BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 101.


__ADS_3

Sebastian tak putus-putusnya memandangi wanita yang ada didepannya "Kenapa wanita ini begitu mirip dengan Rosse. Apa iya didunia ini ada orang yang terlahir dengan sangat mirip...!" batin Sebastian.


"Maaf tuan,saya tidak melihatnya berjalan ke tengah jalan. Terima kasih telah menyelamatkan anak saya.Apa tuan baik-baik saja?" ucap wanita itu.


Lamunan Sebastian buyar,setelah wanita itu bertanya padanya. "Ah..saya baik-baik saja " jawab Sebastian.


"Tuan tunggu sebentar,saya akan mencari obat dan plester. Tangan tuan luka.." sambil menunjuk ke arah luka Sebastian.


Wanita itu pergi dan membawa anak perempuan. Dia berjalan ke toko kecil yang tak jauh dari tempat mereka tadi. Setelah mendaptkan semua yang dia cari,wanita itu kembali berjalan ke arah Sebastian.


"Mari tuan tangan nya,agar saya obati." pinta wanita itu.


Sebastian mendekatkan tangan nya tanpa berkata apa-apa.Wanita itu mengoles secara perlahan obat pada luka nya.


"Ahh..!" Sebastian meringis.


"Maaf tuan,sakit ya.!" wanita itu jadi panik.

__ADS_1


"Tidak.." jawab Sebastian.


Setelah membersihkan luka nya,wanita itu menutupinya dengan plester. "Sudah selesai tuan." ucap wanita itu.


"Sebagai tanda permintaan maaf. Saya ingin aga tuan mau kita melakukan pemeriksaan keseluruhan kerumah sakit...!" minta wanita itu.


"Tidak apa-apa,saya merasa baik-baik saja. " jawab Sebastian.


"Apa tuan yakin..?" tanya wanita itu.


Sebastian menerima kartu itu."Baiklah tuan,saya harus pergi sekarang," wanita itu permisi dan berjalan ke arah mobil nya. Didalam mobil itu ada seorang anak laki-laki sebaya dengan anak perempuan yang dia selamatkan. Tapi yang membuat Sebastian merasa heran,anak laki-laki itu mirip dengan Sebastian masa kecil.


Mobil itu pun berlalu,anak laki-laki yang didalam mobil memperhatikan Sebastian sampai pandangan nya berlalu jauh.


Sebastian melihat kartu nama yang ada ditanganhya. "Jasmin.." Sebastian membaca sebuah nama. "Berarti nama wanita itu adalah Jasmin..? " batin Sebastian. Dia menyimpan kartu itu di saku celana nya dan kembali berjalan menuju mobil Frederick. "Bagaimana dengan anak itu?" tanya Frederick.


"Dia tidak apa-apa..!" jawab Sebastian.

__ADS_1


Mereka pun berangkat pergi meninggalkan restoran tersebut. Frederick melihat ke anehan pada Sebastian,dia terlihat lebih banyak diam. "Ada apa teman. Kenapa kamu jadi pendiam setelah kejadian tadi..?" ucap Frederick.


"Saya berfikir,wanita tadi begitu mirip dengan seseorang yang saya kenal." jawab Sebastian.


"Pacar mu ya?" tanya Frederick.


"Bukan,!" jawab Nya.


Frederick tidak lagi bertanya lebih jauh. Mereka sampai dikediaman keluarga Edrik. Sebastian keluar dari mobil dan menuju rumah. Frederick pun pergi,setelah mengantarkan Sebastian. Didalam rumah,Sebastian mencari tantenya. Setelah bertemu,dia mengutarakan niatnya untuk tinggal dihotel. "Kenapa kamu memilih di hotel. Apa disini kamu tidak betah?" tanya tantenya.


"Bukan karena itu tante. Aku hanya ingin tinggal sementara saja disini. Dan akan mencari hotel ketika sudah menemukan yang bagus ," jelas Sebastian.


"Baiklah kalau itu kemauan mu. Tapi jangan lupa untuk datang kesini.." ucap tantenya.


"Baiklah tante..!" jawab Sebastian dan berjalan kekamar.


Sebastian mengemas barang-barang nya yang tak begitu banyak. Setelah selesai,dia berpamitan pada tantenya. Dan di antar oleh supir kesebuah hotel yang sudah di pilihkan oleh Frederick.

__ADS_1


__ADS_2