
Setelah pertemuan singkat mereka,hanya beberapa jam saja. Hari pun malam,anak-anak terlihat mulai mengantuk "Kalian pulang lah,kasihan anak-anak." ucap Sebastian.
"Baiklah,besok saya akan kesini lagi.!" ucap Jasmin.
"Baiklah," ucap Sebastian.
"Anak-anak,ayo kita pulang sekarang..!" ajak Jasmin.
Anak-anak dengan wajah yang lelah berdiri,setelah Jasmin mengajak mereka. Sebelum mereka pergi,Sebastian menangkap tangan Jasmin "Aku harap,semoga kamu mendapatkan kembali ingatanmu tentang kita." harap nya pada Jasmin.
Jasmin hanya menatap wajah Sebastian,seakan memberi isyarat. Dengan berat hati,Sebastian harus berpisah dengan anak-anak nya. Tapi dia berharap,besok masih bisa bermain dengan anak-anak nya. Karena dalam waktu dekat,Sebastian harus kembali kenegaranya. Untuk menyelesaikan masalah diperusahaan nya.
Setelah kepulangan Jasmin dan anak-anak nya ,Sebastian kembali merasakan kesepian tanpa teman bicara.
Dia mengusap layar diponsel nya,melihat foto-foto yang sebelum nya dia ambil saat bersama anak-anak nya. Dia tersenyum melihat video pendek yang direkam oleh anak perempuan nya yang menggemaskan. Di video itu,mereka terlihat seperti orang yang sudah lama saling mengenal. Satu persatu foto dan video itu dia lihat dan bahkan berulang-ulang.
Hari sudah menjelang tengah malam. Di rumah Jasmin,dia masih berusaha mengingat-ingat masa lalu nya. Dia pejam kan matanya,hanya bisa mengingat sepenggal,disaat dia terjatuh ke tepi tebing. Dia pun membuka kembali matanya,dia merasakan takut saat bayangan dia terjatuh kala itu. Jasmin bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju dapur. Dia ambil segelas air putih untuk membasahi tenggorokan nya yang terasa kering.
__ADS_1
Dia letakkan gelas itu,dan kembali memikirkan tentang masa lalu nya "Kenapa hanya sedikit yang bisa ku ingat..!" ucap Jasmin pada diri nya.
Dia memilih duduk di kursi makan sambil sesekali meneguk air digelas.
Karena hari sudah larut malam,Jasmin tidak ingin besok dia terlambat bangun. Dia memutuskan untuk kembali kekamar dan tidur.
Keesokan hari nya.
"Deeerrttt...deerrtt...deerrtt..!" getaran ponsel Jasmin di atas meja.
Jasmin terbangun mendengar suara ponsel nya yang cukup berisik . Dia lihat di layar,sebuah panggilan dari Sebastian . Dia usap layar ponsel nya "Hallo.." jawab nya debgan dengan nada suara khas bangun tidur.
"Sekarang...?" tanya Jasmin.
"Iya. Karena hari ini ,aku harus kembali kenegara X. Ada urusan yang harus aku selesaikan disana..!" jelas Sebastian.
"Baiklah,tapi saat ini anak-anak masih tidur." ucap Jasmin.
__ADS_1
"Kamu bisa datang kesini,saat mereka sudah bangun nanti. " jelas Sebastian.
"Baiklah," jawab Jasmin dan percakapan mereka pun berakhir.
Jasmin melihat jam di ponsel nya,belum sampai pukul tujuh.
Dia bergegas bangun dan mengikat tinggi rambut panjangnya yang indah. Berjalan kedapur dengan menggunakan piyama. Dia membuka kulkas dan mengambil beberapa bahan untuk dibuat sarapan.
Setelah selesai,dia kembali ke dalam kamar dan segera mandi dan berganti baju.
Setelah berdandan,Jasmin mengetuk pintu kamar Adam. "Tok..tok..tok...!"
" Adam,bangun nak. Kita harus pergi ke suatu tempat..! "ucap Jasmin.
" Iya ma,Adam siap-siap..!" jawab Adam dari dalam kamar.
Mendengar sebuah jawaban,Jasmin kembali masuk kekamar. Dia duduk di samping anak perempuan nya yang tengah tertidur pulas. Jasmin menyentuh lembut pipi Elsa dan mencolek hidung nya .Merasa terganggu,Elsa pun terbangun dari tidur nya.
__ADS_1
"Bangun sayang,dan siap-siap. Kita akan pergi menemui papa..!" bujuk Jasmin.
Mendengar perkataan mama nya,Elsa tersenyum senang dan bangun. Dia segera menuju kamar mandi untuk bersiap-siap.