BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 49.


__ADS_3

Acara pernikahan telah usai, semua sudah kembali seperti semula. Rosse masih lagi menempati kamar yang biasa dia pakai.Oma merasa tidak senang dengan itu.


"Susan, panggil Rosse dan Sebastian kesini." minta Oma


" Baik Oma..! " Jawab nya dan berjalan keluar kamar.


"Nona Rosse, di panggil Oma kekamarnya, " Suara Susan dari luar kamar.


" Baik,"Jawab Rosse dari dalam kamar.


Kemudian Susan menuju lantai atas " Tok... tok.... tok...!" Ketukan pintu dari luar. " Tuan, di panggil O. a agar datang ke kamar nya, "Ucap Susan.


" Bilang sama Oma, sebentar lagi saya turun. " Balas Sebastian dari dalam kamar.


Susan pun pergi kembali kekamar Oma. Ketika masuk kekamar Oma, Rosse sudah berada didalam.


" Apa Sebastian tidur? " Tanya Oma pada Susan.


"Sebentar lagi turun katanya, " Jawab Susan.


Hanya beberapa menit, Sebastian sudah berada disana. " Ada Oma, memanggil Tian kesini? " tanya nya.


" Duduk lah dulu, " pinta Oma.


Sebastian pun duduk di samping Rosse. Yang berhadapan dengan Oma.


" Kenapa Rosse masih tinggal dikamar tamu? " Tanya Oma kepada Sebastian.


Sebastian dan Rosse terdiam atas pertanyaan Oma. Sebastian tak bisa mengelak dari itu. Karena sekarang, dia adalah suami dari Rosee. "Masalah itu, saya belum lagi pindahkan barang-barang Rosse Oma..!" Jawab sebastian sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal.

__ADS_1


Rosse hanya diam , dia tidak bisa membuat alasan lain. Ingin mengatakan "Tidak usah" tali itu hal yang lebih tidak memungkinkan. "Rosse, nanti minta Sonya memindahkan barang mu ke kamar saya, " pinta Sebastian .


" Ba.. baik lah tuan. " jawab Rosse .


Oma mengangguk " Seperti itu lah seharusnya suami istri. " Ujar Oma dan membuka laci kecil yang ada dimeja nakas. Oma mengambil sebuah kotak kecil dan membuka nya "Ini adalah hadiah dari Oma atas kebahagiaan kalian." sembari memberikan nya kepada Rosse.


Rosse menerima kotak itu dan meraba isi nya. " Apa ini Oma? " Tanya Rosse.


" Ini adalah perhiasan, kalung beserta anting-anting nya. Ini terbuat dari zamrud. Oma sudah lama menyimpan nya. Dulu sewaktu muda, Oma selalu memakai nya. Sekarang Oma mewariskan nya kepada mu, " Jelas Oma.


" Tapi Oma, ini adalah benda berharga Oma. Kenapa Oma berikan pada saya ? " Rosse menyerahkan kembali kotak itu ke Oma.


Kotak Itu di tolak Oma kembali " Ambil lah, jauh sebelumnya Oma sudah memang akan memberikan ya pada cucu menantu Oma, " Ucap Oma.


Sebastian melihat dua wanita yang saling berargumen itu. Sebastian memegang tangan Rosse. " Ambil saja, kalau kamu menolak. Oma bisa tersinggung, " Timpal Sebastian.


Oma mengusap air mata di pipi rosse " Jangan menangis lagi. Mulai sekarang kita adalah keluarga . Dan apa bila Sebastian membuat mu menangis, beritahu pada Oma. Biar Oma yang memberinya pelajaran. " Seloroh Oma.


Rosse tertawa " Saya tidak sekejam yang Oma sangkakan, " Timpal Sebastian membela diri.


Mereka bertiga akhirnya tertawa bersama. Sebastian keluar dan mencari Sonya. "Pak Seno panggil Sonya kesini, "Menunjuk kamar Rosse.


" Baik tuan. “ Pak Seno pun pergi mencari keberadaan Sonya. Setelah ketemu " Sonya, di panggil tuan ke kamar Nona Rosse." Ucap nya.


Sonya berlari kecil menuju kamar Rosse. Didepan pintu kamar, sudah berdiri Sebastian. " Ada apa tuan mencari saya? " Tanya Sonya.


"Kamu bantu memindahkan barang Nona Rosse ke kamar saya, " Pintar Sebastian.


"Baik tuan, " Jawa Sonya.

__ADS_1


Sebastian pun naik ke lantai atas menuju kamarnya. Dia mengambil ponsel nya dan menghubungi pak Seno "Pak, tolong datang ke kamar saya. Tolong rapikan barang-barang milik Nona Rosse. "


"Baik tuan, sekarang saya akan ke atas." Jawab pak Seno cepat. Tak Ingin majikan nya menunggu lama. Pak Seno segera menuju kesana. "tok... tok... tok. " ketukan pintu.


"Masuk lah pak, " Jawab Sebastian. "Bapak tunggu disini, sebentar lagi Sonya akan datang membawa barang Nona Rosse. ! " perintah Sebastian .


Pak Seno menunggu didepan pintu. Terlihat Sonya membawa sebuah tas. Itu adalah pakaian Rosse.


Pak Seno menahan Sonya " Kamu letakkan barangnya disini saja. Tuan tidak mengijinkan orang lain yang masuk kedalam, "Pinta pak Seno.


Sonya meletakkan tas itu didepan pintu. Dan pak Seno membawa kedalam untuk disusun ke lemari terpisah dengan Sebastian. Sebastian melihat tas yang dibawa oleh pak Seno " Pak, apa pakaian nya hanya ini saja? " tanya Sebastian memandangi tas itu.


" Saya tidak tahu tuan. Sonya masih kembali ke kamar Nona, " Jawab pak Seno.


Pak Seno menyusun dan menggantung pakaian Rosse.Pak Seno merasa diantara semua baju itu, tidak ada baju yang bisa di bilang model kekinian. Semua adalah baju lama yang sudah tidak di pakai orang lagi saat ini. Pak Seno mendekat kepada Sebastian " Tuan... ma... maaf kalau saya lancang. Coba tuan perhatikan baju Nona Rosse ini, " pinta Pak Seno.


Sebastian meletakkan ponsel nya " Ada apa pak? " tanya nya.


"Saya tidak bisa jelaskan, tuan saja yang lihat." Ujar nya.


Sebastian pun bangkit menuju lemari pakaian Rosse. Dia melihat pakaian-pakaian yang sudah di gantung oleh pak Seno. " Saya mengerti apa yang bapak maksud." ujar nya. " Semua pakaian ini sudah terlihat lusuh dan model lama. "


Pak Seno hanya memperhatikan tuannya dengan seksama. Dan "Tok.. tok... tok..! " Ketukan di pintu. Pak Seno berjalan ke pintu dan mengambil barang yang dibawa oleh Sonya. " Ini semua, dikamar bawah tidak ada lagi barang Nona Rosse. ! " jelas Sonya.


Pak Seno membawa barang itu masuk kedalam. Sonya pun turun kembali. Pak Seno kembali menyusun barang-barang milik Rosse. " Maaf tuan, foto-foto ini saya taruh dimana? " Tanya Pak Seno.


" Di meja nakas itu saja pak, agar Nona Rosse tidak merasa kehilangan nanti." Perintah Sebastian.


Pak Seno pun menata beberapa barang milik Rosse di nakas sebelah kanan. Sementara sebelah kiri tempat tidur adalah bagian Sebastian.

__ADS_1


__ADS_2