
"Kamu cepat minta maaf pada tuan Rico..! " ucap pria itu pada pramuniaga.
"Maafkan saya tuan, saya tidak mengetahui siapa tuan, " ucap wanita pramuniaga.
"Sudah lah, saya ingin dia yang melayani. " minta Rico menunjuk ke arah manager.
"Baik lah tuan, apa yang tuan inginkan? " tanya pria itu.
"Saya ingin gaun yang pas untuk wanita, tinggi 160. Akan digunakan untuk konser musik klasik, " jelas Rico.
" Baiklah tuan. Kita punya barang nya. Tuan tunggu sebentar. " pinta Pria manager.
Dia pergi mencari kesebuah kamar yang menyimpan barang-barang spesial untukk orang-orang kaya. Tak lama, pria itu membawa sebuah gaun yang terlihat indah berwarna cream, dipadu dengan paet-paet di setiap sisi. Dan dihiasi dengan bunga yang berwarna gold. Rico tertarik dengan gaun itu " Apa saya bisa ambil gambar?"Tanya Rico.
" Silahkan tuan, " Pria itu memperbolehkan nya .
Rico mengambil beberapa foto dan mengirimkan nya pada Sebastian .
"Deerrtt..... D deerrtty..... d deerrtt...! " Ponsel Sebastian bergetar. Dan membuka pesan yang berisi "Apa tuan menyukai yang ini? " Disematkan sebuah gambar.
Sebastian merasa puas dengan pilihan Rico "Saya mau , pilihan mu bagus, " Balas Sebastian.
Rico menerima sebuah pesan, dan akhirnya dia pun lega.Karena Sebastian tidak menolak gaun itu .
"Baiklah, saya mau ini saja. "
"Tunggu sebentar tuan, saya akan packing dulu," Pinta pria itu.
Rico menunggu sebentar dan pria itu datang "Ini tuan, " Sambil menyerahkan paperbag.
Rico menerima nya dan menyerahkan kartu hitam sakti yang unlimited. Setelah transaksi selesai, Rico keluar dan berjalan menuju mobil kembali ke perusahaan.
Setelah sampai, dia menuju ruangan Sebastian "Ini yang tuan pinta tadi, " ucap Rico sambil menyerahkan paperbag tersebut.
Sebastian tersenyum melihat wajah Rico. Dia tidak bisa menyembunyikan wajah kesal nya. Karena Sebastian sudah mengenal pribadi Rico luar dan dalam. " Apa yang terjadi dengan mu. Kenapa wajah mu seperti menyembunyikan kekesalan? " Tanya Sebastian.
Rico menundukkan pandangan nya " Saya tidak apa-apa tuan. Hanya merasa senang, karena tuan suka pada gaun itu, "Jelas Rico.
__ADS_1
Tapi Sebastian tahu Rico berbohong.Dia tidak ingin bertanya lagi. Dan membiarkan Rico pergi.
Sore hari Sebastian pun meninggalkan perusahaan.Dia pulang lebih cepat dari biasanya .
Rico yang mengetahui tuan nya akan pergi sudah bersiap-siap
" Rico , nanti kamu ikut bersama kami." Pinta Sebastian.
"Tapi tuan, acara itu hanya bisa dimasukin dengan tiket, " Rico mengingatkan.
"Kamu tenang saja. Itu bisa di atasi." Jawab Sebastian.
Mobil pun menuju kediaman Sebastian. Dia segera turun dari mobil dan masuk kedalam rumah. Oma yang melihat cucu nya sudah datang merasa senang. "Kamu jadi pergi kan? " tanya oma.
"Iya oma. Nanti berikan ini untuk Rosse. Saya merasa malu untuk memberikan nya sendiri, " Pinta Sebastian dan pergi menuju kamarnya.
Oma berjalan ke pintu kamar Rosse " Tok... tok.. tok."
"Ya.. " Jawab Rosse.
"Rosse buka pintu nya. Ini ada pakaian untuk mu, " Ujar Oma.
" Ini dari Sebastian untuk mu , pakai ya. Kalian akan pergi melihat konser musik klasik, " pinta Oma.
Rosse menerimanya dengan senang hati "Oma akan minta tolong dengan Sonya untuk membantu mu, " Ujar Oma. Oma pun pergi dan menyuruh asisten nya memanggil Sonya.
Sonya pun tiba. Dia segera masuk kedalam kamar Rosse. Sementara Rosse sedang bersiap-siap.
Sebastian pun tengah bersiap-untuk untuk pergi. dia memakai pakaian berwarna hitam. Menambah kesan dingin diwajah nya.
Setelah selesai, dia pun menuju kebawah. Oma yang sedari tadi menunggu dibawah sudah tidak sabar ingin melihat mereka seperti pasangan kekasih.
"Oma, apa Rosse sudah selesai? " Tanya Sebastian.
"Dia belum keluar, mungkin sebentar lagi, " Ucap Oma.
Dan betul saja, Rosse keluar dari dalam kamar. Dia terlihat cantik dengan balutan gaun berwarna cream tersebut. Tapi dia kurang di bagian wajah. Karena dia tidak memiliki makeup sendiri. Sebastian merasa kecantikan nya kurang sempurna.
__ADS_1
" Ayo cepat kita harus pergi. Karena kita akan singgah kesuatu tempat. " Ucap Sebastian.
"Kita akan kemana tuan? " Tanya Rosse bingung.
" Kamu ikut saja, "Pinta Sebastian.
Mereka pun berjalan bersama. Sebastian membantu Rosse untuk berjalan, agar tidak menginjak gaunnya. Dengan sabar Sebastian berjalan pelan dengan menggandeng tangan Rosse.
Rico sudah terlihat siap didepan. Dia membuka pintu untuk tuan nya. Sebastian membantu Rosse untuk duduk kedalam mobil. Dia meletakkan tangannya di atas kepala Rosse, agar tidak kejedot dengan dibagian atas pintu mobil. Rosse menggeser tubuh nya agar lebih masuk kedalam. Sebastian pun masuk kedalam mobil. Rico segera menutup pintu.
"Rico, kita singgah ke sebuah salon dulu, " Pinta Sebastian.
"Baik tuan, " jawab Rico.
Tak butuh waktu lama. Mereka menemukan sebuah salon yang besar. Dan banyak orang disana. Sebastian merasa sedikit malu untuk masuk kedalam.Karena para pengunjung nya adalah wanita semua. Dan ada beberapa laki-laki. Mereka seperti nya sedang menunggu istri mereka.
" Rico, kamu yang masuk. Bawa Rosse agar di make up. "
" Tapi tuan..? " Rico merasa keberatan.
"Apa kamu keberatan,? " tanya Sebastian.
"Untuk yang ini, saya merasa keberatan tuan, " jawab Rico dengan berani.
Sebastian menyapu wajah nya mendengar ucapan Rico. "Kamu keluar sekarang juga, panggil siapapun yang ada disitu untuk kemari, " Pinta Sebastian.
Rico pun keluar dari mobil. Dia berjalan menuju salon. Ketika dia masuk semua mata tertuju pada nya. Beberapa gadis melontarkan senyuman manis padanya. Tapi Rico sedikit pun tidak melihat ke arah mereka. Dia melihat seorang wanita yang sedang berjalan ke kamar. Tiba-tiba Rico menghampiri wanita itu "Nona tolong bantu saya, tuan saya sedang menunggu dimobil, " pinta Rico.
wanita itu sedikit takut,melihat cara Rico yang tiba-tiba menarik tangannya. Dia berusaha tetap tenang dan mengikuti Rico dari belakang. Ketika dimobil, kaca mobil diturunkan " Nona, bisa kamu makeup gadis ini didalam mobil saja? " Tanya Sebastian.
"Kenapa ..... tidak masuk saja tuan. Lebih leluasa. " Pinta Wanita itu.
" Ini keadaan penting, dia tak ingin masuk kedalam," Alasan Sebastian.
" Baik la tuan. Tunggu disini sebentar. Saya akan ambil barang-barang nya. " Ujar Wanita salon.
Dia berjalan menuju salon dan mengambil sebuah tas makeup. Dia segera menuju mobil. Sebastian pindah kebagian depan mobil. Wanita itu pun masuk. Rosse hanya menurut saja pada permintaan Sebastian.
__ADS_1
Wanita itu melakukan pekerjaan nya dengan sangat profesional. Dari mata sampai bibir , dia menghias Rosse secantik mungkin. Sementara Rico yang menunggu diluar merasakan kejadian ini seperti pelajaran. Untuk seorang wanita itu, lelaki harus mampu berkorban .