selesai. Lampu merah sudah tidak menyala lagi,sementara diluar Sebastian masih dengan hati yang gelisah menunggu kabar baik. Tak henti-henti dia berdo'a dan meminta pada Tuhan agar menyelamatkan istrinya.


Pintu pun terbuka,dokter keluar dan menghampiri Sebastian "Oprasi nya berjalan lancar. Pasien masih belum sadar. Kita lihat perkembangan nya setelah lah dia sadar..!" dokter menjelaskan.


"Terima kasih dokter..!" ucap Sebastian.


Dokter pun melangkah pergi.Terlihat beberapa perawat membawa Rosse keluar dari ruang IGD. Sebastian menurutinya ke ruang pemulihan. Setelah tubuh Rosse dipindahkan. Sebastian menemani nya sepanjang waktu.


Sudah empat jam akhirnya Rosse siuman. Dia membuka matanya secara perlahan dan sekitar terasa seperti berkabut. Ketika dia mengangkat tangan kiri nya. Ada sesuatu yang manahan,dia menoleh ke kiri dan ternyata itu Sebastian yang tertidur karena kelelahan menunggu.


Rosse menarik tangan nya pelan-pelan,dan itu membuat Sebastian terbangun. "Kamu sudah siuman..?" tanya Sebastian.


"Apa yang terjadi..?" tanya Rosse masih belum sadar sepenuhnya.


"Kamu tidak usah banyak bicara dulu,aku akan memanggil dokter dulu..!" ucap Sebastian.


Dia pergi berjalan keluar dari ruangan Rosse di rawat. Ketika kembali ,dokter sudah bersama nya.


Dokter memeriksa detak jatung Rosse "Nona,apa anda bisa melihat tangan saya dengan jelas..!" tanya dokter sembari menggerakkan kelima jarinya didepan mata Rosse.


"Jelas Dokter..!" jawab Rosse.

__ADS_1


Mendengar jawaban Rosse,Sebastian merasa ke khawatiran nya pun hilang. "Dia baik-baik saja tuan. Hanya saat ini dia butuh waktu untuk istirahat. " ucap dokter.


"Baiklah dok..!" ujar Sebastian.


Dokter kembali pergi meninggalkan mereka. Sebastian memegang erat tangan Rosse yang terhubung dengan selang infus. "Kamu sudah sadar membuat ku merasa senang dan bersyukur. " ucap Sebastian.


"Mana anak-anak..?" tanya Rosse.


"Mereka dirumah bersama Oma..Aku telah memerintahkan penjaga untuk menjaga mereka. " jawab Sebastian.!


Rosse memandangi wajah Sebastian yang sedikit sembab karena menangis."Apa kamu menangis..?"tanya Rosse dengan suara yang agak lirih.


Melihat perhatian Sebastian,Rosee semakin merasakan suka kepada Sebastian. Dia berharap ini bukan hanya sementara.


Masih dalam keadaan lemah,Rosse berusaha ingin tidur agar lebih bertenaga. Ketika memejamkan mata,dia melihat bayangan seorang wanita buta. Sedikit demi sedikit,Rosse seperti mengingat sesuatu dimasa lalunya. Kembali Rosse membuka mata dan sedikit menahan rasa sakit dikepala.


"Ahhh..!" Rosse meringis.


Mendengar suara Rosse yang seperti kesakitan,Sebastian mendekat "Dimana yang sakit..?" tanya nya panik.


"Tidak apa-apa.Aku hanya seperti mengingat sepenggal ingatan masa lalu..!" jelas Rosse.

__ADS_1


"Apa yang kamu ingat..?" tanya Sebastian penasaran.


"Seorang wanita menangis sambil memandangi sebuah foto seorang wanita tua..!" jelas Rosse.


"Mungkin yang kamu lihat adalah masa lalu mu ketika nenek meninggal. jelas Sebastian.


Mendengar penjelasan Sebastian,Rosse berusaha mengingat kejadian itu. Sedikit dia mengingat ketika dia dan neneknya lagi makan bersama. Tapi ingatan itu terlintas hanya sepenggal-sepenggal. "Sudah,kamu tidak usah berfikir terlalu keras. Kamu belum lagi sembuh. " ucap Sebastian.


Rosse pun berhenti berusaha mengingat kejadian masa lalu . Dia berharap dengan seiring waktu,ingatannya akan pulih sepenuh nya.


Setelah meminum obat,Rosse merasakan kantuk. Kembali dia tertidur agar lebih baik.


Sebastian mengambil ponsel nya dan berjalan keluar. Dia menghubungi Rico asisten nya "Hallo..!" sebuah suara dari seberang telepon.


"Aku mau kamu periksa kamera yang ada dimobil. Cari tahu mobil yang menabrak istri ku..!" perintah Sebastian.


"Baik tuan..!" jawab Sebastian dan percakapan mereka pun berakhir.


Saat ini Sebastian merasa lapar. Tapi tidak bisa meninggalkan istrinya sendiri untuk mencari makanan. Semua anak buahnya dia perintah kan untuk berjaga-jaga dikediamannya.


Dengan sangat terpaksa,dia harus makan masakan yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2