BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 06


__ADS_3

Hari mengarak siang,Sebastian keluar kantor lebih cepat "Rico siapkan mobil," Ucap Sebastian pada Rico.


Rico pun pergi tanpa menjawab perkataan Sebastian.


Sebastian keluar dari ruang kerjanya. Melihat Sebastian keluar,Diana langsung berdiri dan menyapa bosnya "Siang bos," Sapa Diana.


Sebastian berlalu pergi tanpa kata2 atau menoleh sedikit pun.


Sebastian sudah berada di lantai bawah. Rico yang sudah menunggu membukakan pintu untuk majikannya.


Sebastian masuk kedalam mobil,disusul asistennya "Rico,kita kerumah Roberto," Perintah Sebastian.


"Baik bos," Jawab Rico.


Mobil pun melaju menuju rumah Roberto.Beberapa menit perjalanan mereka akhirnya sampai dikediaman Roberto. Rico segera membuka pintu mobil untuk Sebastian.


Sebastian masuk menuju pintu rumah Roberto. Disana ada seorang anak perempuan berumur kisaran 15 tahun.


Dia tersenyum menyambut kedatangan Sebastian "Kak Tian datang," Ucap gadis itu senang.


Sebastian melemparkan senyuman "Apa kabar putri kecil?"Tanya Sebastian.


Gadis tersebut merungut "Siapa yang masih kecil kak. Saya sudah besar," Sungut Rulina.


Sebastian memeluk adik sepupunya itu.


Istri Roberto keluar dari dalam "Sebastian,sudah lama tidak berkunjung kesini," Ujar istri Roberto menghampiri Sebastian.


"Iya tante. Saya ingin melihat anak kecil ini," Jawab Sebastian.


"Saya fikir kamu sudah melupakan kami?" Tanya Tantenya.


Sebastian tersenyum "Mana bisa saya melupakan keluarga satu2 nya," Ucap Sebastian menghibur.


"Ayo mari,silahkan duduk," Ajak Melia.


Sebastian duduk disebuah sofa dan Rulina duduk disebelahnya.


"Kalian duduk dulu,tante buatkan minum," Ucap Melia.


"Putri kecil,papa dimana?" Tanya Sebastian pada Rulina.


"Kenapa kakak tanya saya,sudah pasti jam segini papa di kantor," Jawab Rulina dengan polosnya ."Tadi kakak dikantor tidak melihat papamu," Ujar Sebastian.


"Mungkin papa ada urusan lain diluar," Rulina menebak2.

__ADS_1


"Oohhh,seperti itu," ucap Sebastian singkat .


Melia datang dengan secangkir minuman "Silahkan diminum nak Tian," memanggil nama singkat Sebastian.


"Iya tante," Sebastian meminum seteguk teh hangat buatan istri Roberto.


"Paman kemana tante?" Tanya Sebastian pada Istri Roberto.


" Bukankah dia dikantor. Tadi pagi dia berangkat kerja," Jawab Melia.


"Tadi dikantor saya ingin menemuinya ,tapi tidak ketemu. Jadi, saya fikir mungkin dia kembali kesini untuk makan siang," Ucap Sebastian.


Istri Roberto sedikit heran ,kemana suaminya pergi. Tak ingin berburuk sangka pada suaminya. Melia membuang fikirannya itu


"Baiklah tante,saya harus kembali ke perusahaan. Masih ada beberapa kerja yang belum selesai," Ucap Sebastian.


"Baiklah,nanti kalau paman pulang tante akan bagi tahu dia," Balas Melia.


Sebastian melangkah keluar. Rico yang dari tadi menunggu dimobil ,melihat Sebastian dan segera keluar membuka pintu mobil bagian belakang. Sebastian sefera masuk. Rico menutup kembali pintu mobil dan segera masuk.


"Kita kembali keperusahaan,"Sebastian bicara singkat.


Rico melirik dari spion depan "Baik tuan," Jawab Rico.


Mobil melaju kembali keperusahaan. Sebastian berjalan menuju ruangan dan menghampiri sekertarisnya "Perintahkan pada semua,kita adakan rapat," Perintah Sebastian pada Diana. Sebastian pun pergi menuju ruangan meeting.


Diana pun bergegas menghubungi para direksi dan staf dan orang2 penting. Sebelum siang,mereka sudah mengadakan rapat. Roberto ternyata tak hadir. Dan rapat dibatalkan.


Para staf,direksi dan beberapa orang penting. Mereka berkumpul di ruang rapat.


Sebastian datang dengan beberapa dokumen "Saya mengadakan rapat ini, agar kalian semua tahu seperti apa Roberto," Sebastian meletakkan berkas di meja rapat. Diana memberikan kertas itu satu per satu .


"Jika ada di antara kalian yang melakukan hal merugikan diperusahaanku. Maka saya tidak akan segan melakukan tindakan tegas. Tidak terkecuali saudara saya sendiri," Ucap Sebastian memperingatkan para pekerjanya.


Mendengar amarah Sebastian,tidak ada satu orang pun yang berani buka suara.


"Rapat kali ini,Roberto tidak hadir," Ujar Sebastian. "Diana,apa kamu sudah menghubungi dia?" Tanya Sebastian.


"Saya sudah berusaha menghubungi,tapi tidak terhubung," Jawab Diana sedikit takut.


"Bruukkl," Sebastian membanting meja. Orang yang ada disana merasa takut saat Sebastian marah.


Sebastian meninggalkan ruang meeting. Diana mengikuti dari belakang. Dia terus berjalan menuju ruangannya. Diana yang tak berani banyak tanya ,hanya menunggu dimeja kerjanya yang berhadapan langsung dengan ruang kerja Sebastian.


Sebastian menekan nomor di teleponnya "Rico,cari keberadaan Roberto," Perintah Sebastian.

__ADS_1


"Baik tuan," Jawab Rico.


Sebastian menutup teleponnya.


Rico segera menyuruh beberapa anak buahnya untuk melacak keberadaan Roberto. Setelah di lakukan pengamatan,tempat itu seperti berada di sebuah villa.


Rico menghubungi Sebastian "Tuan, Roberto berada di sebuah villa di daerah X," Lapor Rico pada Sebastian.


Sebastian menggenggam tangannya "Lihat kesana,apa yang dia lakukan. Dan dengan siapa dia disana?" Perintah Sebastian dan memutus pembicaraan.


Rico dan beberapa anak buahnya menuju lokasi yang sudah terlacak. Villa itu jauh dari pusat kota . Dan jalan menuju kesana berliku2. Tidak terlalu banyak kenderaan yang berlalu lalang.


Rico dan anak buahnya sudah sampai dilokasi. Mereka menunggu didalam mobil sampai Roberto keluar.


Menunggu sampai 2 jam,membuat Rico dan anak buahnya hampir putus asa. Dan akhirnya Roberto keluar juga.


Rico yang meliha Roberto mengambil beberapa gambar. Selang beberapa menit,keluar seorang wanita memakai lingeri hitam agak transparan. Rico sedikit heran siapa wanita tersebut.


Wanita tersebut dengan senyum manja,memeluk Roberto yang sudah berumur hampir mencapai 50 tahun. Dia ******* bibir Roberto seperti pasangan suami istri. Roberto pun tanpa rasa malu,******* bibir wanita tersebut . Setelah meilhat adegan kissing yang cukup membuat panas. Jantung Rico terasa lebih cepat berdegup.


"Ayo kita pergi," Perintah Rico pada anak buahnya .


Anak buahnya menghidupkan mesin dan menarik gas, pergi meninggalkan lokasi.


Rico yang sudah mengambil beberapa gambar,mengirimkannya kepada Sebastian.


"Dreeeettt....drreeett..dreettt," Getaran ponsel Sebastian.


Sebastian mengambil ponselnya dan melihat foto yang dikirim oleh Rico.


Sebastian tersenyum miring "Ternyata kau disana bersama pelacurmu," Ucap Sebastian sambil menekan foto yang ada di ponselnya .


Sebastian kembali menghubungi Rico "Kalian awasi gerak geriknya. Jangan sampai dia hilang lagi," Perintah Sebastian dan mengakhiri pembicaraannya.


Rico yang hanya diam tak banyak bicara ,tak bisa berbuat apa selain menurut permintaan tuannya "Kita kembali ke tempat tadi," Ucap Rico pada anak buahnya.


Seketika setir berubah haluan. Anak buah Rico dengan sigap memutar setirnya. Dan bagi Rico itu hal biasa. Mereka belum begitu jauh dari vila tersebut.


Setelah sampai,mereka memilih tempat yang tidak terlalu mencolok. Kaca mobil yang hitam,membuat mereka tidak terlihat dari luar. Membuat Rico leluasa melakukan pengamatan.


Setelah pengintaian selama 2 jam. Wanita yang berada di vila tersebut keluar juga. Dia memakai baju ketat dengan dada cukup terbuka.


Merasa jarak wanita itu begitu dekat,Rico kembali mengambil foto wanita tersebut.


Wanita itu terbilang muda. Masih umur 25 tahun.

__ADS_1


Rico kembali mengirimkan foto wanita tersebut kepada Sebastian.


"Derrrtttt...deerrtttt...deertttt," Getaran di ponsel Sebastian dan mengangkatnya.


__ADS_2