BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 39.


__ADS_3

Rosse terus memikirkan tentang pertanyaan Sebastian. "Apa maksud tuan Sebastian menanyakan pertanyaan yang seharusnya dia jawab sendiri? " Bergelut dengan fikiran nya.


Di perusahaan, Rico terlihat sibuk dengan pekerjaan nya. Hari ini tidak ada jadwal penting, hanya melakukan beberapa pemeriksaan pada kerja sama yang untuk sebuah proyek mega mall. Ketika di ruangan nya, dia ingat dengan Sebastian yang harus menggunakan infus sebagai tenaga . Dia tersenyum kesengan, karena rasa sakit itu buka hanya dia yang merasakan. "Ternyata tuan, tidak sekuat kelihatan nya..! " Cetus nya dengan wajahnya kesenangan.


Diana yang berada di meja nya, tidak melihat kehadiran Sebastian. Ingin langsung bertanya pada Rico, tapi hati nya menolak.Karena setiap melihat wajah Rico yang tak peduli dengan nya, membuat dia merasa sakit. Diana mulai merasakan ada nya bibit cinta yang mulai bertunas.


Bunga yang sebelum nya, masih ada di meja Diana. Dia meletakkan nya pada pit yang diisi air, membuat bunga itu lebih tahan lama.


Kembali kekediaman Sebastian.


Oma merasakan ada angin segar, percakan Sebastian dan Rosse sebelum nya diteraa depan, direkam oleh oma. Sebelum nya, Oma sudah meminta pada asistennya untuk membeli sebuah alat penyadap. Agar dia bisa mengetahu bagaimana perasaan kedua orang itu.


Oma memulai suatu rencana untuk tahap berikutnya." Lihat saja nanti, kalian akan terkena serangan jantung, " Celetuk oma di dalam kamar. Dia hanya berdua dengan Asistennya. Mereka merencanakan ini ketika Oma pertama kali kembali kerumah. Selama ini oma mengetahui tentang Sebastian yang membawa seorang wanita buta kerumah. Semua itu dikabarkan oleh pak Seno. Dia begitu setia pada sesepuh dirumah itu. Selain Oma sudah begitu baik pada nya. Oma juga menjamin kehidupan keluarga nya dan masa depan anak -anak nya . Kebaikan Oma lah yang membuat Pak Seno tidak bisa tinggal diam. Kepada Sebastian dia juga tetap setia. Tapi tidak bisa berpaling dari perintah Oma.


"Susan, untuk kedepannya kamu harus selalu membantu saya. Agar mereka berdua bisa menikah," Pinta Oma pada asistennya.


Dikamar, Sebastian berusaha untuk memejamkan matanya. Merasa seluruh badan nya lemah, karena kekurangan cairan. Tapi tidak bisa terpejam. Dia gelisah, dan merasa bo**h dengan pertanyaan yang dia ajukan pada Rosse. Itu karena tidak ada nya pengalaman dalam bercinta.


Waktu makan siang telah tiba, Sebastian memilih untuk makan bersama di meja. Rosse yang lebih dulu berada di sana, masih menunggu kehadiran Sebastian. Oma juga sudah menunggu. Ketika Sebastian datang, Rosse hanya menundukkan kepala nya. Mereka pun makan tanpa suara, hanya dentingan pisau dan garpu. Oma sembari makan , melirik ke arah Sebastian. Dia melirik Sebastian yang sesekali melihat ke arah Rosse.


Oma mulai menyadark, Sebastian sudah memiliki rasa pada Rosse di dalam lubuk hati nya. Oma menyungingkan senyuman. Sebastian menangkap ekspresi oma yang tak biasa "Ada apa Oma? " tanya tiba-tiba.


"Ah... tidak ada apa-apa, " Jawab Oma santai.

__ADS_1


Sebastian pun tak bertanya lagi.


Setelah makan selesai. Meja kembali dikosongkan, para pelayan sibuk membersihkan meja nya. Sebastian dan Oma memilih untuk duduk di ruang keluarga. Sementara Rosse, berdiam diri di kamar. Dia merasa segan terhadap Sebastian. Sementara Sebastian berharap agar dia bisa ikut kumpul bersama diruang keluarga.


"Tian, apa kau sudah merasa baikan? " tanya Oma.


" Ya Oma, Tian sudah merasa baikan." Jawab nya. "Kenapa tadi oma tersenyum ketika makan?" tanya Sebastian.


"Tidak ada apa-apa, ingat sama Susan yang hampir jatuh pagi tadi karena kecoak, " Oma beralasan.


Mereka berdua menghabiskan waktu berbincang-bincang di halaman." Kamu sudah jadi menghubungi pihak yang bertanggung jawab terhadap kaca yang lepas itu? " Tanya oma mengingatkan.


"Ah.. Hampir saja Tian lupa," Sebastian mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi pihak terkait.


"Saya mau pihak kalian bertanggung jawab atas rumah kaca yang kalian buat ini. Salah satu kacanya lepas dan menimpa seorang wanita." Sebastian marah dengan arsitek yang dipilihnya.


"Saya tidak ingin mendengar kata maaf. Saya ingin kalian bertanggung jawab secepatnya, " Pinta Sebastian dan menutup teleponnya.


"Dari kemarin sudah oma ingatkan, kenapa kamu tidak langsung menghubungi mereka? " Oma bertanya.


"Tian sibuk Oma, panik melihat Rosse yang mengalami luka-luka itu. Sehingga membuat Tian lupa dengan hal lain, " Jawab Sebastian.


Oma pun terdiam mendengar jawaban Sebastian yang kembali merasa kecewa setelah menghubungi arsitek tadi.

__ADS_1


Untuk sementara ini, Rosse tidak diperbolehkan masuk kerumah kaca. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.


Rosse yang berada didalam kamar hanya melepaskan rasa bosan dengan merajut dan merangkai beberapa bunga.


Oma mengingat kembali hal yang ingin dia bicarakan pada Sebastian "Tian, apa kamu sudah memikirkan apa yang Oma usulkan waktu itu? " Tanya Oma kembali.


Pertanyaan Oma terasa horor di telinga Sebastian "Oma , untuk saat ini Sebastian tidak bisa memutuskannya.Karena kami berdua masih harus menata hati untuk menerima keputusan Oma yang terbilang rumit, " Jawab Sebastian.


Oma pun terlihat murung "Maaf Oma, jangan seperti ini. Tian merasa bersalah dengan itu, " gerutu Tian.


Oma tetap diam seribu bahasa, dia menyeruput minuman di cangkir dan tidak memperdulikan kata-kata cucu nya.


"Derrrttt.... deeerrttt.... deeerrttt, " Ponsel Sebastian bergetar. Sebuah pesan yang dikirim oleh dokter Johan. Dia membuka pesan tersebut. Itu adalah sebuah pesan yang memberitahukan tentang konser musik klasik. Sebastian tidak mengerti dengan pesan yg dikirim oleh sahabat nya itu. "Apa maksud pesan mu ini?" Sebastian mengirim pesan balasan.


Johan membaca pesan dari Sebastian, dan merasa sahabat nya itu masih memiliki sisi bodohnya "Apa kamu tidak berkenan , menonton konser itu bersama Rosse? " pesan balasan dikirim Johan.


Sebastian kembali membaca pesan masuk, dia terdiam setelah melihat isi pesan dari Johan. Hanya membaca tanpa membalas. Dia berfikir, ada betulnya juga, untuk membawa Rosse ke tempat diluar sana. Dia kembali terfikir tentang kekurangan Rosse. Bila dia pergi ke konser itu, bukan tak mungkin orang-orang akan mengenal nya. Sebastian mondar-mandir karena kebingungan, hati nya ingin pergi tapi kenyataan berkata lain. Oma yang melihat itu, merasa pusing sendiri "Apa yang kamu lakukan? Membuat Oma merasa pusing, " Ucap oma.


Sebastian menoleh tidak menjawab. Dia masuk kedalam rumah dan mencari sosok Pak Seno. "Pak Seno... Pak Seno...! " Sebastian memanggil Oan Seno.


Pak Seno terlihat keluar dari dapur dan menuju majikan nya "Ada apa tuan? " Tanya Pak Seno.


Sebastian menceritakan tentang konser itu, dan ingin mendengar pendapat pelayan setia nya itu. "Kenapa tuan bertanya pada saya. Saya tidak berpengalaman dengan itu, " Jawab Pak Seno.

__ADS_1


Sebastian pun merasa putus asa, Diam-diam pak Seno mencari oma dan menceritakan nya. Oma terlihat senyum lebar, mendengar ucapan Pak Seno " Saya akan mengaturnya, " Jawab Oma.


Oma dengan cepat menyuruh Susan asistennya untuk menyusun sebuah rencana untuk Sebastian dan Rosse.


__ADS_2