BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 70.


__ADS_3

Matahari semakin tinggi,Sebastian dan Rosse masih lagi berada didunia mimpi.


Sayup terdengar suara burung camar yang sedang terbang disekitar kapal.


Sebastian membuka mata,ruangan itu begitu terang. Cahaya matahari yang masuk dengan bebasnya. Melihat ke samping kanannya,masih ada Rosse yang tidur berbantal kan lengan nya . Ingin berusaha bangkit,tapi takut membangunkan istrinya. Sebastian sudah tidak bisa menahan untuk kekamar mandi. Dia menarik tangannya pelan-pelan,agar tidak membangunkan Rosse.


Setelah terlepas,Sebastian pun segera memasuki kamar mandi. Setelah selesai membuang hajat,dia pun keluar dan berjalan menuju dapur untuk mengambil minum. Kapal berlabuh ditengah laut. Itu semua untuk menyenangkan hati Rosse yang beberapa minggu ini terlihat muram.


Sebastian membawa satu botol air minum kedalam kamar. Dikamar Rosse sudah bangun,ketika ingin bangkit,dia merasakan tubuh berat seperti dihimpit beban berton-ton. Dan terasa sakit di bagian p*h* nya.


Rosse bangkit dari tempat tidur.Dia berjalan sambil meraba dimana pintu kamar mandi. Sebastian pun menghampiri "Kamu mau kemana..? " tanya nya.


"Kekamar mandi..!" jawab Rosse.


"Mari aku bantu..!" ucap Sebastian. Rosse tidak bisa menolak pertolongan Sebastian.


Sebastian menuntun nya sampai kekamar mandi. Setelah menunjukkan bagian dalam kamar mandi,Sebastian pun keluar.


Hari ini mungkin adalah hari paling membahagiakan untuk Sebastian.Rosse sudah bisa menerima dirinya.


Rosse keluar dari kamar mandi,dengan berpakaian lengkap.Sebastian pun bergantian untuk mandi juga.


Mereka berjalan keluar dari kamar. Di meja,sudah terhidang sarapan pagi. Sebastian menggandeng tangan istrinya dan mendudukkan nya di kursi. Sebastian pun duduk dengan posisi berhadapan dengan Rosse.Sebastian memberikan sepotong roti dengan isian daging. Rosse menerima nya dengan senang hati. Ketika ingin memakan roti tersebut,Rosse merasa mual. Kembali meletakkan roti tersebut dan mengambil gelas yang berisi jus.


Rosse berfikir,mungkin itu hanya masalah lambung biasa. Kembali dia ambil potongan roti tadi.Ketika mendekat di hidung,dia mual lagi. Kembali dia letakkan roti tersebut "Kenapa roti ini bau sekali..?" tanya Rosse.


Mendengar ucapan istrinya,Sebastian tidak yakin dan mengambil roti itu lalu menciumnya "Roti ini baik-baik saja.!" ucap nya.


"Tidak,daging nya yang terasa bau!" jawab Rosse.

__ADS_1


Sebastian mencium kembali bau nya ,dahi nya berkerut "Ini memang bau khas daging..!" ucap Sebastian sambil mendekatkan potongan roti itu ke hidung Rosse.


Mencium bau daging tersebut ,membuat Rosse menjadi lemah.Dia berusaha bangkir untuk menghindari bau itu .Ketika berdiri "Brruuuukkkkk.." tubuhnya terkulai jatuh ke lantai tak sadarkan diri.


Sebastian jadi panik dan menghamburkan mendekati Rosse.Dia meletakkan kepala Rosse di pangkuannya "Rosse...Rosse. Bangun." Sebastian merasa takut terjadi apa-apa dengan Rosse.


Dengan sigap,Sebastian merogok kantong dan mengambil ponsel nya "Rico,tolong jemput kami sekarang," perintah Sebastian dan menutup teleponnya.


Hanya beberapa menit,terlihat sebuah heli terbang di atas kapal. Sebastian melambaikan tangannya,seseorang turun dan membawa sebuah tandu. Tubuh Rosse yang tidak sadar kan diri di naikkan ke tandu dan ditarik keatas.Sebastian pun naik melalui tangga yang terbuar dari tali.Mereka pun berangkat menuju ke rumah sakit.


Mereka tiba di puncak gedung rumah sakit milik keluarga Leman. Beberapa orang sudah menunggu kedatangan mereka. Tubuh Rosse diturunkan dan di bawa menggunakan brankar dorong. Melalui lift pribadi,memudahkan mereka membawa pasien menuju ruang rawat. Dokter Johan terlihat sibuk menangani Rosse. Dia menyambungkan oksigen kehidung dan memeriksa denyut jantungnya. Dokter Johan menggeleng "Dia begitu lemah. Apa dia sedang sakit.? " tanya Johan pada Sebastian.


"Saya tidak tahu,dia terlihat baik-baik saja sampai pagi ini.!" jelas Sebastian.


"Apa ada gangguan pada selera makan nya?" tanya Johan lagi.


"Masalah itu,saya tidak mengetahuinya." jawab Sebastian."Tadi sewaktu sarapan,dia menolak roti nya. Katanya roti itu terlalu bau..!"


Sebastian hanya menuruti apa kata dokter tersebut. Rosse dibawa ke ruang USG,dokter Johan tampak serius melakukan pemeriksaan.Dia tersenyum memandang wajah Sebastian yang kebingungan."Apa kalian sudah....?" Dokter Johan tidak menjelaskan pertanyaannya.


"Apa maksud nya,jangan berbelit-belit.?" ucap Sebastian.


"Kamu lihat ini..!" dokter Johan menunjukkan sebuah gambar dilayar. "Ini adalah bakal anak..!"


Sebastian belum mengerti "Apa maksudmu..?" tanyanya.


"Selama,kamu bakal jadi seorang ayah..!" ucap Johan dengan tersenyum .


Tak percaya dengan ucapan Johan "Kamu jangan keterlaluan..! " pungkas Sebastian.

__ADS_1


"Saya serius,Rosse sekarang ini sedang hamil. Dan kandungan berumur empat minggu. " jelas Dokter Johan.


Mendengar ucapan teman nya itu,Sebastian merasa tak percaya. Dia memandangi wajah Rosse yang terlihat pucat. "Apakah itu sebabnya,dia seperti menjauhi ku beberapa minggu ini?"


"Bisa jadi,karena ibu hamil itu berbeda-beda sifatnya." jelas Dokter Johan.


Sebastian mengusap wajahnya yang basah karena keringat. Detakan jantungnya tak karuan mendengar berita bahagia itu.


Rosse kembali dibawa keruang rawat khusus untuk keluarga Sebastian.


Sebastian menghubungi Oma dan ingin memberikan kabar baik ini "Oma...!" panggil Sebastian ditelpon.


"Kenapa ," jawab Oma.


"Ada kabar bahagia Oma," ucap Sebastian.


"Kabar apa..? " tanya Oma penasaran.


"Sebentar lagi saya akan jadi ayah.." jelas Sebastian.


Bibir Oma menganga,mendengar berita mengejutkan itu. "Bagaimana keadaan nya sekarang?" tanya Oma.


"Dia sekarang berada di ruang perawatan Oma."


Wajah Oma kembali muram "Kenapa bisa seperti itu..?" tanya Oma.


"Dokter Johan bilang,dia terlalu lemah. Karena kurang asupan makanan.!" jelas Sebastian.


"Kamu harus menjaga cucu Oma,jangan sampai terjadi apa-apa padanya."

__ADS_1


"Iya Oma..iya..!" wajah Sebastian menjadi murung,karena Oma terlalu mengkhawatirkan Rosse. "Sudah dulu ya Oma.Saya tutup teleponnya.."


"Baiklah," jawab Oma. Telepon putus.


__ADS_2