
Satu bulan lebih berlalu,kondisi Rosse sudah pulih. Tapi dia masih tetap tidur terpisah dengan Sebastian. Rosse memilih untuk tidur sendiri dikamar tamu.
Saat sore,Oma mengajak Rosse duduk di taman depan "Rosse,kenapa kamu tidak pindah kekamar Sebastian?" tanya Oma.
"Saya merasa nyaman tidur dikamar tamu Oma," jawab Rosse.
"Tapi,dia suami mu. Tidak baik tidur terpisah seperti itu.!" nasehat Oma.
Rosse terdiam,merasa dia memang salah. Sebuah mobil terdengar memasuki halaman mansion . Itu adalah Sebastian,keluar dari mobil dan menghampiri kedua wanita itu.
Rosse terlihat biasa saja saat Sebastian kembalu dari bekerja. Dia masih mengingat kesalahan Sebastian yang membuatnya kehilangan anaknya.
"Tian,malam ini Rosse akan kembali tidur dikamar atas," ucap Oma.
Rosse hanya terdiam tanpa berkata apa-apa. " Baiklah Oma,pakaian nya apa sudah dipindahkan?" tanya Sebastian.
"Belum.." jawab Oma.
Sebastian bangkit dari duduk nya dan masuk kerumah "Sonya..!" panggil Sebastian.
Sonya yang ntah dari mana datang nya menghampiri Sebastian "Ya tuan..! "
__ADS_1
"Pakaian nona Rosse yang dikamar tamu,bawa naik ke kamar atas.!" perintah Sebastian.
" Baik tuan," Sonya pun masuk ke dalam kamar tamu. Membawa pakaian Rosse yang berada dikamar tamu.
Untuk saat ini,Rosse tidak bisa berkata apa-apa lagi. Karena kewajibannya sebagai istri tetap harus di jalankannya ,walau hatinya merasa sakit.
Saat malam hari,Rosse lebih awal masuk kedalam kamar. Sementara Sebastian masih mengerjakan beberapa tugas di ruang kerjanya.
Pundaknya terasa pegal,Sebastian melirik jam ditangannya. Sudah menunjukkan jam 23 malam. Sebastian meletakkan pena nya dan bangkit dari duduk nya. Dia berjalan keluar ,menuju lantai atas. Saat membuka pintu kamar,terlihat Rosse masih duduk bersandar di kepala ranjang. Dia masih memegang ponsel dan sebuah handsfree yang dipasang ditelinga. "Eeekkkhhhhh ehemmmm..." Sebastian berdehem.
Rosse melepaskan handsfree dan meletakkan nya dimeja bersama ponselnya .Sebastian menghampiri dan mendekat di samping Rosse.
"Aku mau ke kamar mandi..!" jawab Rosse.
Sebastian menarik tangan Rosse,sehingga wajah mereka berhadapan.Sehingga Rosse bisa merasakan deruan nafas nya . "Apa yang kamu lakukan? " tanya Rosse.
"Aku merindukan mu,tapi kamu memilih menjauh dari ku..!" bisik Sebastian ditelinga nya.
Rosse kembali berusaha melepaskan tangan Sebastian. Tapi Sebastian memegangnya dengan sangat erat.
Sebastian membelai lembut rambut Rosse. Belaian yang sudah lama dia rindukan,Rosse hanya terdiam.Ingin menjauh dari jangkauan Sebastian,tapi dia tidak berdaya.
__ADS_1
Tangan Sebastian mulai merayap kebeberapa bagian.
Rosse yang awalnya menolak,tidak bisa berontak.Fikirannya dibutakan dengan kelembutan sentuhan suaminya. Akhirnya Rosse hanya pasrah tanpa melawan.
Pagi menyapa,cahaya sang surya menembua tirai berwarna putih dari balik jendela kaca. Pancaran begitu menyilaukan,sehingga membuat Sebastian merasa silau.
Dia buka mata perlahan,dan memandang wajah istrinya yang tertidur pulas.
Dia membelai rambut panjang Rosse yang terlihat tidak beraturan.
Rosse terbangun,dan meraba di kiri nya,masih ada Sebastian yang sedang memainkan rambutnya.
"Kamu sudah bangun..?" tanya Rosse.
"Kalau kamu masih ingin tidur,tidur saja..!" ucap Sebastian.
"Saya tidak mengantuk..! " jawab Rosse.
"Baiklah,saya mandi dulu. Ada beberapa pekerja yang harus saya kerjakan pagi ini." ucap Sebastian.
Rosse hanya diam tak berkata apa-apa lagi
__ADS_1