
Sebastian menarik tubuh mungil Rosse ke atas ranjang. Rosse berusaha melawan,tapi apalah daya tidak merubah apa pun. Tubuh tinggi Sebastian berlipat-lipat kekuatannya di banding tenaga Rosse.
Tubuh Rosse sudah berada di atas Sebastian. Sebastian menatap dalam ke wajah polos itu. Dia merasa ada sebuah api bergelora yang membuncah di dadanya. Pelan-pelan di sentuh bibir kecil Rosse. Rosse tersentak dan berusaha menarik tubuhnya keluar dari dekapan suami nya tersebut.Tapi usahanya tidak membuahkan hasil. Sebastian mencium lembut bibir nya,dan menyentuh bagian sensitif Rosse di beberapa titik. Merasa tak tahan dengan cumbuan Sebastian. Rosse merasa terhanyut dengan buaian mesra itu. Dia ikut permainan Sebastian. Membalas setiap ciuman yang di berikan oleh suaminya tersebut,membuat Sebastian merasa permainan semakin hangat. Satu persatu pakaian yang dikenakan oleh Sebastian dia buka. Tak juga dengan wanita yang ada didepannya,ketika akan membuka baju. Rosse tersadar,dia sudah semakin jauh. Rosse kembali ingin melepaskan dirinya,tapi Sebastian terus menahannya dalam dekapan. Sebastian kembali mendaratkan ci**an. Rosse kembali melemah. Mereka bergumul dengan kemesraan,hanya terdengar deritan ranjang tua dan ******* sakit kenikmatan dari Rosse.
Permainan berlangsung cukup sengit,Sebastian merasa sudah kelelahan. Rosse yang tidak bersuara lagi. Merasakan kantuk setelah pergulatan mereka. Sebastian menciun puncak kepala Rosse. "Ntah sejak kapan aku begitu menyukai mu?" bisik Sebastian ditelinga istriya.
Rosse sudah tidak merasakan apa-apa lagi. Dia telah masuk kedunia mimpi. Capek dan kantuk bercampur, sehingga dengan mudah membuat nya cepat memejamkan mata.
__ADS_1
Sebastian pun ikut tertidur disampaing Rosse.Kamar yang tadinya rapi,sekarang sudah diisi dengan hamburan pakaiaan dua orang insan. Sebastian menutup tubuh mereka dengan selimut . Udara malam itu terasa dingin,ditambah tiupan angin yang berasal dari danau. Semakin menusuk ketulang.
Pagi telah menyapa,Rosse masih tidur. Sebastian bangun lebih dulu. Dia memandang sekeliling,hanya terlihat baju yang berhamburan. Dia teringat kejadian malam tadi. Sebastian tersenyum licik. Untuk nya ini adalah pertama kali baginya. Dia pandangi wajah wanita disampingnya itu. Tidak ingin membangunkan Rosse. Sebastian bangun dan menuju kamar mandi. Setelah membersihkan diri. Dia berinisiatif kedapur untuk membuat makanan pagi sebagai sarapan. Dengan beberapa bahan yang ada di kulkas. Sebastian menggunakan internet untuk belajar memasak. Satu persatu dia menuruti semua yang ada di video. Hal yang paling susah bagi Sebastian adalah menghidupkan api. Berulang kali dia mencoba,tapi kayu nya tetap tak terbakar. Dia tuangkan minyak lebih banyak,dan akhirnya kayu nya pun terbakar. Sebastian segera meletakkan wajan untuk memasak. Dia dengan cekatan melakukan semua yang dia lihat di video tersebut. Merasa cukup,dia pun mencicipi,ternyata masakan nya enak juga. Sebastian tersenyum puas.
Dia susun semua makanan itu dimeja depan. Melirik jam yang ada ditangan nya,sudah menunjukkan hampir jam 10. Dia bergegas ke kamar,ntah apa cara dia untuk membangunkan Rosse. Bukan hanya karena merasa bersalah,tapi juga merasa dia ingkar janji. Sebelum nya,dia sudah berjanji takkan menyentuh Rosse.
Melihat Rosse yang merasakan sakit,Sebastian merasa kasihan. Karena dirinya yang hilang akal.
__ADS_1
"Maaf atas kejadian tadi malam..!" ucap Sebastian.
Mendengar suara itu membuat Rosse merasa malu dan dia kembali berbaring menutup tubuh dan kepalanya dengan selimut.
" Aku tahu,kamu pasti marah dan benci dengan ku..!" ucap Sebastian merasa bersalah.
"Kamu keluar lah dulu,saya mau mandi," ucap Rosse.
__ADS_1
Sebastian pun keluar. Dia tidak mendengar kata-kata lain yang menyalahkan dia. Sebastian semakin diliputi rasa bersalah. Rosse segera bangun dengan mengenakan selimut. Dia ambil handuk dan keluar dari kamar. Sebastian melihat Rosse mamasuki kamar mandi. Sebastian menuju kedalam kamar,dia melihat-lihat di atas kasur. Ada sedikit noda darah segar . Dia pun menyadari bahwa Rosse masih perawan. Sebastian ada rasa puas karena beristrikan seorang perawan. Tapi disebalik itu,dia juga merasa bersalah. Karena memaksa Rosse melakukannya.