
Hari yang ditentukan sudah tiba, beberapa pelayan menghias bagian ruang tamu dan halaman depan. Tamu yang mereka undang dari luar adalah Dokter Johan, dan juga sebagai saksi atas pernikahan mereka. Dan selebihnya adalah Rico selaku asisten pribadi Sebastian. Semua makanan sudah disiapkan dan hiasan di beberapa ruangan telah dibuat. Tidak meriah, tapi tetap ingin menjadikan momen ini menjadi kenangan terindah.
Sebastian tidak ingin kamar nya di hiasi apa pun. Karena pada dasarnya, tidak ada seorang pun yang boleh memasuki kamar pribadinya . Hanya Pak Seno seorang saja yang berhak masuk. Karena dia bertugas sebagai orang kepercayaan dan juga biasa membersihkan bagian kamar Sebastian.
Sebastian yang berada dikamar,sudah mengenakan pakaian yang dia pilih sebelumnya. Sementara Rosse masih bersiap-siap. Di bantu oleh Sonya yang sebelumnya sudah ditunjuk oleh Sebastian sebagai asisten pribadi untuk Rosse.
Tanpa memanggil seorang makeup profesional, ternyata Sonya memiliki talenta tersembunyi dalam menggunakan makeup. Dia memoles Rosse sedemikian rupa. Sampai wajahnya berubah drastis. Di dukung oleh produk kosmetik yang paling bagus.
"Oke... sekarang semua sudah terlihat sempurna. Tanpa ada kekurangan sedikit pun." Ucap Sonya.
" Apakah aku terlihat cantik Sonya? " Tanya Rosse.
" Nona lah yang paling cantik hari ini..! " Ujar Sonya.
__ADS_1
Wajah Rosse semakin memerah di balik pipi nya yang merona karena blush on. Sonya segera membantu Rosse untuk memakaikan gaunnya . Sedikit sulit untuk Rosse ketika mengenakan gaun itu. Setelah memakai nya, semakin memancarkan aura bak seorang putri. Sonya merasa kagum dengan Rosse, yang akan menjadi istri dari majikan nya. Kemudian Sonya mulai menata bagian rambut, menyemprotkan sprei agar mudah di bentuk. Sonya terlihat cekatan menggunakan sisir dan jepitan rambut yang di letakkan di rambut Rosse. Setelah selesai, untuk sentuhan akhir. Tidak lupa dengan mahkota yang sebelumnya di berikan oleh Sebastian kepada Rosse sebagai hadiah.Rosse mengambil sebuah kotak didalam lemari kaca dan memberikan nya pada Sonya " Pakaikan ini, " Ujar Rosse. Sonya membuka kotak itu, alangkah takjub nya dia. Mahkota itu terlihat indah dan berkilauan.
" Nona, mahkota ini terlihat indah. Dan saya bisa pastikan ini semua adalah berlian, " ucap Sonya .
Rosse merasa tak yakin dengan yang dikatakan oleh Sonya " Apa iya itu berlian. Saya fikir itu adalah batu biasa., "Jawa mn Rosse.
" Nona, apa mungkin. Orang sekelas tuan Sebastian hanya memberi hadiah tiruan? " Tanya Sonya.
Sonya pun memasangkan mahkota itu. Sekarang Rosse bukan hanya terlihat seperti pengantin saja, tapi lebih mirip seperti tuan putri kerajaan. "Nona terlihat cantik bak putri raja, " Puji Sonya .
" Kamu terlalu berlebihan, " Ujar Rosse.
Setelah selesai Rosse dan Sonya pun keluar dari kamar menuju tempat pemberkatan. Dia berjalan mengarah ke hadapan Sebastian yang sudah berdiri didepan Pak Seno,yang bertugas sebagai menikahkan mereka.
__ADS_1
Sebastian menoleh kebelakang, dia melihat wanita paling cantik saat ini . Sonya yang menjadi pendamping, merasa sangat terhormat. Karena dipercaya untuk merias dan menjadi asisten untuk calon istri seorang CEO yang kaya raya .
Oma yang melihat merasa haru dan bersuka cita. Ketika Rosse sudah di depan Sebastian, dia pun menggantikan Sonya memegang tangan Rosse. Menuntun nya mendekat kesamping kirinya.
"Pak, acara pemberkatannya sudah bisa dimulai, " pinta Sebastian.
Pak Seno pun memulai dengan kata sambutan dan doa. Dilanjutkan dengan sumpah pernikahan.
" Sekarang kalian sahabat menjadi suami istri," Ucap Pak Seno.
" Prookkk... prooookkk... prookkk kk....! " Terdengar riuh suara tepuk tangan dari orang yang hadir disana. Oma yang merasa paling bahagia saat itu, tak terasa menitiskan air mata . Dia hanya ingin yang terbaik untuk Sebastian dan juga Rosse . Itu semua terjadi, karena Sebastian membawa seorang wanita kerumah. Dan tanpa ada ikatan sama sekali. Oma berpendapat bahwa, dihati Sebastian ada rasa suka. Hanya tidak menyadarinya . Terpaksa Oma bertindak.
Di sela-sela kesibukan dan kebahagiaan.Dokter Johan, memilih pergi lebih dulu. Di perjalanan dia merasa ada suatu yang mengganjal dihatinya. Sejak saat melihat Rosse berada di depan altar, hatinya seakan tak terima ketika dia berucap janji suci pernikahan. " Ada apa dengan saya. Kenapa saya merasa kecewa melihat mereka tadi ..? " Bertanya pada diri sendiri.
__ADS_1