BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 106.


__ADS_3

Sebastian terlihat lebih segar dari kemarin,tapi luka nya masih terasa perih. Beberapa bagian tubuhnya masih terasa sakit. Dan ketika bergerak,rasa sakit itu semakin terasa.


Jasmin mengupas buah yang dia bawa,serta memotong nya jadi potongan kecil. Buah itu dia berikan kepada Sebastian. Di sebalik rasa sakit,ada rasa bahagia yang dia rasakan. Bahagia karena bisa dekat dan lebih mengenak Jasmin. Walau wanita itu sosok Jasmin,tapi hati Sebastian meyakini bahwa dia adalah istrinya yang hilang. Hanya dia tidak bisa asal menebak saja,semua butuh bukti yang jelas. "Seharusnya Rosse mengenali suara ku. Tapi Jasmin sama sekali tidak ada raut ragu. Dan dia bertindak ,seperti orang yang memang baru mengenal..!" batin Sebastian.


Dia mulai memakan buah yang ada di hadapan nya. Sudah dua jam Jasmin menemani Sebastian. Dia melihat jam di ponsel nya. Sudah jam 6 sore,dia mengambil tas nya yang dia letakkan di meja didepan sofa "Tuan,saya harus segera pergi. Anak saya sudah menynggut saya dirumah..! " ucap Jasmin.


Sebastian tidak bisa berkata apa-apa lagi. Karena anak-anak nya adalah kewajiban nya. Tapi Sebastian masih penasaran dengan status Jasmin "Apakah dia mempunyai suami atau tidak..!" batin nya.


Jasmin melangkah keluar kamar. Dia segera pergi menuju rumah.


Saat sampai dirumah,dia ingin menyiapkan makanan untuk anak nya. Ketika membuka kulkas,disana sudah tersedia makanan yang siap dipanaskan saat ingin makan. Jasmin tahu,semua itu adalah kerjaan Edrik.

__ADS_1


Dia selalu membantu Jasmin saat lagi sibuk.


Edrik tidak mengetahui tentang Sebastian yang berada dirumah sakit. Dan mereka jarang menghubungi satu sama lain.


Hari ini berlalu dengan sangat melelahkan. Jasmin merasa kan semua badan nya pegal. Dia melakukan pemijatan pada tangan dan kaki nya. Setelah merasa cukup membantu,Jasmin pun mulai masuk ke kamar nya. Anak-anaknya sudah pada tidur,mereka sudah terbiasa dengan jam tidur yang lebih cepat. Dan Jasmin tidak pernah melepas anak-anaknya terhanyut dalam dunia gadget. Dia lebih suka memberi edukasi untuk kepentingan mereka.


Jasmin pun membaringkan tubuhnya yang sudah lelah. Hanya hitungan detik,mata nya terpejam dengan cepat.


Sebastian membalas dengan mengirim sebuah foto tubuhnya yang diperban dan sebuah jahitan kecil.


Rico membuka pesan nya dan terkejut melihat foto yang dikirim oleh Sebastian.

__ADS_1


Kembali Rico membalas pesan itu "Apa yang terjadi pada tuan..?"


Sebastian pun menjawab "Hanya kecelakaan kecil.! " balas nya.


"Semoga tuan cepat pulih dan saya harap segera kembali .." balasan terkahir nya.


Sebastian pun tidak mengirim pesan lagi.Dia meletakkan kembali ponsel nya di meja. Berada dirumah sakit membuat Sebastian merasa sepi. Dia tidak memiliki teman untuk di ajak bicara atau sekedar menemani.


Kembali dia meraih ponsel nya dan memilih menu galeri. Disana tersimpan beberapa foto Rosse,yang dia ambil diam-diam sewaktu masih bersama. Dia bandingkan foto-foto itu dengan wajah Jasmin,sungguh terlihat sama. Hanya sifat Jasmin terlihat seperti orang yang berpendidikan. Sementara Rosse,seorang yang pemalu.


Sampai detik ini,Sebastian tidak pernah melepaskan Rosse didalam ingatan nya.

__ADS_1


__ADS_2