
Sebastian sudah berada di ruangan Edrik. Sebelum masuk,dia berhenti di depan meja sekertaris Edrik "Apa Edrik ada didalam...?" tanya Sebastian.
Sekertaris Edrik tidak langsung menjawab,dia menatap kenyang wajah pria yang ada didepannya .Melihat wajah wanita di depannya,Sebastian merasa takkan menerima jawaban. Tanpa ijin,dia langsung membuka pintu. Edrik menoleh ke arah pintu yang terbuka,dan dia menyangka itu adalah asistennya ternyata Sebastian yang masuk menebar pesona. Merasa itu terlalu tiba-tiba,Edrik berdiri dan menyambut Sebastian. Dia bersifat seolah-olah dia tidak menolak kehadiran nya.
"Masuk lah.." ucap Edrik,
Sebastian masuk dan memandangi sekeliling ruangan. "Ruangan nyaman juga..." ucap Sebastian,
"Ah..Jangan bicara seperti itu. Perusahaan mu lagi lebih bagus dan besar. " ujar Edrik sedikit merendah.
"Ada apa kamu kemari..?" tanya Edrik.
"Tidak ada apa-apa. Saya hanya merasa bosan ,ingin mengajak mu makan bersama diluar.." ajak Sebastian.
__ADS_1
"Baiklah,tunggu sebentar. Saya akan menyiapkan beberapa pekerjaan .." ucap Edrik dan kembali duduk di kursi kerja nya.
Setelah lah dua puluh menit,Edrik pun berdiri kembali dan berjalan ke arah Sebastian. "Kita pergi sekarang..!"
Sebastian pun berdiri dari duduk nya. Mereka berjalan keluar gedung. Dengan memakai mobil Edrik,mereka pergi menuju sebuah restoran.
Tidak jauh dari perusahaan Edrik,hanya berjarak sepuluh menit. Mereka pun sampai disebuah restoran yang agak besar dan memiliki dinding kaca dan bernuansa coral. Menambah kesan mewah didalam nya. Sebastian dan Edrik keluar dari mobil,mereka berjalan bersama masuk kedalam restoran. Di sebuah meja yang agak sedikit jauh dari meja lain nya. Mereka memilih untuk duduk disana. Terlihat tumbuhan yang sengaja ditanam disekitaran restoran agar lebih hijau.
Sebastian dan Edrik memesan makanan spesial di restoran itu. Tak butuh waktu lama,makanan mereka pun datang. Dan hidangan yang terakhir datang sajian kerang laut yang terlihat menggoda dengan bumbu dan saos istimewa.
"Ternyata kamu tahu tempat yang begitu enak..!" puji Sebastian.
"Ini restoran tetap saya.Tamu-tamu perusahaan,akan saya bawa kesini..!" jawab Edrik.
__ADS_1
Setelah merasa kenyang,Sebastian merasakan panggilan alam,dan ingin ke kamar mandi. "Saya permisi dulu." ucap Sebastian.
"Pergi lah." kata Edrik.
Sebastian berjalan menuju kamar mandi.Ketika di jalan,tak sengaja dia berpapasab dengan seorang wanita yang baru keluar juga dari kamar mandi wanita. Tidak terlalu memperhatikan,kw arah wanita itu. Ketika jarak mereka dekat,Sebastian menciun sebuah aroma yang tak asing bagi baginya. Dia menoleh kebelakang ingin melihat sosok wanita yang melewati dia tadi. Tapi wanita itu sudah tidak terlihat. Sebastian terus mencari,dan dia membatalkan niatnya untuk kekamar mandi. Dia berjalan sampai keparkiran. Tetap tidak menemukan wanita itu.
Dengan rasa kesal dan putus asa. Sebastian kembali ke meja mereka.Wajah nya terlihat lemas. Edrik yang melihatnya menjadi bingung "Ada apa dengan wajah mu..?" tanya Edrik.
"Tidak kenapa-napa. Saat ke kamar mandi tadi,saya seperti mencium aroma orang yang saya kenal..!" jelas Sebastian.
Mendengar ucapan Sebastian,fikiran Edrik langsung tertuju pada satu sosok wanita yang dia kenal beberapa tahun ini. Tidak ingin berlama-lama disana "Maaf Sebastian,saya harus kembali ke kantor.Masih ada pekerjaan lainnya..!" ucap Edrik.
"Baiklah,kita pergi sekarang...!" ajak Sebastian.
__ADS_1
Mereka pun berangkat meninggalkan restoran. Bagi Sebastian,aroma tadi begitu membekas di hidungnya. Aroma yang dia baui itu seperti milik Rosse,yang dia buat sendiri. Sehingga kecil kemungkinan untuk bisa sama dengan kepunyaan orang lain.