
Tapi minggu berlalu semenjak kejadian tak terduga. Rosse masih menjalani hari-hari seperti biasa.Dia tidak banyak bicara,hanya saat Oma ingin berbicara padanya.
Disaat semua orang sudah berada dimeja makan. Sarapan pagi itu olahan daging,didalam piring Rosse sudah disediakan khusus untuk nya. Ketika akan memakannya,Rosse merasa mual mencium bau yang teramat sangat. Dia meletakkan potongan daging yang hampir masuk ke mulutnya.Rosse hanya memakan beberapa potong roti.
Sebastian masih tetap seperti biasa,akan berangkat ke kantor setelah menyelesaikan sarapannya.
Oma pun masuk kekamar bersama asisten nya.Hari ini Oma terlihat kurang sehat. Umur yang sudah lanjut membuat Oma selalu merasakan sakit-sakitan.
Rosse memilih untuk pergi rumah kaca. Sudah beberapa hari ini,perasaan Rosse selalu berubah-ubah. Dia sendiri tidak menyadari ,ada apa dengannya. Sendiri dirumah kaca membuatnya lebih tenang. Tapi ketenangan itu seketika berubah ketika Sebastian ada didekat nya. Tidak ingin mendengar suaranya. Apa lagi mencium aroma tubuhnya.
Ingin rasa nya Rosse mencari tempat yang didalam nya tidak ada yang namanya Sebastian.
Hanya rumah kaca lah tempat dia merasa nyaman tanpa perlu berkeluh. Dirumah yang besar ini,tidak ada seorang pun yang bisa di ajak untuk sekedar berbicara. Sonya sendiri masih memiliki pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan.
Karena hari nya lebih banyak dirumah kaca,ntah berapa botol sudah essens yang di buat oleh Rosse. Semua dia buat ,bukan karena kehabisan. Tapi mengalihkan perhatian nya yang terasa bosan.
Hari hampir sore,Rosse keluar dari rumah kaca.Dia menuju lantai atas bergegas mandi. Merasa lebih baik,dia meminta pada Sonya membuatkan secangkir minuman hangat. Sonya segera membawakan secangkir minuman yang dipinta oleh Rosse. "Nona masih perlu yang lain nya?" tanya Sonya.
" Tidak," jawab Rosse.
__ADS_1
Sonya pun pergi keluar dari kamar. Di dapur dia merasakan perubahan pada Rosse,yang lebih banyak diam. Sonya berfikir ,apa dia ada melakukan hal yang salah. Sehingga membuat Rosse berubah,tidak seperti biasanya. Dia suka berbicara banyak. Dan lebih senang,kalau Sonya ada didekatnya.
Tidak ingin berfikir lebih jauh. Sonya pun kembali mengerjakan tugas nya.
Sore pun tiba,terdengar suara mobil Sebastian sudah terparkir di halaman depan.Rosse yang sudah selesai mandi dan siap-siap turun kebawah. Dia tidak terlalu ingin berpapasan dengan Sebastian. Rosse turun ke lantai bawah menuju rumah kaca. Sebelum keluar dari pintu,tanpa sengaja Sebastian berhampiran dengannya . Ketika ingin menyapa Rosse. Dia melihat Rosse sudah menutup hidung dengan tangan kanannya. Melihat prilaku Rosse,membuat Sebastian mengurungkan niatnya. Ternyata Rosse menyadari kehadiran Sebastian disampingnya. Dia begitu hafal dengan bau tubuh suami nya. Tanpa berkata apa-apa,Rosse berjalan meninggalkan Sebastian yang masih memandanginya.
Tak ingin berlama-lama Sebastian pun melangkah kan kaki kedalam rumah. Sepanjang jalan dari pintu sampai kekamar,Sebastian merasa heran dengan perubahan Rosse "Apa dia segitu bencinya dengan ku semenjak kejadian itu..?" fikir nya.
Sebastian membuka semua pakaiannya dan masuk kedalam kamar mandi. Dia merendahkan tubuh didalam bathtub. Merasa tubuhnya sudah cukup rileks,Sebastian pun bergegas mengambil handuk. Menuju lemari dan memilih santai untuk dirumah.
Rosse yang berada dirumah kaca,tidak melalukan apapun. Dia hanya duduk dan bermain dengan ponselnya.Mendengar kan beberapa melalui mp3.
Saat ini Rosse begitu mudah terbawa suasana. Mendengar nyanyian membuat dia bisa menitikkan air mata. Tapi tidak ada seorang pun yang melihatnya. Dia meras malu, hanya karena nyanyian dia menjadi cengeng.
"Nona ada dirumah kaca tuan..!" jawab pak Seno.
"Kenapa tidak dipanggil..? "
"Sudah dipanggil tuan,tapi nona bilang masih ingin disana..!" jelas pak Seno.
__ADS_1
" Sudah,biar saja dia disana. Pak Seno,antarkan makanan untuk nya.!" pinta Oma.
"Baik Nyonya..!" jawab Pak Seno.
Pak Seno pun melangkah kedapur menyiapkan beberapa makanan untuk di bawa pada Rosse.
"Oma,ada apa dengan Rosse?" tanya Sebastian.
Oma hanya mengangkat bahu "Oma tidak tahu apa pun,kalian berdua yang suami istri !" jelas Oma.
Sebastian tak mendapat jawaban pasti,dia menghabiskan makanannya. Berniat untuk menghampiri Rosse yang berada dirumah kaca.
Setelah selesai,Sebastian meminta makanan yang sudah disiapkan oleh Pak Seno untuk Rosse. "Pak Seno,bawa kesini makanan untuk nona..!" pinta Sebastian.
"Tapi tuan,ini adalah pekerjaan saya..!" jawab pak Seno.
"Tidak apa-apa Pak..!" Sebastian mengulurkan tangan nya meminta wadah yang dibawa oleh pak Seno.
Dengan rasa segan bercampur takut,pak Seno menyerahkan makanan itu pada Sebastian.
__ADS_1
Sebastian melangkah keluar,dia berjalan menuju rumah kaca. Terlihat Rosse sedang duduk,posisi kepala diletakkan di atas meja dialasi lengan kanannya.
Sebastian mengira Rosse sedang bermain denga ponselnya. Sebastian mendekat,dan ternyata Rosse ketiduran. Tak ingin mengganggu,Sebastian meletakkan makanan itu dan berjalan keluar. Dia menuju kamar tamu dan mengambil sebuah selimut. Kembali lagi kerumah kaca,dia menutupkan selimut itu ketubuh Rosse. Sebastian mengambil kerusi yang berada disebelahnya dan duduk. Dia ungin menunggu Rosse hingga terbangun.