BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 86.


__ADS_3

Dokter Johan sampai dengan cepat dikediaman Sebastian. Di depan pintu,Sonya sudah menunggu nya. "Ayo dokter,Nona ada di kamar tamu..!" ucap Sonya sembari berjalan menunjukkan kamar nya.


Dokter Johan melakukan pemeriksaan terhadap Rosse. Dokter Johan merasa saat ini keadaan Rosse lebih parah dari sebelum nya.Johan menoleh ke arah Sonya "Kenapa bisa sampai seperti ini..?" tanya Dokter.


"Itu dok..Nona mengetahui berita,bahwa tuan bersama seorang wanita di negara H..!" jelas Sonya.


Doter Johan hanya menggeleng dan mengalihkan pandangan nya pada Rosse yang kondisinya menyedihkan.


Tak tahan dengan keadaan Rosse. Dokter Johan merogoh kantong nya dan mengambil ponsel nya. Dia menekan kontak dengan menghubungi Sebastian "Tut...tut...tut..!" suara ponsel masih menghubungi. Lama menunggu,namun panggilan nya tak juga di jawab.


Dia kembali menghubungi Sebastian "Tut...tut...tut...!"


"Hallo...!" jawab Sebastian.


"Hallo..Apa kamu lagi sibuk..?" tanya Johan.

__ADS_1


"Saya tidak sibuk,ada apa kamu hubungi..?" tanya Sebastian.


"Apa kamu tidak melihat pesan yang saya kirim?" tanya Johan.


"Pesan apa,saya tidak lihat..!" jawab Sebastian.


"Saya harap kamu bisa cepat kembali.Lihat kondisi istri mu. Semenjak kepergian mu,dia tidak sehat. Saya sarankan di rawat di rumah sakit,tapi dia menolak."


"Baiklah,secepat nya saya akan kembali. Setelah pekerjaan disini selesai." jelas Sebastian.


"Menunggu pekerjaan mu selesai,mungkin istrimu sudah tidak didunia ini.!" ucap Dokter Johan karena emosi.


Merasa penasaran dengan foto yang dikatakan Dokter Johan,Sebastian membuka chat yang belum terbaca. Ketika melihat foto kiriman itu. Sebastian merasa tidak percaya,Rosse terlihat kurus dan berbaring dengan selang infus. Raut wajahnya seketika berubah,dia merasa ingin menangis melihat kondisi istrinya. Tapi dia tahan,karena didepannya ada Rico yang memperhatikan dari tadi.


Setelah melihat foto itu,Sebastian berencana ingin kembali secepatnya. "Rico,apakah kamu bisa menyelesaikan pekerjaan disini?" tanya Sebastian.

__ADS_1


"Tapi tuan,apakah saya bisa..? " tanya Rico.


"Kamu pasti bisa. Saya akan secepat mungkin kembali..!" ucap Sebastian.


Sebastian mengirim pesan pada seseorang agar menjemputnya dengan jet pribadi milik nya.


Sebastian kembali kerumah bersama Rico. Tanpa menyiapkan apa pun. Dia meminta supir untuk mengantarkan nya ke lapangan penerbangan.


Sebastian pun berangkat bersama supir. Ketika di jalan,fikiran Sebastian dipenuhi dengan pertanyaan. Selama ini,Rosse tidak pernah ingin melakukan video call. Ternyata dia menyembunyikan sakitnya. Sebastian merasa bersalah,karena tidak mengetahui kondisi istrinya sendiri.


Akhirnya mobil sampai di lapangan penerbangan. Disana kehadiran sudah ditunggu oleh pilot pesawat. Sebastian pun segera masuk,dan pesawat berangkat.


Perjalanan Sebastian dari negara X ke negara H memakan waktu yang cukup lama . Di dalam pesawat,Sebastian merasa lelah,dia merebahkan kursi tempat nya duduk . Dan meletakkan sebuah bantal kecil. Sebastian pun memilih berbaring dan pada akhirnya tertidur.


Rico yang tinggal sendiri di negara H,merasa sepi tanpa Sebastian.

__ADS_1


Setelah kepergian Sebastian siang itu,Rico masih harus memantau pekerjaan yang diberikan tanggung jawab kepada nya. DIa pun pergi menuju pembangunan proyek.


Ketika sampai,dari dalam mobil dia melihat beberapa orang yang sedang malas-malasan. Mereka memilih untuk duduk berteduh di antara bayangan bangunan tersebut. Rico pun keluar dari mobil. Melihat Rico yang datang,para pekerja merasa sepele. Karena yang mereka takutkan adalah Sebastian.


__ADS_2