
"Deerrtt...deerttt...ddeerrtt..." suara getaran ponsel Sebastian.
Dia usap ponsel itu "Hallo.!" jawab Sebastian.
"Tuan,mobil yang menabrak nona Rosse adalah milik komplotan Tiger." ucap Rico.
Sebastian menahan nafas dan tidak berkata apa-apa.Tak ingin anak dan istrinya mendengar percakapan mereka.
"Baiklah,kamu bereskan. " ucapan singkat Sebastian.
"Baik tuan..!" jawab Rico dan percakapan pun berakhir.
Setelah mendapat perintah,Rico mencari keberadaan orang yang menabrak Rosse.
Setelah mengetahui keberadaan nya,Rico dan beberapa bawahan nya terus mengikuti kemana dia pergi. Sambil menunggu kesempatan yang tepat. Ketika di jalan yang agak sepi dan jauh dari rumah warga,anak buah Rico menembak ban mobil yang iya kemudikan. Seketika mobil hilang keseimbangan,sehingga menabrak pembatas jalan.Terlihat dia keluar dari mobil yang sudah ringsek. Rico dan anak buahnya menangkap lelaki penabrak Rosse itu. Tanpa rasa belas kasihan,Rico menghabisi nyawa nya dengan cara menutup hidungnya. Sehingga tidak ada kesempatan untuk nya bernafas.Setelah itu,anak buah Rico kembali memasukkan tubuhnya kedalam mobil serta membakar nya. Setelah memastikan semua beres,mereka pun pergi.
Apa yang mereka lakukan,tidak diketahui siapa pun. Dan ruas jalan itu,tidak ada kamera CCTV.
Rico mengambil ponsel nya"Tuan,semua sudah beres..!" lapornya pada Sebastian.
__ADS_1
"Baiklah," jawab Sebastian dan menutup telepon nya.
Hari berikutnya,Sebastian belum lagi masuk kantor. Ayana yang sebagai partner kerja,merasa Sebastian seperti menyembunyikan sesuatu. Karena sering tidak masuk kerja.
Ayana berjalan menuju ruangan Rico "Tok...tok...tok...!" suara ketukan pintu.
"Masuk." jawab Rico.
Ayana pun membuka pintu dan masuk. "Rico,kemana Sebastian pergi. Sudah satu minggu lebih dia tidak terlihat..?" tanya Ayana.
"Tuan sedang berada diluar kota. " jawab Rico.
"Apa yang dia lakukan disana. Dia tidak memberi tahu ku sama sekali..! " ucap Ayana.
Mendengar jawaban dari bibir Rico membuat Ayana sedikit kesal. Dia pun pergi meninggalkan Rico yang lagi duduk dikursi kerjanya.
Tapi Ayana tak putus asa,dari luar dia menguping pembicaraan Rico . Akhirnya dia mengetahui dimana Sebastian berada.
Ayana pergi kemobil nya dan berangkat menuju rumah sakit . Ketika sampai dirumah sakit,dia bertanya pada meja resepsionis "Maaf,pasien atas nama Sebastian diruang mana ya..?" tanya Ayana.
__ADS_1
Resepsionis mencari pasien atas nama Sebastian "Maaf nona,tidak ada pasien atas nama itu..! " jawab resepsionis.
Ayana pun heran,jelas-jelas dia dengar Rico menyebutkan nama rumah sakit itu. Tapi tidak menemukan nama Sebastian.Ketika dia berjalan ingin keluar,terlihat Sebastian bersama dua anak kecil. Ayana ingin memanggil nya,tapi dia urungkan. Dia turuti kemana Sebastian pergi,dan ternyata dia menuju kamar rawat pasien "Siapa yang sebenarnya sakit. Dia terlihat baik-baik saja,serta anak kecil itu siapa..?" batin Ayana..
Dia mengintip dari celah-celah pintu. Tapi tidak bisa melihat kedalam,hanya terdengar suara dan di antara suara yang dia dengar. Anak kecil itu menyebut Sebastian dengan kata papa. Ayana masih menganggap,bahwa ada orang lain didalam yang disebut papa oleh anak itu. Ayana memberanikan diri membuka pintu tersebut. Ketika dia masuk,hanya ada empat orang didalam ruangan itu. Sebastian seketika terdiam melihat kehadiran Ayana yang tak diundang."Ada apa kamu kesini dan siapa yang memberitahu mu..?" tanya Sebastian.
"A-aku tak sengaja tadi melihat mu dibawah,dan mengikuti mu..!" jawab Ayana.
Saat ini,Sebastian tidak bisa lagi mengelak atau bersembunyi "I-ini siapa Sebastian..?" tanya Ayana dengan nada sedikit terbata-bata.
"Ini anak-anakku,dan ini istriku..!" jawan Sebastian tanpa ragu.
Mendengar jawaban dari bibir Sebastian,seketika dunia Ayana seperti disambar petir. Dia tak menduga,bahwa Sebastian sudah memiliki keluarga."Ta-tapi sejak kapan kamu menikah.?" tanya Ayana lagi.
"Sejak enam tahun yang lalu..! " jawab Sebastian.
"Kenapa kamu tidak pernah beritahu aku..?" tanya Ayana.
"Apakah aku harus membicarakan hal pribadiku..?" tanya Sebastian kembali.
__ADS_1
Ayana merasa tersudut dengan jawaban Sebastian "Aku pergi dulu..!" ucap Ayana dan keluar dari kamar itu.
Dia merasa tak yakin dengan kenyataan yang baru dia ketahui itu. Disaat dia masih mengharap Sebastian agar menerimanya kembali,disaat itu juga harapan itu hancur tanpa sisa.