
Menjelang malam, Sebastian dan Rosse bergegas untuk tidur. Rosse masih memiliki pertanyaan untuk Sebastian. Tapi tidak berani untuk meluahkan. Dia berbaring ditempat tidur. Sementara Sebastian masih berkutat dengan laptopnya. Rosse yang sudah mengenakan selimut. Terlihat tidak tenang. Fikirannya merambat entah kemana-mana. Sebastian memperhatikan kegelisahan Rosee. Dia berinisiatif untuk bangkit dan mendekat ke tempat tidur. " Apa yang membuat mu tak tenang, " Suara Sebastian serta merta membuat Rosse merasa canggung.
"Tidak ada tuan," Jawab Nya.
"Dari tadi saya perhatikan, kamu merasa tidak nyaman dengan tempat tidur ini. " Ucap Sebastian.
"Tidak tuan. Saya merasa nyaman . Tidak ada masalah sama sekali tuan." Jawab Rosse masih dalam posisi menutup kepalanya didalam selimut.
" Apa kamu yakin? " Goba Sebastian.
"I-iya tuan. " Sebastian menundukkan tubuhnya menghampiri Rosse. Dia merasakan ada pergerakan di atas tempat tidur. Dia semakin membenamkan kepalanya kebantal. Dia berfikir Sebastian ingin memeluknya. Tiba-tiba terasa tenang. Rosse meraba ke samping, ternyata Sebastian hanya mengambil bantal dan selimutnya saja. " Apa yang aku fikirkan, "batinnya .
Sebastian masih menahan tawanya, agar tidak mengeluarkan suara. Dia merasa Rosse gadis terpolos yang pernah dia temui didunia. Masih dalam posisi menghadap laptop nya. Sebastian mulai merasakan kantuk. Menutup laptop nya dan mulai merebahkan tubuhnya . Dalam hitungan menit dia pun mulai terpejam.
Matahari sudah menerangi planet bumi ,para penghuninya sudah mulai melakukan aktifitas. Sebastian yang lebih dulu bangun,sudah terlihat rapi. Dengan kemeja berwarna maroon dipadu celana hitam abu-abu.Sementara di tempat tidur, selimut masih bergulung. Itu adalah Rosse yang sudah bangun,tapi tidak bergerak. Dia sengaja menunggu Sebastian pergi,agar tidak merasa canggung saat dia ingin beraktifitas . Sebastian sengaja tidak membangunkannya. Karena dia tahu,Rosse sudah lama terbangun. Dan ingin menghindarinya.
__ADS_1
Sebastian turun ke bawah untuk sarapan. Dimeja Oma sudah menunggu mereka. Hanya melihat Sebastian tanpa Rosse " Mana Rosse..?" Tanya Oma.
"Dia masih tidur..!" jawab Sebastian.
Oma hanya tersenyum melihat cucunya tersebut. Sebastian hanya menyunggingkan senyuman. Dia tahu,apa yang di fikirkan oleh Oma nya. Dia tetap menikmati makanannya dengan tenang.
Sementara di dalam kamar,Rosse sudah masuk kekamar mandi. Setelah selesai,dia berganti pakaian. Dan masih menunggu dikamar,sampai suara mobil Sebastian pergi. Dia pun turun menuju ruang makan. Disana makanan untuk nya sudah di sediakan. " Rosse,kenapa baru turun sekarang.? Tanya Oma tiba-tiba dari belakang kursi.
"O-Oma....Maaf..! Tadi tidak bisa ikut sarapan,saya ketiduran," Alasannya.
Mendengar ucapan Oma " Uhuk...uhuk...uhuk," Rosse terbatuk hampir keselek.
" Pelan-pelan makannya..!" Ucap Oma.
Rosse berfikir,dari mana Oma tahu tentang kejadian memalukan itu." Tidak mungki tuan Sebastian yang menyampaikannya. Dia sendiri pun tidak tahu tentang yang aku fikirkan?" Batin Rosse.
__ADS_1
Oma pergi meninggalkan Rosse dan masuk kedalam kamar. Sementara Rosse menikmati makanannya yang terasa hambar,karena ucapan Oma tadi.
Rosse selesai makan,para pelayan mulai membersihkan meja tersebut. Rosse pun bangkit ingin menuju rumah kaca. Dia ingin menghilangkan fikiran buruk yang dari semalam mengganggunya.Sebelum pergi,dia ingin ada teman yang jadi teman bercerita. Hanya sekedar cerita tak berisi. Dia teringat akan Sonya .
" Sonya," panggil Rosse.
Sonya berlari kecil menghampiri Rosse "Ada apa nona..?" Tanya Sonya.
" Apa kamu tengah sibuk?" tanya Rosse.
" Saya tidak sibuk nona,tapi memang ada beberapa pekerjaan lagi yang tengah saya kerjakan di belakang." jawab Sonya.
"Baiklah,kamu siapkan lah pekerjaan mu dulu. Nanti temui saya ya....! " minta Rosse.
" Baik nona.." Sonya pun pergi meninggalkan Rosse yang menuju ruang keluarga dan menunggu sampai Sonya selesai dengan pekerjaan nya.
__ADS_1