BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA

BERIKAN AKU SEBERKAS CAHAYA
episode 61.


__ADS_3

Rosse berjibaku didapur,sementara Sebastian terbaring di tempat tidur. Ingin rasanya dia memejamkan mata.Seketika dia terbayang wajah Rosse yang tengah sibuk di dapur. Dia berfikir,mungkin Rosse membutuhkan bantuannya. Dia bangkit dari tempat tidur,dan berjalan kedapur. Disana terlihat Rosse yang dengan tenang menyelesaikan kerjanya walau butuh waktu lama.


Sebastian memasuki dapur kecil yang atap nya tidak terlalu tinggi. Asap mengepul dari tempat pemasakan. Rosse masih menggunakan cara masak yang sangat sederhana,yaitu pakai kayu. Sebastian sangat bigung dengan pemandangan didepan nya. "Apa yang bis saya bantu?" tanya Sebastian ttiba-tiba. Sontak membuat Rosse terperanjat.


" Tuan,buat apa kesini,tuan tidur la dulu. Saya akan membangunkan tuan ketika semua sudah selesai..!" ucap Roaeet.


" Saya tidak bisa tidur,kepikiran kamu sendiri disini. Takut kenapa-napa.!" jawab Sebastian.


" Saya tidak apa-apa tuan,ini sudah menjadi kebiasaan bagi saya. Tidak ada yang susah."


" Walau bagaimana pun,saya tetap tidak bisa membiarkan mu sendiri. Baiklah,apa yang harus saya kerjakan?" tanya Sebastian. Dia mengambil sayuran dan bawang,meletakkannya di atas meja."Sayur nya harus saya apakan?" tanya Sebastian.


" Kalau tuan bersikeras ,baik lah. Sayurnya dibersihkan dulu di air itu..!" Rosse menunjuk ke arah air yang mengalir berada diluar dapur.


Sebastian bangkit membawa sayur-sayur itu dan sebuah wadah untuk tempat sayur. Dia mencuci satu persatu sayur itu. Dia sangat teliti,memastikan tidak ada kotoran yang tinggal. Pekerjaan yang sebelumnya tidak pernah dia lakukan.


"Sayur ini sudah selesai,kemudian apa lagi?" tanya Sebastian.


" Tuan letakkan saja dj atas meja.Saya yang akan mengerjakan nya sendiri." jawab Rosse.


Sebastian merasa bosan juga tanpa berbuat apa-apa. "Kamu bagi tahu saja,apa yang harus saya kerjakan berikutnya?" ujar Sebastian.


Rosse merasa pernyataan Sebastian itu seperti sebuah perintah.Dia pun menyadari bahwa Sebastian memang ingin membantu nya. "Kakau tuan memang berkenan membantu saya,Tuan bisa memotong bawang-bawang itu," pinta Rosse.

__ADS_1


Mendengar kata bawang,Sebastian merasa enggan. Karena dia tahu aka ada air mata. Karena sudah terlanjur,demi genggsi. Dia tetap mengerjakan nya.


Disela-sela kesibukan Rosse,dia mendengar seperti seseorang sedang mengalami flu. Siapa lagi kalau bukan Sebastian. Rosse mendekat "Tuan,tuan menangis?" Tanya Rosse dengan sedikit kepura-puraan.


"Tidak kenapa-napa,saya baik-baik saja!" jawab Sebastian.


"Apa tuan butuh bantuan?" tanya Rosse.


"Tidak..tidak. Saya bisa sendiri.!" jawab nya.


Rosse pun pergi membelakangi Sebastian dengan menahan rasa geli di hatinya . Ingin tertawa,tapi takut di anggap tidak sopan.


Rosse sudah menyelesaikan beberapa masakan. Hanya tinggal sayur yang di cuci oleh Sebastian tadi.Dia dengan tangan terampilnya,begitu cekatan memegang pisau tanpa takut terluka. Setelah memotong beberapa bahan,dia segera memasak sayur tersebut . Sebastian yang sudah berada didepan,mencium bau yang sedap. Perutnya yang sudah menahan lapar semakin lapar mencium aroma itu.


Tidak butuh waktu lama untuk Rosse memasak sayur itu. Akhirnya semua sudah siap. Dia meletakkan semua makanan itu dimeja makan yang berada didapur. Berjalan kedepan "Tuan,kita makan sekarang." panggil Rosse.


"Baiklah,!" jawab Rosse.


Mereka memindahkan semua makanan itu ke meja yang berada didepan. Setelah semua berada didepan mata,Sebastian dengan tak sabarnya menyambar makanan itu dan memasukkan nya ke atas piring yang ada di depan nya. Tanpa aba-aba,dia langsung menyantap nya. Rasa lapar dan enak bercampur jadi satu . "Ternyata masakan nya begitu enak,walau sederhana..!" Fikir Sebastian.


"Tuan tambah lagi,makanan ini terbilang banyak untuk kita berdua. " ucap Rosse.


" Saya sudah merasa cukup." jawab Sebastian.

__ADS_1


Setelah selesai makan malam,Sebastian memilih berjalan ketepi danau. Disana angin begitu semilir ,menambah rasa tentram. Di sebalik wajah Sebastian yang terlihat tenang. Sudah lama dia ingin menikmati hidup tenang seperti sekarang ini. Tanpa kesibukan seperti dikota. Yang setiap harinya tidak putus dari pekerjaan tanpa istirahat.


Dua jam sudah berlalu,angin semakin terasa menusuk ketulang. Sebastian hanya mengenakan baju kemeja tipis. Dia pun bergegas pulang,dan memilih duduk disofa. Rosse tidak terlihat diruang depan. Sebastian berjalan kedapur,juga tidak menemukannya. Ketika melewati pintu kamar,dia melihat dari balik pintu yang tidak tertutup rapat.Rosse ada didalam sedang membersihkan beberapa barang peninggalan nenek. Sebastian memperhatikan Rosse diam-diam.


Rosse bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kamar. "Tuan..!" panggil Rosse.


Sebastian menoleh ke arah Rosse "Ada apa?" tanya nya.


"Tuan tidur saja dikamar,saya yang akan tidur disini," Rosse menunjuk sofa.


"Tidak,saya yang tidur disini. Kamu tidur lah didalam..!" balas Sebastian.


"Tapi tuan..!"


"Tidak apa-apa,pergilah..!" pinta Sebastian.


Rosse pun tidak ingin berdebat lagi. Dia masuk kedalam kamar. Dia mengambil sebuah selimut san dan bantal. Dia memberikan nya pada Sebastian dan kembali kekamar. Rosse berbaring dan menarik selimut sehingga menutupi tubuhnya,hanya terlihat wajahnya saja.


Sebastian yang masih duduk hanya bermain dengan ponsel nya. "Untuk beberapa hari ini,saya tidak masuk kerja. Kamu yang urus semua nya ketika saya tidak ada." pesan yang dikirim ikeh Sebastian untuk asisten nya Rico.


Sebastian pun merebahkan tubuhnya yang sudah terasa lelah. Dia menarik selimut dan menutup seluruh tubuhnya. Malam itu begitu dingin. Sebastian ingat dengan minuman yang dia beli "Minum sedikit mungkin bisa menghangatkan tubuh." fikir Sebastian.


Sebastian mengambil minuman itu dan sebuah gelas. Dia membuka dan meminumnya sedikit demi sedikit. Karena Sebastian bukan lah orang yang terbiasa minum minuman beralkohol.Hanya beberapa tegukan,dia sudah merasa pusing. Dia berusaha untuk tidur,tapi tidak bisa . Antara sadar dan tidak,dia berjalan menuju kamar. "Tok...tok...tok...!" dia mengetuk pintu.

__ADS_1


Rosse yang sudah tertidur ,terkejut mendengar ketukan di pintu . Dia bangkit dan membuka pintu. "Ada apa tuan?" tanya Rosse.


Seketika tubuh Rosse dipeluk oleh Sebastian yang sudah mabuk. "Tuan kenapa?" tanya Rosse. Mencium bau alkohol,Rosse tahu kalau Sebastian sedang mabuk. Dia berusaha membawa tubuh Sebastian menuju tempat tidur.Sekuat tenaga mengangkat tubuhnya dan membaringkannya di tempat tidur. Ketika akan keluar,tiba-tiba tangannya di tahan oleh Sebastian. Hati Rosse berdetak tak karuan. Dia berusaha untuk melepaskan tangan itu tapi Sebastian memegangnya dengan sangat kuat.


__ADS_2