BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 47.


__ADS_3

Setelah menerima pesan dari Diana. Rico segera masuk kedalam mall. Dia menuju toko yang menjual produk kosmetik dan berjalan sambil membaca pesan dari Diana tadi. Satu persatu dia mulai menemukan nya . Setelah yakin tidak ada lagi yang kurang, dia pun membayar. Setelah membayar, dia segera menuju mobil.


" Kenapa lama sekali? " tanya Sebastian .


" Saya masih mencari-cari apa yang dibutuhkan tuan..! "Jawab Rico.


Mereka pun pergi kembali kerumah . Mendengar suara mobil, Oma berjalan ke pintu utama. Rosse turun dari mobil dan dibantu oleh Sebastian. Oma yang melihat itu tersenyum bahagia.


Beberapa pelayan berlari kecil menghampiri mobil. Dan mengambil barang yang ada di bagasi mobil yang terbuka. Sebastian dan Rosee berjalan masuk kedalam rumah. Seorang pelayan mendekati " Tuan, barang- barang ditaruh dimana? " tanya Pelayan yang membawa barang-barang tersebut


" Bawa kekamar Nona Rosse, dan bungkusan yang berwarna coklat , letakkan saja dimeja, " jelas Sebastian dan pergi kembali bersama Rico menuju kantor.


Pelayanan tersebut pun menuju kamar Rosse. Dan meletakkan semua barang nya di atas meja sofa, dan kembali keluar.


"Kemarilah sebentar..! " Panggi Oma kepada Rosse.


" Ada apa Oma? " tanya Rosse.


" Duduk lah dulu, tidak enak berbicara berdiri.."Pinta oma.

__ADS_1


Rosse dan Oma pun duduk bersamaan. " Apa tadi kamu kesulitan sayang..? "Tanya Oma penuh perhatian.


" Tidak Oma, tuan membantu saya dan memilih baju yang pas untuk saya , "jawab Rosse.


" Bagus lah kalau begitu, berarti Oma tidak salah telah menyuruh nya membawa mu, " Ucap Oma dengan senyuman.


Tangan Oma menggenggam tangan Rosse dengan lembut " Oma merasa bahagia dengan pernikahan kalian.Ketika Oma sudah tiada, maka Oma tidak memikirkan apapun lagi. " Ujar Oma.


" Jangan bicara seperti itu, Oma akan selalu sehat. Tuan akan memilih dokter terbaik untuk kesehatan Oma, " Jawab Rosse penuh haru.


Oma membelai rambut panjang Rosse " Apa kamu tidak memiliki keluarga lainnya? " Tanya Oma.


" Maaf Oma sayang, karena telah menyinggung perasaan mu, " ujar Oma.


Rosse tersenyum dengan buliran air yang tertahan di kedua ekor matanya " Tidak apa-apa Oma.Saya tidak memiliki keluarga dekat lagi. Orang tua saya sudah lama meninggal ketika saya masih kecil. Sementara itu saya dibesarkan oleh nenek seorang diri. Dan telah tiada beberapa bulan yang lalu. Kami tinggal di sebuah rumah kecil didesa terpencil. " Jelas Rosse.


Oma merasa iba mendengar kata-kata Rosse. Tanpa di sadari oleh Oma. Dia mengusap air mata yang mengalir dipelupuk mata Rosse. Merasa tangan Oma berada di pipi nya " Masalah kebutaan ini, terjadi karena saya sering menangis ketika ibu baru meninggal." Jawab Rosse salah faham dengan yang dilakukan oleh Oma.


" Maaf, bukan maksud Oma untuk menanyakan itu. Oma hanya mengusap air mata mu yang mengalir. " Jelas Oma.

__ADS_1


Rosse menggenggam tangan Oma, tidak apa-apa Oma. "Rosse tahu, Oma penasaran dengan itu kan?" Tebak Rosse.


Oma hanya terdiam, takut melukai hati Rosse yang bakal menjadi cucu mantu.


Berbicara panjang lebar, akhirnya hari sudah sore "Sudah lama kita berbincang-bincang. Sekarang saya mau kekamar dulu ya Oma. " Ucap Rosse.


"Ohhh... iya... iya. Masuk lah, lagi pula hari sudah hampir petang, " Jawab Oma.


" Baik lah Oma, saya masuk lebih dulu, " Rosse berdiri dan permisi dengan Oma.


Hari sudah petang, Sebastian pun pulang. Sebelum naik ke atas. Dia mengetuk pintu kamar Rosse "Tok... tok... tok...! "


" Sebentar, "Jawab Rosse dari dalam. Dan Rosse pun membuka pintu nya.


Sebastian memberikan sebuah kotak berwarna silver " Apa ini tuan? " Tanya Rosse.


" Itu hadiah untuk mu.. " Jawan Sebastian dan berlalu meninggalkan Rosse.


Dengan hari berdebar-debar, Rosse kembali masuk kedalam dan membuka kotak itu. Ketika terbuka, Rosse meraba sebuah benda terasa bulat . Setelah meraba dengan detail, Rosse mengetahui itu adalah sebuah mahkota. Benda itu terasa berat walau ukuran nya tidak lebih besar dari ukuran lingkar kepala. Rosse merasa terkersima .Dan dia tidak pernah tahu, mahkota itu terbuat dari berlian yang mahal.

__ADS_1


__ADS_2