BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 16.


__ADS_3

Di tempat kerja,Sebastian merasa lelah karena kurang tidur .


Rico yang sedari pagi sudah disana, belum mengetahui apa yang terjadi. Dia hanya merasa hari ini tuan nya sedikit berbeda. Sebastian adalah tipe orang yang tidak pernah bermalas-malasan , apalagi sampai tidur di kantor.


Saat ini semua itu tidak berlaku. Dia tertidur di sofa yang berada didepan meja kerja nya.


Rico tidak berani mengetuk pintu. Dia hanya bisa menunggu sampai Sebastian bangun.


Makan siang sudah hampir berlalu, Diana yang gelisah menunggu Sebastian tak kunjung keluar dari ruangannya. Rico tiba didepan ruangan Sebastian. Dia masih melihat Diana di mejanya " Kamu tidak makan siang? " Rico bertanya.


Sontak membuat Diana bingung " Saya menunggu tuan, tapi dia belum keluar," Jawabnya, sedikit tidak percaya Rico yang menyapa nya untuk yang pertama kali nya.


Rico meletakkan tangan nya di saku celana " Kamu boleh pergi sekarang. Kalau sudah jam istirahat, maka kamu tidak perlu menunggu tuan. " Rico pun membuka pintu.


Diana terdiam seribu bahasa, karena sebelumnya tidak pernah dalam sejarah Rico mau bicara dengannya.


Diana pun berlari kecil meninggalkan meja kerjanya. Dia menuju kantin, dia mengambil beberapa makanan. Dia tidak ingin makan dikantin ketika orang sudah selesai dan tinggal menunggu waktu untuk kerja kembali.


Dia membawa kotak bekal sendiri. Setelah selesai mengisi kotak bekal nya , Diana kembali duduk di kursi kerja nya. Dia tidak ingin melewatkan waktu kerja walau semenit.


Di meja nya, dia bisa membuat kerja sekalian makan. Perutnya sudah terasa berisi. Sekarang dia sudah tidak merasakan lemah karena kurang makan.


Rico yang berada di ruangan Sebastian, masih berdiri didepan sofa tempat bos nya tertidur. " Tuan... tuan," Rico membangunkan.


Sebastian membuka matanya, terlihat Rico yang sudah berada didepan nya " Jam berapa sekarang?" tanya Sebastian memijit keningnya.


Rico melihat jam di tangannya " Sekarang jam makan siang hampir habis, " Jawab Rico.


Sebastian pun duduk "Saya ketiduran, " Ucap nya.


Rico hanya memandangi wajah majikan nya tanpa bertanya. Didalam benak nya ingin menanyakan apa sebenarnya terjadi.


Sebastian bangkit dari duduknya dan menuju kamar mandi. Dia membasuh wajahnya dan sekarang sudah terlihat segar.


" Tuan, apa sebenarnya terjadi. Sampai tuan sepertinya kurang beristirahat? " Rico memberanikan diri untuk bertanya.


Sebastian hanya memandangi wajah Rico yang penuh harap agar ada sebuah jawaban. Tapi dia hanya berlalu meninggalkan Rico yang masih mematung ditempatnya.


Rico menyusul tuan nya menuju parkiran. Rico sudah mengerti dengan gelagat Sebastian. Dia membukakan pintu mobil untuk Sebastian.


Ketika mobil sedang berjalan " Rico, " Sebastian memanggil.

__ADS_1


"Ya tuan, " Jawab nya melirik dari spion depan.


"Apa yang akan kamu berikan pada seorang wanita yang baru kamu kenal. Tapi dia bukan pacar mu? " Sebastian bertanya.


Rico mencari jawaban yang pas atas pertanyaan Sebastian "Mungkin sebuah barang atau pakaian mahal, " Jawab nya sembarangan.


Sebastian hanya tersenyum mendengar jawaban polos Rico "Tapi wanita ini tidak seperti wanita yang selalu kamu lihat, " Jelas Sebastian.


Rico semakin bingung " Maksud tuan bagaimana? Di mana-mana setiap wanita itu menyukai barang-barang mahal, " timpal Rico.


Sebastian menghentikan pertanyaan nya. Tak ingin menjelaskan lebih dalam lagi. Rico masih berfikir, apa maksud dari pertanyaan Sebastian.


" Kita ke toko perhiasan saja," Minta Sebastian.


"Baik tuan," Rico pun menuju sebuah toko yang jaraknya sudah dekat.


Sampai didepan toko, Rico lebih dulu keluar dan membuka pintu untuk tuannya.


Sebastian pun keluar dan mengkancingkan baju jasnya yang terbuka. Dia berjalan dengan sangat gagah. Wanita yang berada di toko perhiasan itu memandangi Sebastian dari bawah sampai atas. Mereka tersenyum ketika arah nya. Tapi si hati dingin tidak tertarik dengan itu.


Dia berjalan menuju steling kaca .


" Kami ingin melihat dulu," Jawab Rico.


" Baiklah tuan," Ucap Pelayan dengan sopan.


Setelah melihat-lihat, Sebastian tidak begitu tertarik pada koleksi yang mereka pajang.


“ Apa toko ini punya koleksi lainnya? " Tanya Rico.


" Kami memiliki beberapa koleksi lainnya, tuan bisa melihatnya didalam, "Ucap Pelayan. " Silahkan lewat sini tuan, " Ajak pelayan kesebuah ruangan yang penuh koleksi mahal.


Pelayan menunjukkan beberapa koleksi mereka yang terlihat mewah. Tapi tidak membuat Sebastian tertarik.


" Hanya ini saja? " tanya Sebastian.


" Iya tuan. Kalau tuan mau yang spesial harus membuat pesanan seperti yang tuan inginkan, " Jawab pelayan. " Tuan mau yang seperti apa?" Tanya pelayan lagi.


Sebastian memikirkan apa yang harus dia berikan pada Rosse. Tapi tidak menyamai dengan orang lain. " Saya ingin sebuah kalung dengan ukiran nama, " Ucap Sebastian.


"Tuan bisa berikan contoh, mau seperti apa? " Tanya pelayan lagi.

__ADS_1


Dia pun bingung " Saya ingin desain yang sederhana dan ada ukiran namanya, " Jawab sebastian.


"Tunggu sebentar disini, saya akan membawa contohnya, " ucap pelayan.


Sebastian menunggu dengan tenang. Dia sedikit gugup, karena seumur hidup nya tak pernah sekali pun dia memberikan hadiah pada orang lain. Kecuali dengan sepupu nya.


Pelayan pun kembali datang membawa beberapa buah buku koleksi motif " Ini tuan , silahkan pilih seperti apa tuan mau, " Pinta pelayan.


Sebastian membuka lembaran buku satu persatu. Dia melihat sebuah motif yang menggambarkan karakter Rosse "Saya mau yang ini, tambah kan inisial namanya, " Tunjuk Sebastian.


Pelayanan tersenyum "Baiklah tuan, selera anda memang bagus, " memuji.


" Kapan bisa di ambil? " tanya Rico.


"Empat hari dari sekarang," Jawab pelayan.


"Tuan ingin melakukan pembayaran sekarang? " tanya pelayan lagi.


Rico mengeluarkan dompetnya dan mengambil kartu sakti yang hanya dimiliki dewa konglomerat.


Setelah melakukan pembayaran, mereka keluar dari toko tersebut.


" Untuk siapa tuan berikan kalung itu? " Tanya Rico tanpa sadar.


" Kamu sekarang sudah berani banyak tanya, " menatap wajah Rico.


Rico jadi ciut setelah mendengar ucapan Sebastian


" Maaf kan saya tuan, terlalu lancang menanyakan hal pribadi. "


Rico membuka pintu dan segera Sebastian menuju masuk. Diperjalanan mereka diam satu sama lain. Rico pun tak berani melirik melalui kaca depan. Dia membuang jauh-jauh semua fikirannya yang masih penasaran.


Ketika mobil sudah dekat dengan perusahaan " Hari ini saya pulang saja. Saya mau istirahat, " Sebastian tiba-tiba berubah fikiran.


Rico meminggirkan mobil dan memutar arah setir. Sekarang tujuan mereka pulang ke kerumah. Hari belum terlalu sore, tapi Sebastian memilih ingin pulang. " Apa tuan sakit? " Rico memberanikan diri bertanya.


"Saya baik-baik saja. Hanya ingin istirahat dengan tenang, " Jawab Sebastian.


Mendapat jawaban yang cukup baik, membuat Rico melupakan rasa tegang sebelumnya.


Mereka sampai di rumah Sebastian, penjaga membuka pintu pagar yang tinggi menjulang. Mobil pun segera masuk.

__ADS_1


__ADS_2