BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 20.


__ADS_3

Rosse memasukkan 1 sendok besar teh kedalam cangkir. Dan kembali menutup kantong teh nya. Setelah air mendidih, dia menuangkannya ke dalam cangkir.


Pak Seno yang masih berada disana mencium aroma sedap dari cangkir milik Rosse. Dia teringat dengan dengan tuan nya .Dia kembali teringat dengan permintaan Sebastian yang tak biasa . Pak Seno mendekati Rosse " Maaf nona, saya mau bertanya. "


"Mau bertanya apa pak?" Tanya Rosse.


" Apakah sebelumnya, tuan Sebastian pernah datang kerumah nona? " Tanya pak Seno penasaran.


" Iya Pak," Jawab Rosse .


" Apakah nona membuat kan teh ini untuk nya? " Tanya nya lagi.


"Iya pak. Dirumah kami hanya memiliki teh ini saja," Jelas Rosse.


Pak Seno tersenyum, dia merasa sudah memecahkan masalah yang hampir membuat dia gila. " Nona, apakah saya boleh meminta sedikit teh nya?“


" Boleh pak, ini, " Rosse menyodorkan bungkusannya.


" Saya hanya mau sedikit saja, " pak Seno menerima bungkusan itu dan mengambil sedikit isi nya.


" Ini nona,saya kembalikan. Terima kasih, "Ucap Pak Seno.


" Sama-sama Pak, " Balas Rosse dengan senyuman.


"Maaf nona, saya harus melanjutkan pekerjaan," Pak Seno pamit.


Rosse pun bergegas meninggalkan dapur. Membawa cangkir yang berisi teh buatannya. Dia berjalan dengan sangat hati-hati menuju halaman samping.Setelah sampai di taman, Rosse begitu menikmati minumannya.Dan tiupan angin pagi yang begitu menyegarkan.


Pak Seno masih sibuk di dapur, dia membuat beberapa macam jenis sarapan. Wajahnya terlihat sedikit berbeda. Karena Pak Seno sudah menyelesaikan satu masalah yang membuat dia beberapa hari ini bertanya-tanya.


Setengah jam berlalu, Pak Seno sudah selesai dengan pekerjaannya. Sebastian yang sudah terlihat rapi berjalan menuruni tangga. Rico sudah dulu tiba disana. Menunggu diruang tamu sembari membaca surat kabar yang baru terbit pagi ini.


Sonya yang mendapat tugas tambahan, setiap pagi wajib bagi nya memanggil Rosse untuk sarapan. Selain menjadi pelayan untuk membersihkan rumah,dia juga mendapat tugas untuk melayani Rosse. Bagi nya itu suatu kesenangan bisa dekat dengan Rosse yang baik hati


Rosse sudah berada di meja makan. Sebastian baru akan menduduki kursi nya. Di meja ada beberapa makanan. Roti bakar, salad dan juga olahan telur .


Sebastian mengambil sepotong roti bakar " Kamu makan lah, " Ucap Sebastian pada Rosse.


Rosse bingung, bagaimana cara dia harus mengambil makanan ketika dia tidak bisa melihat. Rosse hanya terdiam. Sebastian melihat ke arah pak Seni.


Pak Seno mengerti maksud tuan nya. Dia mendekat ke arah Rosse " Nona mau makan apa? " Tanya pak Seno.

__ADS_1


" Saya seperti mencium roti bakar," Ucap Rosse.


Pak Seno mendekatkan piring berisi roti " Ini nona makanan nya, dan di kanan minumannya nona, " Ucap pak Seno.


Rosse hanya tersenyum " Terima kasih pak, " Ucap Rosse dan memakan sarapannya.


Sebastian yang sedari tadi hanya melihat gelagat mereka tidak banyak bicara.


Sedangkan Rico sedari tadi menguping pembicaraan mereka. Karena penasaran, suara seorang wanita. Akhirnya dia memberanikan diri untuk melihat ke ruang makan. Dia melihat sosok gadis asing tengah duduk didepan Sebastian. Dia semakin penasaran, karena Sebastian bukan orang yang bisa menerima orang baru dan makan dalam satu meja.


Setelah melihat, dia kembali menuju ruang tamu. Dia mangambil kembali surat kabar yang tadi nya dia letakkan.


Rico seolah-olah seperti sedang membaca, tapi di otaknya penuh tanda tanya .


Sebastian sudah selesai dengan sarapannya, begitu juga dengan Rosse, dia kembali masuk kedalam kamar. Sedangkan Sebastian menghampiri Rico.


" Ayo kita berangkat, " Ajaknya.


Rico berdiri dan berjalan dengan langkah panjang menuju mobil. Mereka pun berangkat. Di sepanjang perjalanan Rico melirik ke kaca depan dari sela-sela kaca mata hitam nya. Sebastian melihat kecurigaan pada asisten nya itu " Kalau ada yang ingin ditanyakan, silahkan. "


Rico jadi salah tingkah. Dia melepaskan kaca matanya " Maaf tuan," Ucap Rico.


" Tidak ada tuan, " jawab Rico polos.


Karena Rico lebih memilih diam. Sebastian pun tak bertanya lagi. Mereka pun sampai di depan perusahaan. Rico bergegas membuka pintu mobil. Sebastian pun keluar berjalan menuju lantai atas.


Setelah di kantor, Sebastian menyelesaikan pekerjaanya yang begitu banyak.


Sebagai sebuah perusahaan besar yang bonafide, dia mempunyai pekerja yang mumpuni dan berpengalaman. Tidak mudah untuk bekerja disana. Harus menjalani beberapa seleksi dan probation.


...****************...


Rosse yang masih merasakan kejenuhan kembali melanjutkan rajutannya. Dia tidak tahu, apa yang harus dia buat dirumah besar yang memiliki pelayan ramai. " Tok... tok.... tok," terdengar suara ketukan pintu.


"Siapa? " Tanya Rosse.


"Sonya nona , " Jawab suara dari luar.


" Masuk lah, pintu tidak saya kunci," Ucap Rosse .


Sonya pun membuka pintu " Apa saya boleh masuk nona? " Tanya nya.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu bertanya, masuk lah, " pinta Rosse.


Sonya masuk kedalam " Duduk la , " Rosse menepuk sofa.


Sonya pun duduk disamping Rosse.


" Ada apa? " Tanya Rosse.


" Tuan Sebastian kemarin malam memanggil saya ke taman depan, " Sonya membuka cerita.


Rosse menghentikan rajutannya "Ada masalah apa?" Tanya nya .


" Ketika kita berdua di taman samping rumah, tuan melihat kita berdua dan bertanya apa yang kita bicarakan waktu itu, " Sonya bercerita.


"Terus, " Rosse tak sabar ingin mendengar cerita sonya.


" Dia terus bertanya tentang apa yang kita lakukan disana.Akhirnya saya menceritakan semua nya." Jelas Sonya.


" Apakah tuan Sebastian marah kita duduk disana? " Air muka Rosse berubah.


" Tuan tidak mempermasalahkan itu, dia mengatakan akan membuat sebuah tempat untuk mu agar tidak merasa kebosanan, " Ucap Sonya.


Merasa tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Sonya "Apa kamu serius? " Tanya nya lagi .


Sonya mengangguk " Iya, saya tidak berbohong."


Mereka berdua tertawa kegirangan didalam kamar. Pak Seno yang diluar mendengar suara mereka dan menghampiri pintu kamar Rosse .


" Sonya, kalau masih ada pekerjaan cepat selesaikan, "Ucap pak Seno.


Sonya meletakkan telunjuk nya ke bibir Rosse " Baiklah, saya harus kerja lagi." Sonya permisi.


" Kalau pekerjaan mu sudah selesai, kamu janji harus beritahu aku semua nya, " Pintar Rosse


"Baiklah, saya akan datang lagi nanti, "balas Sonya.


Sonya berjalan keluar dari kamar. Dia mengambil kain lap dan juga alat sprei untuk membersihkan kaca.


Pak Seno yang masih berdiri didepan pintu hanya bisa menggelengkan kepala.


Sonya tersenyum kecut, takut di tegur kan oleh pak Seno. Walau pak Seno sudah tua, semua pelayan dan penjaga sangat menghormati nya. Walau sudah lama ikut bekerja dengan keluarga Sebastian, pak Seno tak pernah mengusik para pekerja baru. Dia selalu mengajarkan mereka, bagaimana harusnya menjadi orang yang ingin di percaya . Dalam bekerja harus ada rasa yakin dan tanggung jawab.

__ADS_1


__ADS_2