
Satu bulan berlalu semenjak kepulangan Rosse kerumah. Oma berkeinginan membuat sebuah pesta resmi untuk penyambutan cucu menantunya tersebut.
Oma berbicara dengan Sebastian tentang keinginan nya itu "Bagaimana pandapatmu.?" tanya Oma.
Sebastian berfikir sejenak "Oma,Tian kurang setuju untuk mempublikasikan hubungan kami berdua."
Sebastian tidak menjelaskan apa yang membuat dia tak setuju.
Dia takut,bila suatu saat dia mengenalkan Rosse ke publik.Maka keselamatannya bisa terancam. Selama ini Sebastian sudah sangat mewaspadai setiap orang-orang yang terlihat mencurigakan.Walau wajah Rosse tidak pernah terekspos,bukan berarti dia bisa di sebut aman. Musuh yang tak menyukai Sebastian,ada dimana-mana. Maka besar kemungkinan,ada segelintir orang yang sudah memata-matai nya.
Sebastian merasa tak enak kepada Oma.Karena telah menolak permintaannya. "Oma,saya minta maaf." ucap Sebastian.
Oma hanya diam,tak membalas perkataan cucu nya tersebut.Oma berjalan meninggalkan Sebastian sendiri di ruang keluarga.
Didalam kamar,Oma terlihat bersedih. Niat baik nya tidak disetujui oleh Sebastian "Susan,kamu bawa Rosse kesini." pinta Oma.
__ADS_1
"Baik nyonya. " Susan pun meninggalkan Oma menuju lantai atas.Beberapa menit kemudian,Rosse pun datang."Ada apa Oma.?" tanya nya.
"Duduk lah disamping Oma," pinta Oma.
Rosse pun duduk,Oma menggenggam tangan Rosse "Apa kamu bisa berbicara dengan Sebastian..?" tanya Oma.
"Tanya apa Oma..?" tanya Rosse balik.
"Oma ingin membuat sebuah perayaan kecil untuk mu..!"
"Iya,Oma ingin mengenalkan mu secara resmi pada sebagai istri dari Sebastian..!" jelas Oma.
Rosse terdiam sejenak,mengingat usulan Oma. Dia terlihat seperti kurang setuju,tapi tidak bisa menolak ke inginan Oma."Baiklah Oma,saya akan membicarakannya pada Sebastian..!" ucap Rosse agar Oma tidak muram lagi.
Setelah pembahasan selesai,Rosse menjadi bingung. Apa yang harus dia buat,dia sendiri keberatan dengan usulan Oma. Rosse menyadari,kekurangan pada diri nya. Dia tidak ingin orang-orang menilai buruk pada pilihan Sebastian.
__ADS_1
Ketika malam hari,setelah semua orang dikamarnya masing-masing. Terlihat Rosse duduk memegang ponsel nya sambil melamun. Sebastian yang memperhatikan nya mendekati. "Ada apa dengan mu. Kenapa sepertinya kamu terlihat murung?" tanya Sebastian.
Rosse menggeser posisi duduk nya "Tadi siang Oma bercerita ,katanya dia ingin membuat sebuah acara. Dan kamu tidak menyetujui nya.!" jelas Rosse.
"Iya,karena saya tidak ingin ketika suatu hari nanti mereka sudah mengenal mu. Maka kehidupan pribadi mu akan terganggu." jelas Sebastian.
"Saua juga tidak menginginkan nya. Tapi Oma terlalu berharap. Aku merasa bersalah ." ucap Rosse.
Mendengar ucapan Rosse,Sebastian mendekat dan duduk di hadapan nya sambil memegang tangan Rosse "Aku ingin kita seperti ini terus,tanpa berita yang setiap hari nya akan berseliweran dimana-mana."
Rosse hanya terdiam mendengar ucapan suami nya. Dibenak Rosse,dia juga ingin mengetahui. Seperti apa perasaan Sebastian padanya . Tapi terlalu awal untuk menanyakan perasaan nya. "Hari sudah malam,lebih baik kita tidur saja," ucap Sebastian.
Rosse tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Dia pun berbaring dengan posisi miring ke kanan. Sebastian pun memilih untuk tidur. Semenjak hubungan mereka berdua membaik,Sebastian tidak tidur di sofa lagi. Sekarang Rosse sudah bisa menerima Sebastian sebagai suami .
Ketika hendak tidur,Sebastian tak ingin melewatkan kesempatan. Dia cumbu Rosse dengan kelembutan ,Ingin rasanya Rosse menghindar. Tapi tidak memiliki kemampuan untuk menolak pesona Sebastian di atas ranjang.
__ADS_1