BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 29.


__ADS_3

Makan malam selesai,ketika Rosse ingin meninggal kan Oma dan Sebastian " Rosse, mari ikut Oma, " Oma memanggil.


Rosse berjalan mendekat " Ada apa Oma? "Tanya Rosse.


" Nanti kamu juga akan tahu," Bujuk Oma.


Sebastien memperhatikan galagat dia wanita yang ada didepannya. Tangan Oma memanggil Sebastian. Dia pun bingung dan hanya menurut pada permintaan Oma.


" Kamu ikut Oma, " Ucap Oma pada Sebastian.


Mereka bertiga masuk kedalam kamar Oma. Sebastian duduk di kursi yang tak jauh dari tempat tidur. Sementara Rosse dan Oma duduk di tepi ranjang "Tian, berapa sekarang umur mu? " tanya Oma.


"Pertanyaan apa ini Oma? " tanya nya balik.


"Tian, umur mu sudah hampir 30. Dan sampai saat ini, Oma tidak pernah melihat kamu memiliki kekasih. Oma ingin kamu segera menikah. " Ucap Oma mendadak.


Sebastian hanya mengusap dagu nya, tidak mengerti dengan maksud si Oma. " Oma terus terang saja , apa yang Oma mau? " Sebastian menembak.


Oma tersenyum seperti penjahat yang menyusun siasat "Oma mau, kamu berdua menikah..!" Oma serta merta mengutarakan isi hatinya.


Rosse yang tadi nya diam sedikit tersentak "Oma, saya tidak mau melakukan pernikahan ini, " Rosse menolak.


Oma mengusap punggung Rosse "Kamu jangan langsung menolak, fikirkan kembali. "


" Oma kenapa seperti ini. Kita tidak memiliki hubungan apa pun. Kita hanya berteman." Sebastian protes.


Oma mengacungkan telunjuknya ke arah Sebastian "sssuutttt, " ucap membungkam.


Sebastian pun terdiam seketika.Dia tidak berani membantah nenek nya. Dia pun bangkit dari duduk dan pergi meninggalkan Oma yang masih membujuk Rosse agar memikirkan kembali keinginannya.


" Baik lah Oma, beri saya waktu. Ketika waktu nya tiba saya akan putuskan." Pintar Rosse.


Oma tersenyum, sifat keras Oma tidak jauh berbeda dari Sebastian.


Rosse pun berjalan keluar meninggal kan Oma. Asisten Oma pun masuk setelah Oma tinggal sendiri. Dia mendekati "Oma, apa itu sudah keputusan tepat. Apa tidak membebani tuan Sebastian nanti nya? " Tanya Susan.

__ADS_1


"Saya sudah fikirkan. Kalau memang mereka mau menikah, Rosse tidak akan kesulitan. Dia cukup mendampingi dan menjadi ibu dari anak-anak Sebastian, " Ucap Oma.


Asistennya pun tidak bertanya lagi " Baiklah Oma, saatnya untuk istirahat.! "


Oma pun merebahkan tubuhnya.


Rosse yang berada didalam kamar, berfikir tentang ucapan Oma. Dia tidak keberatan kalau Sebastian mau menikah dengan nya. Tapi kalau Sebastian menolak, sudah pasti dia pun akan menolak. "Apa yang harus aku putuskan nenek. Apakah nenek bisa mendengar ku? " Rosse mengingat nenek nya yang sudah tiada.


Dia memejamkan matanya, tapi tetap merasakan gelisah walau tubuh nya sudah lelah. Dia kembali duduk dan berfikir. Karena susah tidur, Rosse pun memilih untuk melanjutkan rajutan nya. Beberapa waktu yang lalu, dia baru saja membeli beberapa macam warna benang untuk merajut. Dia sudah memberi tanda pada setiap warnanya. Jadi mudah untuk mengenali setiap warnanya .


Sebastian yang memilih untuk mengerjakan tugas kantor nya, tetap tak bisa fokus walau dia berusaha. Dia tidak ingin mengecewakan Oma nya. Yang menjadi Orang tua satu-satu nya dalam hidupnya.


"Menikah.....! Bagaimana rasa nya? " Sebastian penasaran.


Sambil mengetuk-ngetukkan pena yang ada di jarinya.


Malam hampir larut, Sebastian mulai merasakan kantuk. Dia keluar dari ruang kerjanya dan menuju kamar. Mendekati kamar Rosse, dia mencium aroma harum. Aroma yang dimiliki oleh Rosse. Dia begitu senang ketika mencium aroma itu . Sebastian pun kembali berjalan menuju kamar nya. Dia memilih langsung tidur. Karena sudah terlalu larut dan mata sudah tidak bisa di ajak begadang . Akhirnya dia pun terlelap dalam tidur. Semua orang sudah terlelap. Tinggal lah penjaga rumah yang terjaga di beberapa sudut rumah termasuk di depan pintu gerbang .


Mereka selalu melakukan patroli untuk memastikan keamanan rumah.Walau rumah dilengkapi dengan kamera pengawas.


Sebastian baru terjaga, dia melihat ke balkon kamar nya. Beberapa pelayanan sedang menyapu halaman. Karena banyak daun yang berguguran. Sementara di rumah kaca, sudah terlihat Rosse yang ditemani Sonya sedang membersihkan kaca. Oma yang sudah selesai dengan olahraga memilih untuk masuk kedalam rumah kaca. Dia membuka pintu dan seketika aroma tercium dari dalam rumah itu. Oma mencium beragam bau harum yang tidak biasa. Beberapa bunga yang ditanam didalam rumah kaca telah berbunga mekar dan sehat. Itu menambah kenyamanan.


"Rosse, " Sapa Oma.


Rosse menghentikan pekerjaan nya " Ya Oma, " Jawab Rosse.


Oma mendekat dan melihat sekeliling, semua tertata rapi dan bersih. Oma semakin takjub dengan Rosse yang begitu cekatan dengan kerjanya.


"Bagaimana dengan permintaan Oma tadi malam? " tanya Oma.


Rosse merasa kan kembali kegelisahan " Maaf Oma, aku belum menemukan jawabannya, " Jawab Rosse.


Oma tidak bertanya lagi "Apakah kamu bisa memberi kan Oma satu parfum yang spesial? " Tanya Oma mengalihkan percakapan dan melupakan pertanyaan nya tadi.


" Oma menyukai bau seperti apa? " Tanya Rosse melemparkan senyuman.

__ADS_1


" Eeemmm.... saya tidak bisa menggambarkannya, " Ucap Oma.


" Oma suka bau yang lembut atau kuat? " Tanya Rosse.


" Yang tahan lama. "


"Oma suka bunga apa? " Tanya Rosse lagi.


"Oma suka bunga lili dan juga mawar putih, " Jawab Oma.


"Baiklah, nanti aku akan buatkan untuk Oma yang spesial. "


Oma merasa senang " Baik lah, Oma masuk kerumah dulu.Jangan lupa, sebentar lagi waktu nya sarapan, "Oma mengingatkan.


"Baiklah Oma. Sebentar lagi semua akan selesai, " Jawab Rosse.


Oma pun pergi melangkah kerumah utama. Dia membersihkan tubuhnya yang sudah berpeluh. Setelah mandi dia merasa segar.


Rosse sudah menyelesaikan pekerjaan nya dirumah kaca. Sonya pun hampir selesai "Sonya, kamu sudah selesai? " tanya Rosse.


" Hampir selesai nona, " Jawab Sonya.


" Saya masuk lebih dulu,nanti pintu nya tutup kan kembali,"pintar Rosse.


" Baik nona, "Jawab Sonya.


Rosse keluar meninggalkan Sonya sendiri. Rosse masuk kedalam kamar dan membersihkan tangan nya setelah bekerja dirumah kaca.


Dia mengganti baju dengan yang bersih.Setelah merasa bersih, dia berjalan menuju meja makan. Disana meja, Oma sudah menunggu kedatangan nya dan juga Sebastian.


Sebastian sudah turun dan mengenakan pakaian yang rapi. " Hari ini begitu tampan sekali cucu oma," sapa Oma pada Sebastian.


"Hari ini ada pertemuan penting dari luar negeri, " Jawab Sebastian.


" Mari kita sarapan, nenek sudah merasa lapar, "Ajak Oma. . Rosse pun duduk di kursi nya .

__ADS_1


Mereka mulai berdoa sebelum makan. Setiap orang hanya menikmati roti yang tersedia di meja. Oma sengaja memilih duduk di samping Rosse, agar bisa membantu Rosse dalam mengambil sarapan nya.


__ADS_2