BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 119.


__ADS_3

Mereka terdiam sejenak tanpa kata. Tapi Sebastian merasa tak terima dengan ucapan Jasmin yang seakan-akan memvonis nya. "Kamu tidak mengetahui,bagaimana perasaan ku padamu." keluh nya. "Selama kami hilang,aku melakukan pencarian selama dua tahun lebih. Dan semua pelosok negeri " sudah ku cari. Tapi tidak menemukan jejakmu. Sudah mencari di setiap penerbangan,dan kapal yang menuju keluar negri . Tapi tetap tidak menemukan nama mu. !" tambah Sebastian.


Jasmin hanya diam,dalam hatinya merasa tergugah dengan perkataan Sebastian.


"Apa kamu tahu,Edrik lah orang yang telah membawa mu keluar dari negara X dengan menggunakan nama mu yang sekarang. Itu lah yang membuat ku kehilangan mu selama lima tahun ini." Jelas Sebastian.


Jasmin pun sadar setelah mendengar ucapan Sebastian. "Maaf,karena perkataan ku barusan.." ujar Jasmin menyesal.


"Tidak apa-apa,aku bisa memaklumi perasaan mu. Mungkin kamu berfikir,selama ini aku mencampakkan mu..!" potong Sebastian.


Jasmin merasa bersalah,karena terlalu terbuka dalam perasaannya.

__ADS_1


Matahari perlahan menghilang di ufuk barat,langit mulai terlihat gelap. Lampu -lampu mulai menghias setiap sudut perkotaan. Jasmin segera memanggil anak-anak nya ,agar mereka bergegas pulang.


"Hari sudah gelap,kita harus pulang kerumah sekarang..!" ajak Jasmin.


Elsa memandang wajah Sebastian "Bagaimana dengan papa ma. Dia tinggal sama kita kan..?" tanya putri kecil nya.


Jasmin terdiam mendengar ucapan putri kecil nya tersebut. Dia memandangi Sebastian "Sayang,malam ini papa tidak bisa tinggal dirumah mama. Papa ada kerjaan lain yang harus dibuat." jawab Sebastian.


"Tapi pa,papa tidak pernah tinggal dirumah walau sebentar. " ucap Elsa lagi.


Elsa terlihat murung,dibangku belakang mobil. Setelah mereka sampai dirumah,Elsa tanpa pamit atau senyuman langsung menghamburkan kedalam rumah. Ketika Jasmin akan menahan nya,tangan Sebastian lebih dulu menahan Jasmin agar tidak usah memaksanya "Saya harus memberi pengertian padanya." ucap Jasmin.

__ADS_1


"Untuk saat ini biarkan saja. " ucap Sebastian.


Jasmin pun tidak mengejar nya 'Aku pamit dulu. Besok saya akan datang lagi." ucap Sebastian.


Jasmin hanya mengangguk iya. Sebastian sudah ditunggu oleh taksi didepan halaman rumah Jasmin.Sebastian pun melangkah pergi menuju taksi. Setelah taksi pergi,Jasmin masuk kedalam kamar menemui anaknya. "Elsa,papa tidak bisa tinggal bersama kita. Dia masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan." bujuk Jasmin.


"Apakah pekerjaan nya setiap hari dan setiap jam. Sampai tidak ada waktu untuk Elsa hanya sehari." tangis Elsa semakin menjadi.


Jasmin terdiam tanpa kata,dia merasa bahwa anak-anaknya sudah menerima kehadiran Sebastian. Walau masih beberapa minggu mereka kenal.


Adam yang terlihat lebih tenang,memilih belajar di dalam kamar . Dia tak pernah menunjukkan perasaan nya yang sebenarnya ingin bersama dengan mama dan papa nya .Dia hanya bisa menyimpan semua perasaan itu. Dia takut melukai perasaan mama nya,apa bila dia mengutarakan perasaan nya .

__ADS_1


Elsa yang kelelahan karena menangis,akhirnya tertidur pulas. Air mata masih membekas di pipi kiri nya. Jasmin memandangi wajah anak nya yang manja tersebut. "Serindu itu kah kamu dengan sosok papa mu.?" batin Jasmin.


Dia cium kening anak nya dengan lembut. Merasa lelah setelah seharian,Jasmin memilih untuk berendam di air hangat untuk merilekskan tubuh dan fikiran nya.


__ADS_2