
Setelah penantian sekian minggu bahkan bulan. Akhirnya tiba hari ini yang di nantikan. Sebastian mengutus orang untuk menjemput keluarga nya dengan menggunakan pesawat pribadi.
Jasmin sudah menyiapkan barang dan pakaian yang ingin dia dan anak-anak nya bawa.
Mereka dijemput sebuah mobil yang sudah dipesan oleh Sebastian dari hari sebelum nya . Semua barang bawaan mereka di dibawa oleh mobil yang lain nya. Sekarang mereka menuju pesawat. Di jalan menuju pesawat,Jasmin terlihat seperti orang yang banyak fikiran.
"Apa yang kamu fikirkan..?" tanya Sebastian.
"Ah..tidak ada. Saya pasti merindukan negara ini..!" ucap Jasmin.
"Kamu pasti suka dinegara X. Ada oma yang selalu menyayangimu seperti anak sendiri..!" ucap Sebastian.
Anak-anak terlihat asik dengan barang bawaan yang ditangan mereka. Untuk sekedar menghilang kan rasa bosan ketika di perjalanan.
Mereka pun akhirnya sampai ditempat tujuan.Beberapa orang lelaki membantu memasukkan barang kedalam pesawat. Sementara Sebastian ,Jasmin dan anak-anak,sudah masuk lebih dulu. Ketika didalam pesawat,Adam merasa takjub dengan isi pesawat itu. Sebastian tersenyum melihat ekspresi anak nya. Tak terkecuali Elsa,dia merasa senang. Untuk pertama kali nya dia naik pesawat. "Pa,apakah kami boleh setiap saat naik pesawat..?" tanya Elsa.
"Tentu boleh..!" jawab Sebastian.
__ADS_1
"Mau kemana kamu naik pesawat..?" sanggah Adam.
"Mau jalan-jalan..!" jawab Elsa.
"Pesawat itu kan bukan sembarangan harus terbang. Kamu harus beli tiket..!" ucap Adam.
"Tidak apa-apa,papa kan ada yang akan belikan tiketnya..!" Elsa mulai sedikit panas.
"Papa tidak akan belikan,memang nya kamu mau kemana..?" tanya Adam.
"Kamu ya,dari tadi tanya terus..!" hardik Elsa mulai cemberut.
Pesawat pun mulai bergerak,masing- masing dari mereka pun mulai duduk tenang. Adam terlihat sedikit tegang ketika pesawat mulai naik. Sementara Elsa,terlihat lebih tenang dan dia memakai earphone ditelinganya yang membuat nya lebih santai tanpa terlihat cemas.
Jasmin kembali merasakan naik pesawat setelah sekian tahun. Trakhir dia menikmati penerbangan,ketika diselamatkan oleh Edrik. Di dalam diam nya masih banyak hal yang yang iya fikirkan.Sebastian memperhatikan wajah keluarga nya satu persatu "Lengkap sudah keluarga ku. Awal dulu hanya ingin bertemu dengan Rosse tapi Tuhan sudah menggandakan kebahagiaan ku dengan kehadiran dua anak ku.." batin Sebastian.
Sudah 3 jam lebih mereka didalam pesawat . Ternyata duduk membuat Elsa merasa lapar. "Pa..!" panggil Elsa pada papa nya.
__ADS_1
Sebastian menoleh ke arah Elsa "Ada apa..?" tanyanya.
"Elsa lapar..!" keluh Elsa.
Sebastian memanggilnya seorang wanita yang berpakaian agak rapi. Dia adalah pelayanan didalam pesawat itu. "Ada apa tuan..?" tanya wanita tersebut.
"Anak saya lapar,layani dia ingin makan apa..!" pinta Sebastian.
Wanita itu pun berjalan ke arah Elsa "Nona kecil mau makan apa..?" tanya Elsa.
"Saya mau mau makan steak..!" pinta Elsa.
"Nona harap tunggu sebentar. Saya akan menyiapkan makanan nya..!" ucap wanita itu.Setelah selesai dia pun pergi meninggalkan Elsa.
Tak butuh waktu lama,wanita itu datang kembali dengan sebuah makanan dengan memakai penutup
"Ini nona yang anda pinta..!" ucap wanita itu sambil meletakkan makanan nya di atas meja yang tidak begitu besar. Setelah selesai,wanita itu kembali duduk ditempatnya sebelumnya.
__ADS_1
Elsa makan dengan sangat lahap.Sebelum naik pesawat,Elsa memang belum makan sedikit pun.