
Pagi itu,Sebastian sudah bersiap-siap untuk turun. Setelah Sebastian keluar dari kamar,Rosse pun bangkit menuju kamar mandi. Setelah mandi ,dia memilih pakaian yang akan dia kenakan. Setelah memilih,dia mencium aroma lain dari pakaian yang dia ambil. Merasa tak yakin dengan hidungnya ,dia dekatkan baju itu kehidungnya. Memang tidak seperti biasa. Rosse menduga,salah dalam mengambil pakaian. Dia hitung kembali langkahnya dari awal kamar mandi. Semua hitungan tidak salah. Dia mencoba meraba pakaian yang lainnya. Dan itu juga memiliki bau yang sama dengan yang dia ambil pertama tadi.Dia letakkan pakaian itu dilantai dengan cara melebarkan nya. Dia raba dengan sangat teliti. Dia pun menyadari,itu adalah baju baru yang belum pernah dipakai. Rosse berfikir,mungkin sebelumnya Sebastian pernah memiliki pacar dan pakaiannya masih ada disana. Rosse meraba semua bagian pakaian yang sebelumnya adalah tempat pakaian lamanya. Karena tidak menemukan pakaiannya. Rosse mengambil satu gaun yang panjang nya selutut. Dia memakai baju itu dan berharap Sebastian tidak akan marah. " Nanti saya minta ijin dengan nya.Mungkin sekarang tuan sudah berangkat," fikir Rosse.
Setelah selesai merapikan rambut dan memakai wewangian. Rosse pun turun menuju meja makan,disana masih ada Sebastian yang sengaja menunggu ingin melihat dia memakai pakaian yang dibelikan olehnya.
Rosse duduk ditempat biasanya " Rosse..!" panggil Oma.
" Ya Oma," Jawab Rosse.
" Kamu hari ini terlihat berbeda dari biasanya." puji Oma.
" Oma,saya biasa saja. Oma terlalu berlebihan." tampik Rosse.
Tiba-tiba " Apa yang dikatakan Oma memang betul. Kamu terlihat cantik," imbuh Sebastian.
Rosse terdiam mendengar suara Sebastian yang ternyata masih ada disana.
"Ah,maaf saya tadi tidak menemukan pakaian ku. Saya mengambil baju yang ada di gantungan. Saya mau minta ijin sama kamu," jelas Rosse.
" Tidak perlu minta ijin. Itu semua adalah baju mu. Dan mulai hari ini,pakai lah baju yang bagus-bagus," pungkas Sebastian.
__ADS_1
"Maksud tuan..? Rosse bertanya tak mengerti.
" Maksudnya,saya sengaja membeli pakaian itu memang untuk mu. Dan maaf juga,saya sudah mengeluarkan semua baju lamamu. " ucap Sebastian.
Seketika raut wajah Rosse berubah,ingin menangis tapi masih ditahannya "Dimana baju saya yang lama tuan?" tanya Rosse.
" Untuk apa kamu bertanya tentang itu..?" tanya Sebastian.
"Apa tuan membuang semuanya?" tanya Rosse.
" Saya tidak mengetahuinya. Pak Seno yang bertanggung jawab akan itu." jawab ringkas Sebastian.
Dia makan sarapan itu dengan menahan keluham didadanya.
Setelah selesai sarapan. Rosse berjalan menuju belakang,Sonya yang berada disana menhampiri "Ada apa nona kesini..?" tanya Sonya.
" Apa kamu melihat Pak Seno..?" tanya Rosse.
"Beliau sedang didapur..!" jawab Sonya.
__ADS_1
"Saya ingin berjumpa dengan beliau," jawab Rosse.
"Ada masalah apa..?" tanya Sonya penasaran.
"Saya ingin menanyakan tentang pakaian saya yang lama..!" jawab Risee,Rosse.
Sonya tidak berani menjawab,dia merasa heran. Dari mana Rosse tahu tentang semua bajunya yang sudah dikeluarkan . "Apa ada yang lain nona butuhkan.?" tanya Sonya.
" Tidak..!" jawab Rosse.
"Baiklah,saya masih ada pekerjaan lain. Saya pamit dulu nona.!" Sonya pun pergi. Tak ingin ikut campur dengan masalah pakaian tersebut.
Rosse duduk disebuah bangku kecil yang berada disampingnya.
Sonya yang berjalan kedapur menghampiri pak Seno "Pak Seno,nona mencari bapak," Ucap Sonya.
Pak Seno menghentikan kerjaannya "Ada apa .?" tanya pak Seno.
" Datang saja kesana. Dia ada di belakang," jelas Sonya.
__ADS_1