BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 115.


__ADS_3

Di negara X, pesawat yang di tumpangi Sebastian telah mendarat. Di depan bandara,dia sudah di tunggu oleh Rico.


Sebastian segera masuk kedalam mobil. Dan berangkat menuju kantor.


"Apa yang terjadi di perusahaan..?" tanya Sebastian.


"Beberapa pemegang saham menjual saham mereka kepada oeang asing..!" jelas Rico.


"Siapa orang itu..?" tanya Sebastian.


"Dia berasal dari negara S tuan." jawab Rico.


"Apa yang mereka lakukan,sehingga tanpa pemberitahuan mereka melakukannya..?" tanya Sebastian.


"Itu yang masih kami cari. Dan para pemegang saham tidak bisa dihubungi..!" jelas Rico.


Mereka pun tiba di perusahaan. Sebastian berjalan dengan langkah panjang. Semua orang yang melihat nya menunduk kepala tanda memberi hormat. Tidak seperti biasa,hari ini wajah Sebastian terlihat lebih garang dan tidak bersahabat.


Orang-orang tidak ada yang berani menyapa nya. Termasuk Rico sendiri,walau sudah terbiasa dengan sifat Sebastian. Tapi kali ini,Sebastian terlihat diam tapi menghanyutkan.

__ADS_1


Dia menugaskan sekertaris nya Diana untuk mengumpulkan semua pemegang saham,dan para direksi.


Tak perlu menunggu Diana memberi jawaban,Sebasyian langsung menuju ruangan nya. Dia mengerjakan beberapa tugas yang akan dijadikan pokok bahasan di rapat nanti.


Setelah setengah jam,semua yang di undang hafir dirapat itu. Semua orang bersuara,kenapa rapat dia adakan secara tiba-tiba. Dia antara orang yang trlah menjual saham nya. Tidak menyangka,Sebastian akan kembali pada saat sekarang. Beberapa di antara mereka. Ada yang merasa takut. Karena mereka tahu,Sebastian bukan lah sosok yang menanggung rugi tanpa bertindak.


Semua orang sudah berkumpul di ruangan,Sebastian dan Rico pun masuk. Dengan wajah garang dan dingin. Sebastian menghempaskan dokumen yang dia bawa serta.Dia menyerahkan beberapa kertas pada Diana agar dibagikan pada orang yang berada diruangan itu.


"Kenapa kalian melakukan penjualan saham secara sepihak. Selain merugikan saya,kalian juga telah merugikan semua orang yang berkerja disini." bentak Sebastian.


Tidak ada satu orang pun yang berani menjawab. Semua mata tetunduk "Di kertas itu jelas tertulis,sepihak tidak bisa melakukan permainan saham tanpa persetujuan pihak lain nya. Dan masalah ini tetap akan saya bawa ke jalur hukum. " ucap Sebastian serius.


Beberapa orang yang telah menarik saham nya,merasa ketakutan. Mereka sadar apa yang mereka lakukan salah. Dan ada juga yang merasa tidak takut pada ancaman Sebastian.Sebelum merasa akan dilindungi oleh orang dibalik pembelian saham mereka.


Semua orang menarik nafas dalam.Setelah Sebastian pergi,masing-masing dari mereka membuka mulut. Ketika Rico lewat,mereka kembali terdiam. Tatapan Rico begitu tajam,mengalahkan tuan nya.


Didalam ruangan,Sebastian merasa seluruh urat lehernya tegang,karena sedari tadi emosi yang tak berkesudahan.Sebastian mengambil ponsel nya dari saku jas nya. Dia menghubungi nomor Jasmin.


"Tut...tut...tut..!" suara terhubung.

__ADS_1


"Hallo..!" jawab Jasmin dari seberang.


"Apa anak-anak ada..?" tanya Sebastian.


"Sekarang mereka sedang belajar." jawab Jasmin.


"Bagaimana dengan mu,apakah semua baik-baik saja?" tanya Sebastian.


"Saya...?" tanya Jasmin balik "Saya baik-baik saja. "


"Mungkin dalam beberapa hari ini,saya akan datang kesana. Saya harap kamu tidak menolak ketika saya ingin mengajak kalian kembali kerumah." ucap Sebastian.


Jasmin hanya diam tak menjawab. Sebastian masih menunggu keputusan Jasmin.


"Masalah itu,nanti kita bicarakan kembali..!" jawab Jasmin.


"Baiklah,sampaikan salam ku pada anak-anak." ucap Sebastian.


"Baiklah..!" jawab Jasmin telepon pun berakhir.

__ADS_1


Jasmin tidak tahu,apa yang harus dia bicarakan pada Sebastian. Bagi nya Sebastian itu masih orang asing. Walau Edrik sudah menjelaskan,bahwa dia adalah suami nya yang sah.


Jasmin meletakkan kepala nya di meja kasir toko. Dia berfikir jauh,andai Sebastian jadi membawa mereka kembali ke negara X. Bagaimana dengan toko bunga nya . Itu lah yang membuat Jasmin merasa bimbang.


__ADS_2