
Hari ini terlihat cerah,Sebastian berjanji akan membawa anak-anak bermain ke pantai. Anak-anak terlihat sudah siap dengan pakaian renang dan pelampung nya. Mereka menunggu papa nya,tapi tidak juga datang. Anak-anak pun datang ke kamar orang tua nya." Tok...tok...tok.." suara ketukan pintu.
Sebastian tersentak dari tidurnya dan bangkit,saat membuka pintu "Papa,bukan kah papa berjanji akan mengajak kita ke pantai..?" tanya Elsa.
"Ah...Maafkan papa. Hampir papa lupa. !" jawab Sebastian. "Kalian pergi saja dulu bersama penjaga. Sebentar lagi papa menyusul..!"
"Baiklah." anak nya pun pergi. Dan Sebastian meminta seorang penjaga untuk menemani anak nya.
Sebastian kembali ke tempat tidur,Rosse masih tertidur pulas. Sebastian menarik selimutnya perlahan. Rosse mulai merasa kedinginan karena pendingin yang belum dimatikan. Rosse membuka mata dan mendapati Sebastian sudah berada disampingnya dengan tatapan tak berkedip. "Ada apa,apakah kamu tidak bosan mengerjai ku..?" tanya Rosse.
Sebastian mencium lembut pipi Rosse "Apakah kamu masih ingin didalam kamar ini..?" tanya Sebastian.
"Aku masih ingin tidur.Karena kamu,aku kurang tidur..!" ujar Rosse sedikit kesal.
"Anak-anak sudah tidak sabar ingin ke pantai..!" ucap Sebastian.
__ADS_1
Mata Rosse langsung membulat,dan seketika mengantuk nya hilang "Aku lupa,anak-anak pasti sudah menunggu..!" ucap Rosse teringat.
Dia pun bangkit dari tidur nya,ingin bersiap-siap mandi. Tanpa memperdulikan Sebastian,dia menuju kamar mandi. Belum sempat menutup pintu,Sebastian lebih dulu menahan pintunya dari luar "Kamu mau apa..?" tanya Rosse sambil menahan pintu dengan kuat.
Sebastian menolak dengan lebih kuat lagi "Aku juga ingin mandi..!" ucap Sebastian.
"Kita bergantian saja..!" jawab Rosse.
"Tidak,aku mau mandi bersama mu..!" balas Sebastian.
Melihat Rosse yang sudah setengah d*d*,membuat Sebastian tidak bisa menahan perasaan nya.
Seperti adegan panas di drama dewasa. Dengan paksa dia tarik handuk yang dikenakan oleh Rosse "Aauu...Apakah kamu tidak cukup ?" tanya Rosse.
"Tidak ada kata cukup untuk seorang lelaki yang sudah menahan selama lima tahun..!" bisik Sebastian sembari memegang pinggang Rosse.
__ADS_1
Rosse berusaha tetap menolak,tapi setiap sentuhan dari seorang Sebastian penuh dengan pesona ga**rah. Sekali lagi,dia harus kalah dan mengalah. Mereka berpacu pada tarikan nafas ,Sebastian sudah seperti joki di pacuan kuda di bawah guyuran air.
Setelah selesai mandi,mereka pun segera turun ke bawah. Elsa terlihat cemberut,karena papa dan mama nya terlambat turun. "Kenapa wajahnya seperti itu..?" tanya Rosse.
"Papa janji akan turun secepat mungkin,tapi kenapa baru sekarang baru kelihatan. Lama menunggu,sampai membuat bosan.." rajuk Elsa.
"Uuu...anak mama. Sudah,jangan marah lagi. Sekarang papa dan mama ada disini. Ayo kita main sepuasnya..!" ajak Rosse.
Mereka pun mulai masuk kedalam air,Adam dan Elsa yang tidak tahu berenang memakai pelampung untuk memudahkan mereka.
Sebastian di dampingi dua orang pengawal,hanya melihat dari kejauhan. Dia membawa beberapa pengawal,sekedar berjaga-jaga,tidak ingin kejadian lama terulang kembali. Dan dia memaksimalkan penjagaan untuk anak-anaknya.
Hari sudah lewat tengah hari,setelah selesai berenang. Anak-anak mulai kelaparan. Mereka bergegas berganti pakaian dan menuju ruang makan.
Makanan sudah terhidang dimeja,pelayanan dan Rosse yang menyiapkan semua makanan tersebut. "Sekarang,ayo kita makan..!" ajak Rosse.
__ADS_1
Mereka pun akhirnya makan.