
Pagi itu Rosse terlihat diam tanpa kata. Mereka menikmati sarapan yang sudah hampir dingin,karena menunggu Rosse selesai mandi. Sebastian memandang wajah Rosse,raut wajahnya menggambarkan suatu tanda tanya.
"Aku minta maaf......" belum sempat habis kata-kata yang diucapkan oleh Sebastian.
"Sudah...saya tidak ingin lagi mengingat itu . Anggap saja tidak terjadi apa-apa...!" sanggah Rosse.
Seketika Sebastian berhenti berbicara."Hari ini kita kembali saja ke rumah mu..!" ucap Rosse.
Sebastian tanpa bantahan,hanya terdiam. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Rosse terlihat mengemas barang-barang nya. Sebastian pun ikut menyiapkan pakaian dan membersihkan bahan-bahan didapur.
Setelah siang,Sebastian memasukkan semua barang kedalam mobil. Masih dengan rasa bersalah ,dia menghampiri Rosse "Apa kamu betul-betul ingin pulang sekarang juga. Kita masih punya waktu beberapa hari lagi sebelum pulang." jelas Sebastian.
"Tidak,kita pulang sekarang saja. Besok atau hari ini tetap sama" jawab Rosse tanpa ekspresi.
Baru kali ini,Sebastian merasa bersalah. Walau didunia bisnis,banyak hal kejam yang dia lakukan. Tapi tidak pernah merasa sebersalah ini. Dia hanya terus mengikuti apa yang Rosse inginkan.
Di sepanjang perjalanan,Rosse diam tak berbicara. Sebastian pun tidak berani untuk memulai. Ingin rasanya Sebastian berbincang-bincang pajang lebar dengan wanita disampingnya.Apalah daya,Sebastian begitu rapuh didepan wanita itu.
Hari hampir sore,perjalanan dari rumah Rosse kekediaman Sebastian cukup memakan waktu.Setiba nya dirumah,para pelayan menghampiri mobil majikan nya. Sebastian membuka bagasi belakang. Dan pelayan mengeluarkan semua barang yang mereka bawa.
Tanpa suara atau menyapa,Rosse berlalu meninggalkan mereka. Sonya sedikit bingung dengan sikap Rosse. Tidak seperti biasanya,Rosse begitu ramah oada siapa pun. Dia berfikir mungkin Rosse hanya capek saja .
__ADS_1
Sebastian memandangi Rosse yang masuk kedalam rumah. Didepan pintu ada Oma yang menyadari kepulangan mereka "Cucu Oma sudah pulang. Kenapa kalian pulang cepat sekali..?" tanya Oma.
Tidak enak pada Oma,Rosse tetap memberikan senyuman terbaiknya "Sebastian ada pekerjaan penting Oma. Maka dari itu kami cepat pulang." jawab Rosse.
Sebastian datang menghampiri "Oma.." sapa nya.
"Kenapa kalian cepat pulang. Bukan kah masalah pekerjaan sudah diserahkan pada Rico..?" tanya Oma.
"Masalah itu,karena ada pekerjaan yang tak bisa di selesaikan oleh Rico Oma." jelas Rosse.
Sebastian memperhatikan ke arah Rosse "Berarti dia membohongi Oma masalah pekerjaan." fikirnya.
" Baiklah,istirahat lah dulu.! " ucap Oma.
Rosse pun pergi meninggalkan Oma dan Sebastian.Dikamar,Rosse menitik kan air mata . Hati nya merasa sakit. Hal yang dia tidak terima dari perlakuan Sebastian adalah. Mahkotanya hilang,tapi bukan pada orang yang dia cintai.
Tidak bisa di pungkiri,mereka sudah menjadi suami istri. Dan tidak salah,kalau Sebastian bisa menyentuhnya tanpa persetujuannya.
Sebastian berjalan menuju kamar,terlihat Rosse sedang duduk disebuah kursi yang menghadap ke balkon. Dia hanya diam,dan bermain dengan ponsel nya. Sebastian mendekat dan duduk kursi sebelahnya."Apa kamu masih marah pada ku?" tanya Sebastian.
"Tidak..Jangan bahas lagi masalah itu. Aku tidak menyalahkanmu. Aku adalah istri mu,sudah menjadi kewajiban ku untuk menjalankan tugasku," jelas Rosse.
__ADS_1
Tapi Sebastian tetap tidak tenang,walau sudah mendapat jawaban. Dia tahu Rosse masih menyembunyikan rasa marahnya.
"Aku tahu,kamu marah. Tapi bagaimana pun aku adalah suami mu. Dan apa pun terjadi aku tetap akan tanggung jawab," bujuk Sebastian.
Rosse kembali menitikan air mata "Sudah lah,tidak usah dibicarakan lagi. Kedepan nya kalau apa pun terjadi saya akan bergantung pada mu," jelas Rosse.
Sebastian merasa ada udara segar, amarah Rosse mulai mereda "Baiklah,untuk saat ini saya anggap masalah ini sudah kita bicarakan. Kedepan nya kamu tetap menjadi tanggung jawab ku," ucap Sebastian.
Tanpa dia sadari,sebuah ciuman mendarat di puncak kepala Rosse. Sebastian mencium penuh kelembutan.
Sebastian pun bangkit "Jangan lupa,makan malam sebentar lagi," ucap Sebastian dan meninggalkan Rosse.
Rosse masih tak menyangka apa yang dilakukan oleh suaminya. Perasaan dihatinya seperti berbunga-bunga. Rosse tersentuh dengan sikap Sebastian yang tak putus asa merayunya.
Makan malam telah berakhir,sekarang para penghuni rumah sudah berada diberanda luar. Diluar terlihat bukan begitu terangnya. Sehingga langit biru bisa terlihat dengan jelas.Angin berhembus dengan sangat dingin. Sebastian mengalihkan pandangan pada Rosse yang terlihat mendekapkan kedua tangannya " Kamu masuk saja lebih dulu. Saya lihat kamu sepertinya merasa dingin.!" ucap Sebastian.
Rosse pun berdiri "Oma,saya masuk lebih dulu.Selamat malam Oma..!" ucap Rosse.
"Baiklah sayang,istirahat lah." balas Oma.
Rosse pun bergegas masuk. Sebastian masih berbincang-bincang dengan Oma.
__ADS_1