BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 109


__ADS_3

"Ada apa...? " tanya Jasmin.


"Nama mu sebenarnya adalah....ee..!" Edrik merasa bibirnya berat untuk menjelaskan.


"Nama apa...?" tanya Jasmin dengan penuh penasaran.


"Namamu sebenarnya bukan Jasmin..!" ucap Edrik.


Jasmin menganggap bahwa Edrik lagi bercanda,dia hanya tersenyum "Kalau bukan Jasmin ,siapa lagi . Apa ada orang yang wajahnya sama tapi beda nama..!" ucap Jasmin bercanda.


"Semua bermula ketika,beberapa orang penculik membawa mu. Kamu berlari demi menyelamatkan diri dari penculikan itu . Saat itu kamu masih dalam keadaan belum bisa melihat,sehingga kamu berlari ke tebi tebing dan terjatuh..!" jelas Edrik.


Seketika Jasmin terdiam tanpa kata,pandangan nya terlihat lagi mencerna perkataan Edrik."Kamu lagi main-main kan Edrik..?" tanya Jasmin serius.


"Aku bicara yang sesungguhnya. Saat kejadian itu,bertepatan aku lagi disana..!" imbuh Edrik.

__ADS_1


Jasmin memegang kepala nya. Pernyataan Edrik yang tiba-tiba membuat dia mengingat sepotong kenangan dimasa lalu. Jasmin menitikkan air mata,karena bayangan yang terlintas itu adalah saat kejadian penculikan.


"Aaaa....!" teriak Jasmin memegang kepala nya.Tubuhnya berontak,menahan sakit di kepala nya. Edrik yang melihat panik dan memburu ke arah Jasmin. Ketika tubuh Jasmin akan jatuh,Edrik dengan sigap menyambutnya sehingga tidak mengenai lantai.


"Jasmin...Jasmin....!" ucap Edrik.


Jasmin pingsan seketika. Edrik merasa bersalah,semua yang terjadi karena kelakuan nya.


Asisten Jasmin yang melihat kejadian itu,segera meminta Edrik untuk meletakkan tubuh Jasmin di sofa yang ada di ruang istirahat. Edrik mengangkatnya dengan segera.


Asisten Jasmin memberikan minyak angin kepada Edrik.


"Apakah kata-kata mu itu semua benar..?" tanya Jasmin dengan uraian air mata.


Edrik mengangguk pelan. Jasmin pun menangis "Jadi,siapa aku..?" teriak Jasmin.

__ADS_1


"Kamu adalah Rosse. Dan laki-laki yang berada di rumah sakit tadi siang adalah suami mu..!" jelas Edrik.


Jasmin semakin bingung dengan ini semua,berusaha ingin mengingat kembali kenangan nya masa lalu. Tapi bayangan itu hanya terlihat samar.


Jasmin berdiri dari tidur nya,dia bangkit dan mengambil kunci mobil. "Kamu mau kemana,kamu tidak harus mengemudi untuk saat ini..!" jelas Edrik.


"Saya harus bertemu dengan laki-laki itu,dan bertanya kepada nya..! " ucap Jasmin.


Dengan tubuh yang sempoyongan,Jasmin berjalan keluar toko.Dia mengemudi mobil dengan rasa bercampur aduk. Sehingga membuat dia tidak fokus. Sementara Edrik,merasa saat ini kondisi Jasmin tidak stabil. Edrik menuruti nya dari berlakang. Terlihat sepanjang jalan,Jasmin mengemudi seperti orang lagi mabuk.


Tak butuh waktu lama,Jasmin sampai di rumah sakit. Dia berjalan dengan langkah gontai,semua tubuhnya serasa tidak berdaya. Dia menekan gagang pintu dengan hati ragu. "Apa yang harus aku tanyakan pada lelaki itu..? " batin Jasmin.


Perlahan,dia buka juga pintu itu. Di dalam,Sebastian lagi berdiri didepan jendela. Mendengar suara langkah sepatu,Sebastian mengalihkan pandangan,siapa yang datang. "Jasmin...!" ucap Sebastian lirih.


"Apakah yang dikatakan Edrik itu semua benar...?" tanya Jasmin.

__ADS_1


Mata Sebastian terlihat berkaca-kaca,dia mendekat ke arah Jasmin dengan pasti. Setelah dekat,Sebastian memgang kedua bahu Jasmin "Semua yang dia katakan itu adalah benar. Kau adalah istri ku. Kau hilang saat penculik,membawa mu ketika ingin pergi kerumah sakit." jelas Sebastian.


Tubuh Jasmin lemah,kaki nya tak kuat lagi berdiri. Dia duduk bersimpuh di lantai. Sementara Sebastian tidak bisa menahan rasa dihatinya. Karena perpisahan yang terlalu lama.


__ADS_2