BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 57.


__ADS_3

Malam itu,semua keluarga berada di lantai bawah. Diam-diam Sebastian meminta pada pak Seno dan Sonya agar mengeluarkan semua kiriman siang tadi dan menyusun nya di lemari baju yang berada di kamar Sebastian dan Rosse. Dia tidak ingin Rosse tahu,bahwa semua baju nya yang lama sudah di gantikan dengan yang baru. Tidak ingin menyakiti hati Rosse,maka dia melakukan nya secara diam-diam.


Sementara pak Seno dan Rosse merapikan pakaian,Sebastian mengajak Oma dan Rosse untuk berbincang-bincang di halaman depan. Disela-sela pembicaraan mereka,Oma kembali teringat sesuatu


"Tian...!" panggio Oma..


" Ada apa Oma..?" jawab Sebastian.


" Bagaimana,kalau hari libur nanti kamu ajak Rosse mengunjungi rumah neneknya.!" pinta Oma.


"Kenapa Oma ke fikiran seperti itu..?" timpal Sebastian.


"Rosse pasti merindukan kampung halamannya..!" bujuk Oma. " Bagaimana Rosse,apa kamu setuju.?" tanya Oma pada Rosse yang sedari tadi lebih banyak diam.


"Ah.. iya Oma. Tapi tuan..eee... Maksud saya Sebastian banyak pekerjaan Oma!" jawab Rosse.


Sebastian mengalihkan pandangan nya kepada Rosse "Apa kamu mau kesana..?" tanya Sebastian.


"Eehhh...kalau tidak merepotkan,saya mau..!" jawab Rosse polos.

__ADS_1


Oma tersenyum,melihat mereka berdua yang masih sangat canggung satu sama lain.


" Baik lah,sudah diputuskanb. Hari minggu ini,bawa Rosse kerumahnya ."


Sebastian hanya terdiam,tanpa bisa menolak.Pak Seno dan Sonya terlihat memberi isyarat kepada Sebastian. Bahwa kerja mereka sudah selesai.


" Baiklah,karena sekarang sudah malam. Kita lebih baik tidur saja. Masih ada hari esok. " Sebastian mengakhiri pembicaraan.


" Baiklah,Oma pun sudah mulai mengantuk."


" Baik lah Oma,selamat tidur," ucap Rosse.


Oma pun pergi,tinggallah Sebastian dan Rosse. Suasana menjadi canggung " Kamu tidak naik ke atas..?" tanya Sebastian.


" Baiklah,saya dulu," ujar Sebastian.


Sebastian berjalan perlahan. Rosse hanya diam,dia menunggu Sebastian pergi dulu. Setelah tidak mendengar suara langkah kaki. Rosse pun berjalan menyusuri tangga. Ketika ditangga bagian tengah,pegangan Rosse meleset . Pijakan kaki nya hanya separu pada anak tangga. Sebelum tubuhnya terpental,seseorang memegang nya dari belakang.


Rosse merasakan tubuhnya seperti tertahan. Dia meraba sebuah tangan yang melingkar dipinggangnya " Terima kasih telah menolong saya ," ucap Rosse sembari melepaskan tangan itu.. Tapi tidak ada suara balasan.

__ADS_1


" Kamu siapa..?" tanya nya.


" Ini aku,"jawab Sebastian.


" Tu-tuan,bukannya tuan sudah naik ke atas?" tanya Rosse terbata-bata.


" Saya masih menunggumu." jawab Sebastian.


" Kenapa tuan menunggu saya?" tanya Rosse semakin membuat hatinya berdebar.


"Apa saya salah menunggu istri sendiri..!" jawab ringkas Sebastian.


Rosse hanya terdiam mendengar pertanyaan Sebastian. " Baik lah tuan,saya mau istirahat sekarang," ucap Rosse.


" Baik lah,"balas Sebastian.


Mereka naik bersama-sama ke atas,Sebastian berjalan dibagian belakang Rosse. Untuk menghindari kalau dia terjatuh kembali. Didalam kamar,seperti biasa. Rosse tidur di ranjang dan Sebastian di sofa.


Tidak seperti biasa,Sebastian tidak membuka laptopnya. Dia langsung tarik selimut dan tidur. Sementara Rosse masih gelisah,bergeser ke kiri dan kekanan. Setelah mendapatkan posisi yang pas,dia pun tertidur.

__ADS_1


Beralih ke Rico yang seharian ini menjadi lelaki yang paling dibutuhkan oleh tuan nya. Setelah pulang mengantarkan tuannya. Rico langsung pulang ke rumah. Setelah sampai membersihkan diri dan tertidur. Saat ini dia terbangun karena perutnya terasa lapar.


Rico keluar dengan memakai celana selutut dan baju t-shirt.


__ADS_2