
Setelah mereka pergi dari club,Sebastian memilih untuk kembali ke toko Jasmin. "Terima kasih,sudah mengantarkan ku..!" ucap Sebastian.
"Baiklah,aku pergi dulu..!" ujar Frederick.
Ketika Sebastian ingin masuk kedalam toko,Jasmin berjalan menuju pintu "Kamu sudah bangun..?" tanya Sebastian.
Jasmin menjawab dengan anggukan "Saya ingin menjemput anak-anak . Sudah sore,mereka pasti sudah menungguku..!" ucap Jasmin.
"Aku ikut denganmu..!" ucap Sebastian.
Jasmin hanya mengangguk.Mereka pun bergegas masuk kedalam mobil. Dijalan,ketika menyetir. Jasmin seperti tidak fokus,dia terlihat seperti menahan rasa sakit. Sebastian mengetahui itu dari raut wajah Jasmin "Apa kamu baik-baik saja..?" tanya Sebastian.
"Saya baik-baik saja..!" jawab Jasmin tapi seperti menahan rasa sakit.
__ADS_1
"Kamu tidak baik-baik saja,minggir kan mobil nya.!" minta Sebastian.
Tanpa bantahan,Jasmin meminggirkan mobil nya "Biar aku yang menyetir." pinta Sebastian.
Jasmin pun bertukar posisi dengan Sebastian.Sekarang Sebastian yang menyetir,sementara Jasmin duduk bersandar dan menutup kedua matanya.
Mereka pun akhirnya tiba di tujuan.Anak-anak mendekat ke mobil.Melhat Sebastian yang keluar dari mobil,anak-anak terlihat senang.Elsa berlari dan memeluk papa nya.Adam mendekat "Mama mana..? tanya nya.
Elsa dan Adam membuka pintu mobil dan melihat mama mereka sedang tertidur di bangku depan.Mereka pun bergegas pulang kerumah. Anak-anak keluar dari dalam mobil dan Sebastian membangunkan Jasmin yang seperti nya tertidur pulas."Jasmin bangun,kita sudah sampai..!" ucap Sebastian.
Jasmin membuka matanya perlahan dan turun dari mobil. Jasmin memegang kepala nya yang terasa sakit. Setelah menutup pintu mobil,Jasmin berjalan. Ketika berjalan tubuhnya tiba-tiba ambruk. Sebastian yang masih berdiri di sampingnya dengan cepat menangkap tubuh Jasmin yang sudah terkulai tak berdaya. "Jasmin.Jasmin..!" Sebastian memanggil-manggik nama nya untuk menyadarkan.
Tapi panggilan Sebastian tidak direspon oleh Jasmin.Sebastian mengangkat tubuh Jasmin menuju kamar. Disana terlihat Elsa seperti ingin menangis melihat mama nya tak sadarkan diri.
__ADS_1
Sebastian membaringkan tubuh Jasmin ditempat tidur. Dia meraba dahi Jasmin,dan terasa panas ."Mama demam,tolong bawakan air dalam mangkuk dan handuk kecil." pinta Sebastianpada Elsa.
Elsa bergegas pergi kedapur dan mengambil apa yang diminta Sebastian. "Ini pa..!" ucap Elsa dan memberikan mangkuk tersebut pada Papa nya.
Sebastian membasahi handuk tersebut dan menempelkan nya pada dahi Jasmin.
Hari sudah gelap,Sebastian masih berada di rumah Jasmin. Dia merawat Jasmin sendiri,malam itu panas nya belum turun juga. Sebastian terus berusaha berjaga sampai waktu dini hari. Ketika jam menunjukkan pukul tiga pagi. Sebastian sudah tidak sanggup lagi melawan rasa kantuknya.Dia tertidur ditepi tempat tidur.
Jam empat pagi,Jasmin terbangun. Merasa ada yang basah di atas kepala nya. Dia meraba dan melihat sebuah handuk. Ketika akan bangkit,dia merasa sebuah tangan berada di sampingnya. Dia menoleh ke kiri. Dan ternyata itu Sebastian yang tertidur dengan posisi terduduk.Jasmin merasa bersalah ,melihat posisi Sebastian yang tidak nyaman.
Pelan-pelan,Jasmin turun dari tempat tidur.Dia mengambil sebuah selimut dan menutupi tubuh Sebastian yang terlihat seperti sedang kedinginan.Jasmin berjalan kedapur mengambil segelas air minum dan meneguk nya. Dia seperti merasa tenggorokan nya kering.
Setelah selesai,dia kembali kekamar dan berbaring.
__ADS_1