
Keesokan hari nya,Jasmin sudah terlihat sibuk didapur membuat sarapan. Sebastian yang baru terbangun mencium aroma yang enak. Dia berjalan kekamar mandi dan membersihkan mencuci wajahnya yang kusut.
Sebastian berjalan kedapur mendekati Jasmin "Apa kami sudah baikan..?" tanya Sebastian sembari meraba dahi Jasmin.
Jasmin memegang tangan Sebastian dan menurunkannya "Saya sudah baikan..!" jawab Jasmin dibarengi senyuman.
"Apa yang kamu masak,bau nya begitu enak.!" ucap Sebastian.
"Saya membuat nasi goreng..!" jawab Jasmin."Kamu duduk lah dulu. Saya akan siapkan makanan nya.!" ujar Jasmin.
Sebastian pun duduk di meja makan yang ukuran nya hanya untuk empat kursi saja. Jasmin membuat secangkir jus untuk Sebastian "Ini minum nya.!" ucap Jasmin sembari menyodorkan cangkir nya.
"Terima kasih..!" ucap Sebastian.
Sebastian menyeruput jus yang diberikan oleh Jasmin tadi.Dia merasa hari ini begitu spesial. Pertama kali dalam hidup nya. Dirumah mungil bersama keluarga dan anak-anak nya. Sebagian merasakan hangatnya sebuah keluarga. Ingin rasanya Sebastian membawa istri dan anak-anak nya secepat mungkin kembali kerumah besar. Tapi dia belum mendapatkan jawaban Jasmin yang terlihat seperti mengulur-ulur waktu.
__ADS_1
Setelah pagi itu,seperti biasa semua sibuk dengan aktifitas nya. Jasmin ke toko bunganya,Sebastian memilih untuk pergi bersama anak-anak. Jasmin mengijinkan mereka untuk ikut bersama Sebastian. Anak-anak sangat gembira,Sebastian meminta Frederick untuk membawa mereka pergi ke tepi pantai.
Frederick pun tiba didepan rumah Jasmin "Tin..tin..!" suara klakson dari luar rumah. Sebastian berjalan kepintu ingin melihat. Anak-anak pun mengikuti Sebastian "Pa..itu teman papa yang ditelpon tadi..?" tanya Adam.
"Iya nak,mari kira pergi..! " ajak Sebastian.
Mereka pun membuka pintu dan menghambur ke mobil Frederick "Hai...!" sapa Sebastian.
"Masuk lah,kita pergi sekarang..!" ajak Frederick.
Elsa yang mendengar pujian hanya untuk Adam merasa tidak di anggap. Wajah nya berubah,dari yang tadi nya ceria menjadi muram. Sebastian melihat ke kursi belakang. Dia tertawa melihat eajah Elsa yang tanpa senyuman dan bibir yang di manyunkan "Ada apa Elsa..?" tanya Sebastian.
Namun Elsa tidak menjawab pertanyaan papa nya itu "Dia kesal pa,karena paman Frederick tidak memuji dia juga..!" jawab Adam.
Mendebgar kepolosan anak-anak itu,Sebastian dan Frederick tertawa lepas. Rupanya tertawa mereka membuat Elsa yang tadinya merajuk sekarang berubah sedih. Matanya mulai berkaca-kaca,tak ingin membuat suara tangisan nya semakin pecah Sebastian mengusap kepala anak perempuan nya itu "Elsa juga cantik,paman Frederick sengaja . Dia hanya bercanda saja..!" bujuk Sebastian.
__ADS_1
"Maaf kan paman ya cantik,tadi paman hanya menggoda mu saja..!" ucap Frederick.
Mendengar kata maaf dari Frederick,Elsa tidak lagi terlihat sedih. Dia bahkan tertawa keras "Apa ada yang lucu..?" tanya Frederick.
"Saya juga hanya bercanda,bukan nangis betulan..! " seloroh Elsa.
Mereka semakin tertawa lepas didalam mobil. Setelah perjalanan hampir setengah jam,mereka sampai disebuah pantai bersih dan air nya jernih. Adam dan Elsa sudah tidak sabar ingin segera mandi di laut "Pa,apa papa tidak mau mandi..?" tanya Elsa.
"Papa tidak mandi sayang,karena papa tidak bawa baju ganti.." jawab Sebastian.
"Ya,kurang asik. Karena hanya kami berdua saja ..!" keluh Adam.
"Tidak apa-apa,papa akan mengawasi dari sini..!" ucap Sebastian.
"Ya sudah lah,kakak ayo kita ganti baju..! Ajak Elsa pada Adam.
__ADS_1
Mereka pun pergi menuju kamar mandi yang telah disediakan.Setelah selesai,mereka bergegas masuk kedalam air. Sebastian memutuskan duduk disebuah bangku,sekalian memantau keselamatan anak-anak.