
" Mulai malam ini kamu tidur dikamar atas, " Ucap Sebastian pada Rosse yang masih berada dikamar bawah.
" Baik tuan, " Jawab Rosse. Ketika ingin pergi Sebastian melupakan hal yang penting "Didepan Oma, jangan panggil saya dengan sebutan Tuan. Panggil saja nama saya, " Sebastian memperingatkan .
" Emm...! " Gumam Rosse.
Sebastian berjalan menuju halaman depan. Dia duduk sendiri disana,berfikir keras akan hari-hari nya kedepan. Dia merasa berat berbagi kamar dengan orang baru. Walau pun mereka sudah mengenal, bagi nya Rosse adalah orang asing yang dia bawa kedalam rumah. Tak pernah terbayangkan olehnya , seperti senjata makan tuan. Oma adalah senjata terlemah nya. Ketika Oma sudah berbicara, setiap keputusan mutlak. Orang sebesar Sebastian pun tak bisa menolak keinginan itu.
__ADS_1
Pak Seno terlihat berjalan didepan nya " Pak Seno, " Panggil Sebastian.
Pak Seno mendekat " Ada apa tuan? " tanya nya.
" Buatkan kopi untuk saya, " pinta Sebastian.
Sebastian bermain dengan ponselnya . Menggulirkan berita online ter update. Ketika tengah menggulir ponselnya, ada satu berita yang membuat matanya nanar. Dia gulir kembali ke bawah ponsel nya. Jantung Sebastian berdegup kencang, keningnya terlihat berkeringat. Berita itu berisi artikel tentang kembalinya seorang Ayana Ellison. Anak dari seorang pengusaha saingan bisnis Sebastian.
__ADS_1
Selama lima tahun, Ayana Ellison tinggal diluar negri. Dia menghabiskan masa lima tahun disana tanpa pernah kembali ke negara X. Hari ini kedatangannya disebabkan oleh suruhan orang tuanya . Karena tidak pernah pulang kerumah. Ayana bukan lah dari kalangan artis. Tapi kehadirannya bisa menjadi top tranding di media online atau pun media cetak. Semua itu tak putus dari nama ayahnya, yang masuk daftar orang terkaya di negeri X. Banyak pemuda yang mengidamkan sosok wanita seperti Ayana. Tapi tidak pernah satu pun berita yang mempublikasikan berita tentang pasangannya . Orang beranggapan di tidak mempunyai seorang kekasih.
Duduk Sebastian semakin gelisah. Kaki kiri disilangkan ke kaki kanan. Merasa kurang nyaman, akhirnya mengganti posisi. Begitu terus sampai pak Seno tiba " Tuan, " Panggil pak Seno.
Suara pak Seno membuat Sebastian kaget dan hampir membuat ponsel nya terlepas dari genggaman. " Pak Seno, taruh saja disitu, " Ucap Sebastian.
Pak Seno sedikit penasaran, apa yang membuat majikan nya menjadi hilang fokus. Pak Seno terlihat sedikit ulasan judul berita di ponsel Sebastian. Belum habis membaca nya. Sebastian langsung menekan Off di ponselnya dan akhirnya layar pun gelap. Tak ingin terlihat mencurigakan, Pak Seno mundur sedikit dari Sebastian. " Terima kasih pak, " ucap Sebastian.
__ADS_1
Pak Seno pun pergi dengan rasa penasaran nya . Masih terngiang-ngiang dengan kepala berita yang sempat dia baca sepenggal. Pak Seno duduk di kursi bagian bartender. Rumah itu memiliki baru khusus untuk Sebastian dan teman-teman nya andai saja ada yang datang. Dia teguk jus yang dibuat sendiri oleh Pak Seno. Seketika Pak Seno teringat dengan sosok wanita Ayana. Dia lah satu-satunya wanita yang bisa membuat jantung Sebastian berdegup kencang . Pak Seno merasa ada kekhawatiran didalam hati nya. Takut hal buruk akan terjadi. Tapi dia tepis semua itu, agar tidak menjadi beban di fikiran nya. Setelah menghabiskan minumannya, pak Seno pun kembali berjalan ke arah belakang. Dia ingin menyiapkan makanan untuk tuan nya.