
Oma menunggu kepulangan Sebastian dan Rosse. Sudah sore,tapi Sebastian dan Rosse belum juga kembali. Oma gelisah menunggu mereka. "Deerrttt...deerrttt...ddeeerttt...!" ponsel Oma bergetar. Susan memberikan ponsel kepada Oma. "Panggilan dari tuan Sebastian nyonya." ucap Susan.
Oma mengangkat panggilan itu "Hallo...!"
"Oma,untuk saat ini kami tidak bisa pulang kerumah..!" ucap Sebastian.
"Ada apa..? " tanya Oma.
Tidak terdengar suara Sebastian,hanya suara nafas yang terasa berat "Oma,Rosse mengalami keguguran. Dan dokter sudah melakukan pembersihan . Sekarang Rosse masih dirawat." Jelas Sebastian.
Ponsel Oma terjatuh kelantai,dia tidak percaya dengan kabar yang baru dia dengar.
Mendengar suara terjatuh,Sebastian panik. Dia berfikir jantung Oma kambuh lagi. "Hallo..hallo.. Oma" panggil Sebastian di seberang ponsel.
Susan yang menenangkan Oma,mengangkat telepon tersebut "Hallo.. tuan..!" jawab Susan.
"Oma kenapa,saya mendengar suara terjatuh..?" tanya Sebastian.
"Oma hanya shock,saya sudah menenangkan nya tuan," jawab Susan.
__ADS_1
"Baiklah,jaga Oma. Jangan sampai penyakit jantung nya kambuh," pinta Sebastian.
"Baik tuan..!" jawab Susan.
Sebastian pun menutup teleponnya. Oma merasa terpukul dengan berita yang disampaikan oleh Sebastian. Besar harapan nya pada kehadiran keluarga baru mereka tersebut. "Susan,minta pada supir untuk mengantarkan kita ke rumah sakit." pinta Oma.
"Baiklah Oma,saya akan memanggilnya." Susan pun pergi mencari pak Supir.
Setelah bersiap-siap,Oma oun berangkat ditemani Susan dan tak lupa juga mengajak Sonya. Dia adalah orang kepercayaan yang merawat Rosse.
Setelah sampai dirumah sakit,Oma didorong dengan menggunakan kurai roda. Tanpa bertanya,mereka terus berjalan menuju keruangan Rosse.
Kata-kata Oma semakin menambah rasa luka di hati Rosse. Setelah kedatangan Oma,Rosse telihat menitikan air matanya . Tapi tetap iya tahan,agar tidak terbawa suasana.
Semua orang berkumpul diruangan itu. Oma bercerita tentang masa lalunya. Walau sudah ujur,Oma masih bisa membuat candaan,semua orang tertawa. Waktu begitu cepat berlalu. Malam telah menjelang, Oma juga terlihat sudah lelah.
"Oma akan pulang kerumah,kalian baik-baik disini. Oma sengaja membawa Sonya,agar kamu ada teman.!" jelas Oma.
Oma memeluk Rosse dengan erat "Semoga cepat pulih sayang ,Oma akan datang kesini lagi." ucap Oma dan melepaskan pelukan nya.
__ADS_1
"Terima kasih Oma,sudah bisa datang kesini." ucap Rosse.
Sebastian yang duduk di sofa lebih banyak diam. Karena rasa penyesalan nya.
Oma pun pergi keluar dari kamar menggunakan kursi roda. Sonya pun ikut keluar mengantarkan Oma. Tinggal Sebastian dan Rosse.
Setelah kepergian Oma,mereka berdua tidak banyak bicara.
Rosse pun memilih untuk tidur,dan membiarkan Sebastian sendiri.
Sifat Rosse yang terlihat acuh,membuat Sebastian semakin merasa bersalah. Ingin rasanya dia memeluk tubuh lemah istrinya,tapi Rosse masih belum bisa terima atas apa yang terjadi. Sebastian terus menerus menyalahkan dirinya atas kejadian itu.
Terbayang kembali wajah Ayana pagi tadi yang terlihat jelas dimatanya."Kenapa aku masih memikirkan wanita itu? " batinnya.
Sebastian mulai merasa lelah,sesekali dia menguap . Sebastian pun memilih untuk tidur. Dia berbaring di sofa dengan sebuah bantal dan selimut.
Sonya yang baru kembali,sudah tidak mendengar suara apa pun didalam kamar. Pelan-pelan dia buka pintu kamar,ternyata semua sudah tidur.
Sonya pun memilih pergi menuju kamar kecil yang disediakan untuk para pekerja.
__ADS_1