BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 51.


__ADS_3

Hari sudah gelap, waktu menunjukkan pukul sepuluh lebih. Sebastian sudah berada dikamar nya. Rosse yang masih berbincang di bawah, mulai merasakan kantuk. Sesekali dia menutup mulutnya.


Oma memperhatikan sedari tadi Rosse sudah terlihat lelah. Oma pun berdiri " Baiklah nak, kamu tidur lah. Jangan sampai fisik mu lemah hanya karena kurang tidur." Ucap Oma.


" Baiklah Oma, saya masuk kamar dulu, " Rosse berjalan menuju kamar yang biasa dia pakai. Ketika ingin masuk " Kenapa kamu masih ingin masuk kekamar itu? " Sebuah suara mengejutkan Rosse.


"Maaf tuan, saya fikir ada baik nya saya tidur disini saja. " Rosse berasumsi.


" Apa kamu mau, Oma melihat ini dan tiba-tiba sakit.? " Tanya Sebastian.


"Tidak tuan, " Rosse pun berbalik badan menuju tangga.


Sebastian menuruti nya dari belakang. Ketika sudah berada di bagian tengah anak tangga. Rosse salah melangkah kan kaki nya. Dan hampir terjatuh ke bawah . Sebastian bergerak cepat menangkap tubuh Rosse. " Tu-tuan.....! "


Merasakan ada yang hangat disekitar lehernya. Rosse menyadari, posisi nya sekarang tepat berada dipelukan Sebastian dengan posisi membelakangi Sebastian. Cepat-cepat dia lepaskan pelukan Sebastian " Ma-maaf tuan...! " Ucap Rosse.


"Ayo pegang tangan ku, " Ujar Sebastian mengulurkan tangan mendekat ke tangan Rosse .

__ADS_1


" Ta-tapi tuan..? " Rosse merasa gugup.


"Sudah , jangan banyak tanya. Apa kamu mau yang tadi terulang lagi. Dan pastinya Oma akan salah aku? " hardik Sebastian.


Rosse akhirnya hanya bisa menurut saja. Dia memegang tangan Sebastian dengan sedikit gemetaran. Sebastian tersenyum, merasa tangan Rosse dingin bercampur gemetar.Tapi dia tetap rileks , agar tidak membuat malu diri sendiri. Sampai lah di anak tangga yang paling atas " Ini tangga yang trakhir. " Ucap Sebastian.


Rosse melepaskan pegangan nya "Terima kasih tuan. " Ucap Rosse.


Sebastian lebih dulu menuju masuk kamar dan meninggalkan Rosse yang masih menarik nafas. Untuk menghilangkan rasa canggung nya yang seketika mulai semakin bertambah. Dia akan memasuki sebuah kamar, yang didalam nya ada seorang pria. Walau berstatus suami istri, tapi itu adalah hal baru. Apalagi pernikahan mereka dilandasi permintaan Oma.


Rosse masih berdiri diluar, dia ragu untuk masuk. Ingin rasanya dia turun kembali, dan tidur dikamar bawah.


Tak sabar menunggu, membuat Sebastian kembali bangkit dan menuju pintu. Dia melihat ke samping, terlihat Rosse tengah berjongkok memegangi kedua lututnya. " Apa yang kamu lakukan, sampai kapan kamu akan disini terus? " Tanya Sebastian.


"Tuan, sa-saya tidur dikamar bawah saja. " Pinta Rosse.


" Kalau kamu mau tidur dikamar bawah, silahkan.Tapi pasti pelayanan dirumah ini akan melapor kepada Oma. " Sebastian mulai mengancam.

__ADS_1


Rosse merasa takut seandainya pelayanan akan mengadukannya. Tapi lebih tak mungkin lagi baginya untuk masuk ke dalam kamar Sebastian. "Masuk lah, aku tidak akan menyentuh mu, " Sebastian menenangkan.


Mendengar pernyataan Sebastian , membuat keraguan nya berkurang. Dia kembali berdiri dan mulai melangkahkan kaki kedalam kamar Sebastian. " Masuk lah, bukan kah sebelumnya kamu sudah pernah masuk dan tidur disini? " Sebastian mengingatkan beberapa waktu lalu saat dia sakit.


Rosse kembali ingat masa itu. Dia pun semakin merasa percaya diri. Dia pun masuk kedalam.


"Kalau kamu takut aku apa-apain, saya akan tidur disofa.Kamu bisa nyaman tidur di tempat tidur." Ucap Sebastian.


" Tapi tuan, ini adalah kamar tuan. Kenapa harus saya yang tidur disana.? " menunjuk ke arah ranjang.


"Tidak apa-apa, asal kamu merasa nyaman dan yang penting bisa tidur." jawab Sebastian.


Rosse hanya tersenyum, tanda menyetujui ide Sebastian tersebut. Sebastian mengambil sebuah bantal dan selimut meletakkan nya di sofa. Segera dia berbaring. Rosse berjalan ke tempat tidur, tidak sabar lagi. Rosse mengambil selimut dan menutup dirinya dengan selimut tebal. Sebastian merasa sifat Rosse seperti kekanak-kanakan. Polos dan penakut.


Hanya sebentar, tidak terdengar lagi suara dari kedua orang tersebut. Mereka sudah sampai ke alam bawah sadarnya .


Rosse bermimpi bertemu dengan neneknya. Seakan-akan mereka berada dikampung halaman Rosse. Dia memeluk nenek nya penuh kerinduan. Dia sentuh wajah lembut keriput sang nenek. Dan melepaskan tangisnya. " Nenek, aku rindu padamu, banyak hal yang ingin aku bicarakan."Ungkapnya. Si nenek hanya tersenyum dan mengelus lembut rambut cucunya.

__ADS_1


Dalam keadaan tidur, terdengar suara isakan tangis dari balik selimut. Sebastian terbangun karena mendengar suara itu. " Ada apa dengan Rosse? " Tanya Sebastian penasaran. Tapi ingin mengganggu nya.


__ADS_2