
Pesawat yang dinaiki keluarga Sebastian akhirnya sampai dinegara X. Satu persatu mereka turun,Jasmin memandang sekeliling. Ternyata negara X lebih megah dibanding negara S tempat dia sebelumnya.
Seorang lelaki menghampiri mereka,yaitu Rico "Selamat datang tuan..!" sambutnya.
"Silahkan tuan,mobil sudah siap..!" ucap Rico.
Sebastian mempersilahkan Jasmin dan anak-anaknya agar naik lebih dulu. Sebastian duduk di bangku belakang. Rico pun masuk ke dalam mobil sebagai supir. Dia pun berangkat membawa Sebastian dan keluarga nya menuju kediaman.
Oma yang sudah mengetahui kedatangan Sebastian,sudah menunggu diluar pintu. Sebuah mobil berwarna putih pun tiba dihalaman. Oma berjalan menuju mobil tersebut. Keluar lah Sebastian dan di susul pintu belakang pun terbuka.
Adam dan Elsa takjub dengan rumah yang mereka lihat. Terlihat besar dengan taman yang luas "Wahh...kak rumah papa ternyata besar. Bisa untuk bermain-main..!" ucap Elsa.
"Fikiran mu main terus..!" ucap Adam.
"Selamat datang sayang," ucap Oma sambil memeluk Jasmin.
Melihat orang tua didepan nya,Jasmin membalas pelukan itu. Oma memeluk nya dengan erat,tak terasa air matanya menetes. "Lama tidak bertemu..!" ucap Oma.
Jasmin hanya tersenyum ramah.Sebastian mendekat "Ayo kita kedalam..!" ajak nya.
__ADS_1
Mereka pun masuk kedalam rumah "Anak-anak,apa kalian lelah dan ingin tidur.?" tanya Sebastian.
"Iya pa,Elsa ingin tidur saja..!" jawab Elsa polos.
Sebastian memanggil pelayan agar mengantarkan mereka kekamar nya masing-masing. "Mari tuan muda dan nona kecil..!" ajak pelayan.
Mereka pun bangkit dari duduknya. Dengan wajah lesu,mereka berjalan menuruti pelayan tersebut.
"Ini kamar tuan muda..!" ucap pelayan.
"Kamar aku mana..?" tanya Elsa.
" Kamar nona muda disebelah nya.Mari saya tunjukan..!" ucap pelayan sambil melangkah kekamar sebelahnya.
Elsa masuk kedalam kamar,dia takjub dengan kamar nya. Lebih besar dari pada kamar dirumah nya . "Bagaimana nona muda.Apa nona muda suka..?" tanya pelayan.
"Saya suka,terima kasih," jawab Elsa.
"Kalau nona butuh sesuatu tinggal panggil pelayan atau saya saja. Kami berada di kamar bagian belakang.!" ucap Pelayan. "Saya pamit dulu nona..!" pelayan itu pun pergi.
__ADS_1
Elsa duduk ditepi ranjang nyw yang terlihat besar. "Wah tempat tidur nya besar,bisa untuk berempat..!" ucap Elsa sendiri.
Dia berdiri diatas tempat tidur sambil berlonjak-lonjak.
Sementara di kamar Adam. Dia terlihat betul-betul lelah setelah perjalanan yang memakan waktu cukup lama. Dia sudah tidur nyenyak tanpa berganti pakaian.
Diruang tamu,Sebastian,Jasmin dan Oma. Masih bercerita melepas kerinduan "Oma selalu berdo'a memohon pada tuhan,suatu hari nanti semoga oma bisa bertemu lagi dengan mu sebelum Oma pergi..!" ucap Oma.
Jasmin hanya tersenyum,karena masih asing dengan Oma dan semua orang yang ada dirumah itu.
"Kalian istirahat lah,pasti kalian masih capek setelah perjalanan panjang. Nanti kita bicara lagi,walau Oma masih merindukan mu!" ucap Oma.
"Terima kasih," ucap Jasmin.
"Sebastian,bawa dia kekamar agar dia bisa istirahat.!" ucap Oma.
"Ayo Jasmin,aku akan mengantarmu..!" ajak Sebastian.
Mereka pun berjalan menuju tangga. Ketika hampir sampai ditangga atas,tiba-tiba Jasmin hilang keseimbangan dan membuat tubuhnya hampir terjatuh. Dengan sigap Sebastian menangkap tubuh Jasmin . "Kamu tidak apa-apa..?" tanya Sebastian.
__ADS_1
"Tidak apa-apa." jawab Jasmin dengan wajah sumringah.
Dengan cepat Jasmin kembali berdiri tegak dan kembali melangkahkan kaki nya.