BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 100.


__ADS_3

Setelah makan bersama Edrik,Sebastian kebingungan mau pergi kemana lagi. Awal nya dia berharap bisa mengerjai Edrik seandainya dia lagi bersama wanitanya . Ternyata dugaan Sebastian meleset. Dia lebih sibuk dari dugaan nya.


Didalam mobil,Sebastian masih memainkan ponselnya. Dia pun ingat,bahwa dia memiliki beberapa sahabat di negeri itu .


Sebastian menekan kontak yang tersimpan didalam ponsel nya.


"Tut....tut....tut...!" suara ponsel terhubung.


"Hallo..!" sebuah suara dari ponsel Sebastian.


"Hallo..Frederick..!" sapa Sebastian.


"Apa kabar mu? Lama tidak bertemu." ucap Frederick.


"Apa kamu sedang sibuk..?" tanya Sebastian.


"Emmmm,saya sedang tidak sibuk..!" jawab Frederick.


"Bisakah kamu menemaniku. ?" tanya Sebastian.


"Apakah saya harus kenegara mu..?" tanya Frederick.


"Bukan seperti itu. Saya sekarang ini lagi berada dinegara mu..?" jelas Sebastian.


"Oohh...baiklah. Dimana kita bisa bertemu..?" tanya Frederick.


"Saya tunggu di restoran Y sekarang..!" jawab Sebastian.

__ADS_1


"Baiklah,saya segera kesana.." Frederick pun menutup teleponnya ,bergegas ke menuju tempat janjian mereka.


Sebastian meminta pada supir untuk ke restoran yang dia janjikan tadi. Setelah sampai,Sebastian memilih duduk di dekat dinding yang sedikit lebih jauh masuk kedalam.


Tak lama,akhirnya Frederick pun sampai. Dia melempar senyuman dari jauh setelah melihat Sebastian.


Sebastian pun begitu senang,akhirnya ada teman yang bisa di ajak untuk berbicara.


"Sudah lama tidak bertemu." ucap Frederick sambil mengulur kan tangan.


Sebastian pun bangkit,sambil mereka bersalaman dengan kedua bahu nya .


"Duduk lah dulu..!" Sebastian mempersilahkan.


Frederick pun duduk di depan Sebastian,mereka memesan beberapa makanan kecil dan minuman sebagai pelengkap pertemuan mereka.


"Kedatangan mu kesini dalam rangka apa..?" tanya Frederick.


"Bagaimana kalau kita pergi ke pantai..?" ajak Frederick.


"Seperti nya ide mu cukup bagus." jawab Sebastian.


"Kamu menginap di hotel mana?" tanya Frederick.


"Saya tinggal dirumah sepupu saya..!" jawab Sebastian.


"Kamu tinggal dihotel saja. Agar kita bisa pergi kemana saja. Tanpa segan pada siapa pun!" saran Frederick.

__ADS_1


"Awal nya saya memang ingin tinggal dihotel. Karena aku masih memiliki keluarga disini,jadi aku fikir tidak ada salahnya untuk dekat dengan mereka. " jelas Sebastian.


"Oohhh..." gumam Frederick.


"Mungkin malam ini aku akan mencari hotel untuk menginap. Tapi aku harus permisi dengan tante terlebih dahulu. Karena mereka orang baik. " ucap Sebastian.


"Baiklaj,nanti saya bantu mencari hotel terbaik." imbuh Frederick.


Kedua sahabat itu,menikmati siang mereka. Tertawa dan membicarakan masa lalu mereka sewaktu di universitas. Frederick dan Sebastian adalah teman baik masa itu.


Setelah menikmati waktu bersama,tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Pertemuan itu terasa begitu singkat. Sebastian dan Frederick bangkit dari duduknya dan mereka segera membayar pesanan mereka tadi. Sebastian mengeluarkan sebuah kartu kredit hendak membayar. Ketika tangannya memberikan kartu tersebut pada kasir,Frederick menurunkan nya "Biar saya saja yang bayar . Kamu disini adalah tamu,saya yang seharusnya menjamu tamu.." ucap Frederick.


Sebastian pun tak ingin berkeras kepala. Dia segera memasukkan kembali kartu milik nya kedalam dompet.


Setelah selesai,mereka berjalan keluar. Supir yang sebelum nya mengantarkan Sebastian sudah pergi setelah mengantarkan nya ke restoran. Dan itu atas permintaan Sebastian.


Frederick meminta Sebastian ,agar ikut bersama nya saja. Ketika Sebastian akan masuk kedalam mobil. Dia melihat seorang anak perempuan berjalan ke tengah jalan. Sebastian melihat ke kiri dan kanan. Tidak melihat orang tua nya. Sebastian berlari menghampiri anak tersebut. Sebuah mobil berjalan menuju ke arah anak tersebut. Sebastian semakin panik,ketika jarak antara Sebastian dan anak itu dekat. Sebastian melompat menghampiri tubuh anak itu . Mereka terpental ketepi jalan,Sebastian melindungi tubuh anak itu dengan mendekap nya. Anak itu menangis dengan sejadi-jadi nya. Dia terlihat terkejut dan ketakutan.


"Anak ku...!" suara seorang wanita.


Sebastian mendengar suara yang seperti nya tidak asing bagi nya.Dia mencari sumber suara itu,seorang wanita berjalan tergesa-gesa ke arah nya.


"Kamu tidak apa-apa sayang..?" tanya wanita itu pada anaknya.


Sebastian segera berdiri dan melihat ke arah wanita itu. Dan alangkah terkejutnya dia,wanita yang ada didepan nya itu memiliki wajah yang tidak asing baginya. Suara wanita itu juga tidak berbeda dari Rosse istrinya.Dia memandangi terus menerus,seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat.


Wanita itu mengangkat anak perempuan itu dan memeluknya sambil berusaha membujuk nya agar tenang.

__ADS_1


"Terima kasih tuan,telah menyelamatkan anak ku..!"


Sebastian tak bergerak dan bahkan tidak bersuara.


__ADS_2